Lewati ke konten

Duka Nagekeo Pasca-Gempa Magnitudo 7,7: 38 Jiwa Meninggal Dunia dan Ribuan Pengungsi

| 2 menit baca |Sorotan | 0 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Hamim Anwar
  • Bencana gempa bumi magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
  • Pendataan mencatat total 38 korban jiwa meninggal dunia akibat musibah tersebut.
  • Sebanyak dua warga mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.
  • Ribuan warga bertahan di pengungsian pasca-kejadian untuk mengantisipasi bahaya susulan.
  • BMKG memastikan ancaman bahaya tsunami telah lama berakhir pasca-pemantauan ketat.

PERISTIWA gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang sempat mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam serta kerusakan fisik yang luas di wilayah Pulau Flores.

Pasca-kejadian, tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus merapikan pendataan korban serta mengawal proses penanganan darurat bagi para terdampak.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 hari ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan laporan resmi dalam konferensi pers daring di Jakarta, diktipa Antara Sabtu, (15/8/2026).

Selain menelan 38 korban jiwa, rentetan dampak gempa, juga mencatat dua korban luka berat dan 11 orang luka ringan. Sementara itu, sekitar 2.000 warga yang panik pasca-guncangan memilih bertahan di lokasi pengungsian mandiri demi keselamatan keluarga mereka.

#Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan

Dampak dari guncangan gempa saat peristiwa berlangsung sempat merusak sarana fisik penting dan menutup akses jalan akibat material longsor di beberapa titik strategis. Puluhan pemukiman warga juga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.

Sektor pelayanan medis di lokasi kejadian turut mengalami kendala besar setelah sejumlah fasilitas kesehatan ikut terdampak kerusakan fisik saat gempa terjadi. Satu rumah sakit di Maumere serta beberapa bangunan puskesmas tercatat mengalami kerusakan struktur yang mengganggu operasional.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak, yaitu di Maumere,” ungkap Suharyanto mengenai kondisi pasca-gempa.

#Gangguan Transportasi dan Pemantauan Tsunami

Selain pemukiman warga, peristiwa gempa tersebut turut berdampak pada sektor transportasi publik, di mana lima bandara dan dua pelabuhan melaporkan adanya kerusakan. Kerusakan di area bandara terfokus pada bagian gedung terminal tanpa menggangu fungsi landasan pacu.

Saat gempa utama terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sebagai langkah antisipasi ancaman gelombang pasang di kawasan pesisir.

Namun, peringatan tsunami tersebut telah resmi diakhiri sejak pukul 07.30 WIB setelah pemantauan intensif memastikan kondisi air laut kembali stabil dan aman bagi masyarakat sekitar.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *