- Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali diguncang gempa magnitudo 7,0 yang memicu tsunami regional.
- Bencana di laut utara Flores ini menewaskan satu warga serta melukai empat orang lainnya.
- BMKG mencatat gempa dangkal ini berpusat 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo.
- Peristiwa ini menambah panjang sejarah bencana geologi mematikan di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara.
- Sesar aktif Flores Back-Arc Thrust menjadi pemicu utama pergerakan tektonik yang terus berulang.
NUSA Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer, berjarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Guncangan dangkal ini memicu gelombang tsunami di 10 wilayah pesisir serta mengakibatkan satu orang tewas dan empat luka-luka.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang khas di kawasan utara Flores. BMKG mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menegaskan adanya kemiripan pola dengan bencana masa lalu. “Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 1992,” ujar Arief.
#Sejarah Panjang Ancaman Sesar Aktif Flores
Kawasan Nusa Tenggara Timur memiliki rekam jejak aktivitas seismik yang sangat panjang. BMKG mencatat aktivitas gempa di wilayah ini telah terekam sejak 18 April 1896. Peristiwa masa lalu tersebut merusak banyak kawasan dan merenggut sekitar 250 korban jiwa.
Dalam kurun 51 tahun terakhir, rentetan gempa berkekuatan besar terus berulang. Pada 30 Juli 1975, Kupang diguncang gempa magnitudo 6,1 pada kedalaman 30 kilometer. Gempa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun merusak sejumlah infrastruktur warga.
Kabupaten Alor juga menjadi wilayah yang kerap mengalami guncangan gempa kuat. Gempa magnitudo 6,4 menghantam Alor Timur pada 15 Juli 1989. Dua tahun kemudian, tepatnya 4 Juli 1991, gempa M 6,2 di Kalabahi menewaskan 23 orang.
#Gempa Dahsyat 1992 dan Bencana Perusak Lainnya
Peristiwa paling mematikan dalam sejarah NTT terjadi pada 12 Desember 1992 di Flores. Gempa magnitudo 7,5 yang memicu tsunami dahsyat tersebut menewaskan sekitar 2.500 orang. Bencana besar ini meluluhlantakkan hampir 90 persen bangunan di Kota Maumere.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelAncaman gempa besar kembali melanda Kalabahi, Alor, pada 12 November 2004. Guncangan magnitudo 7,5 pada kedalaman 10 kilometer itu merenggut 31 korban jiwa. Selain itu, sekitar 400 warga mengalami luka-luka dan ratusan rumah hancur.
Rangkaian gempa signifikan terus berlanjut pada periode 2015 hingga 2016 di beberapa daerah. Gempa M 6,2 mengguncang Alor pada 2015 dan merusak fasilitas umum. Selanjutnya, Sumba Barat dihantam gempa M 6,6 pada 12 Februari 2016.
#Paulan Gempa Modern dan Kerentanan Pesisir
Pada 14 Desember 2021, gempa magnitudo 7,5 kembali mengguncang perairan utara Flores. Guncangan tersebut memicu tsunami kecil setinggi 0,07 meter di wilayah pesisir. Peristiwa ini memaksa 5.064 warga mengungsi dan merusak 736 rumah.
Aktivitas sesar aktif di Nagekeo juga tercatat pada 25 Januari 2024 lalu. Gempa magnitudo 5,6 saat itu merusak pemukiman serta fasilitas umum warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Peristiwa terbaru pada 15 Agustus 2026 semakin mempertegas tingginya kerentanan wilayah NTT. Gempa M 7,0 ini mengingatkan pentingnya mitigasi bencana yang berkelanjutan. Warga pesisir diimbau selalu siap menghadapi potensi gempa dan tsunami.***