Lewati ke konten

titikterang.co.id

Narasi Rakyat dari Warung Kopi

Misi Menerangi isu warga dengan jurnalisme yang membumi, faktual, dan mudah dipahami. Cakupan Ekonomi lokal, sosial-budaya, pendidikan, lingkungan, kebijakan publik tingkat daerah. Metode Verifikasi berlapis, konfirmasi pihak terkait, transparansi sumber & catatan koreksi.   Siapa Kami Kami lahir bukan dari…

Prinsip Redaksi

Berpihak pada Fakta

Kami tidak mengklaim “netral yang kosong”. Keberpihakan kami pada kebenaran, konteks, dan publik.

Humanis & Membumi

Cerita lahir dari warung kopi, pasar, jalan kecil – bukan hanya rapat pers.

Jelas & Jujur

Bahasa yang mudah dicerna, tanpa jargon birokratis dan tanpa kliktbait.

Humor Sehat

Boleh jenaka, tapi tetap bertanggung jawab dan berbasis realita.

Anti-Noise

Tidak ikut arus sensasi algoritma. Pilih relevan daripada ramai.

Liputan Mikro

Hal kecil di sekitar kita sering menyimpan makna besar – kami rawat itu.

Cerita Kami

Misi

Menerangi isu warga dengan jurnalisme yang membumi, faktual, dan mudah dipahami.

Cakupan

Ekonomi lokal, sosial-budaya, pendidikan, lingkungan, kebijakan publik tingkat daerah.

Metode

Verifikasi berlapis, konfirmasi pihak terkait, transparansi sumber & catatan koreksi.

 

Siapa Kami

Kami lahir bukan dari gedung megah yang lantainya licin sampai takut jatuh kalau pakai sandal jepit. Bukan pula dari seminar berbiaya mahal yang narasumbernya lebih sibuk selfie daripada menjawab pertanyaan. titikterang.co.id lahir dari obrolan receh di warung kopi: tempat di mana topik politik, gosip artis, sampai harga cabai bisa jadi satu menu lengkap.

Warung kopi itu unik. Di sanalah rakyat kelas menengah bawah—yang katanya sering dilupakan—sebenarnya selalu punya panggung. Sambil nyeruput kopi tubruk, mereka bisa membedah isu negara layaknya pakar ekonomi internasional. Sambil mengudap pisang goreng, mereka bisa mengkritik kebijakan dengan bahasa yang jauh lebih jujur daripada konferensi pers. Nah, suara-suara itu yang ingin kami rawat, karena kami percaya obrolan warung kopi tak kalah berharga dibanding debat kusir di layar televisi.

titikterang.co.id bukan media yang sok-sokan netral tapi diam-diam condong ke satu kubu. Kami tidak mengklaim sebagai media paling objektif sejagat raya, tapi kami berusaha setia: pada nalar sehat, pada kejujuran, dan tentu saja pada tawa. Karena kami percaya, kebenaran tanpa humor bisa bikin kepala pening. Sementara humor tanpa kebenaran cuma jadi candaan basi.

Kami tidak punya rumus sakti untuk menjawab semua persoalan bangsa. Tapi kami punya niat sederhana: mendokumentasikan narasi rakyat—dari ibu-ibu yang resah harga beras, bapak-bapak ojol yang lagi dikejar cicilan, sampai mahasiswa yang sibuk orasi tapi tetap bingung bayar kos. Narasi-narasi itu sering luput dari sorotan media arus utama. Dan kalaupun muncul, biasanya cuma jadi sisipan. Padahal justru di situlah denyut bangsa terasa nyata.

Tagline kami jelas: Narasi Rakyat Dari Warung Kopi. Bukan sekadar kalimat keren buat dipajang di header website, tapi kompas kami menulis. Kami ingin menunjukkan bahwa demokrasi bukan monopoli gedung parlemen atau ruang konferensi. Demokrasi bisa lahir dari bangku plastik yang kakinya goyah, dari meja warung yang penuh noda kopi, dari tawa getir rakyat yang sehari-harinya harus menawar harga di pasar.

Apakah kami selalu serius? Tidak juga. Hidup ini sudah cukup bikin mumet: tagihan listrik, cicilan motor, dan berita politik yang isinya itu-itu saja. Makanya, kami juga menghadirkan tulisan-tulisan yang segar, jenaka, kadang nyinyir, tapi tetap punya makna. Karena kami percaya, rakyat itu tidak hanya butuh informasi, tapi juga butuh hiburan yang cerdas—hiburan yang bikin senyum, bukan sekadar scroll lalu lupa.
titikterang.co.id juga tidak lahir untuk jadi “pahlawan” media. Kami sadar, kami hanyalah salah satu lilin kecil di tengah gelapnya ruang informasi. Tapi lilin kecil ini bisa membantu menerangi jalan, terutama buat mereka yang merasa tidak punya tempat bersuara. Kami ingin jadi teman ngobrol, bukan corong yang menggurui.

Di era ketika algoritma media sosial sering lebih menentukan isi kepala ketimbang logika, kami berusaha menulis dengan kesadaran bahwa pembaca itu cerdas. Kami tidak mau menjejali dengan judul bombastis tanpa isi. Kami lebih senang mengajak pembaca duduk, minum kopi, lalu ngobrol santai. Dari obrolan itu, siapa tahu lahir gagasan besar—atau setidaknya, lahir tawa yang menyegarkan.

Kalau Anda mencari media yang rapi, formal, penuh bahasa birokratis, mungkin titikterang.co.id akan terasa asing. Tapi kalau Anda ingin membaca kisah rakyat dengan gaya yang apa adanya—kadang serius, kadang nyelekit, kadang ngawur tapi tetap masuk akal—maka Anda sudah duduk di meja yang tepat.

Kami tidak berjanji bisa menjawab semua keresahan. Tapi kami berjanji tidak akan berhenti mendengar. Karena buat kami, suara rakyat itu bukan sekadar latar belakang; itu inti dari cerita. Dan di warung kopi inilah, suara itu akan selalu menemukan titik terang. ***

Salam dari Kami
titikterang.co.id
Narasi Rakyat dari Warung Kopi

 

Metode Peliputan

  • Pra-riset berbasis dokumen dan data terbuka.
  • Wawancara tatap muka/telepon, rekam bukti, simpan dokumen.
  • Pemeriksaan fakta silang minimal dua sumber independen.
  • Pengamanan narasumber rentan (anonimisasi bila perlu).

 

Koreksi & Hak Jawab

Ajukan ke redaksi melalui halaman Kontak dengan bukti pendukung. Artikel akan diberi catatan perubahan (update log) bila dikoreksi.

 

Tim Redaksi

Penjaga Warung Kata

  • Supriyadi

Peracik Kata

  • Marga Bagus

Tukang Seduh Kata

  • Hamim Anwar
  • Deny Saputra
  • Ulung Hananto
  • Fio Atmadja

Tukang Dapur

Tukang Catat

Kepala Meja Bundar

Kontak Redaksi

Ruko Buleverd Graha Majapahit 05, Mojoanyar, Mojokerto
Email: redaksi@titikterang.co.id