Lewati ke konten

Wisata Kali Surabaya: Pelajar dan Mahasiswa Temui Realitas Pencemaran Sungai

| 6 menit baca |Rekreatif | 4 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Bukan hanya rekreasi samata, wisata edukasi ECOTON ajak generasi muda susur Kali Surabaya. Pelajar dan mahasiswa mengenali keanekaragaman ikan endemik sekaligus aksi nyata membersihkan sampah plastik di sepanjang sungai.
  • Menyusuri Kali Surabaya membuka mata generasi muda. Selain belajar mengenal ikan lokal, peserta temukan realitas timbunan sampah plastik hingga kasur bekas yang mengancam ruang hidup ekosistem sungai kita.
  • Pelajar SMKN 1 Cerme dan mahasiswa UB turun tangan jaga Kali Surabaya! Lewat wisata edukasi, mereka kenali keanekaragaman hayati, kumpulkan sampah plastik, serta merawat bibit pohon di bantaran.
  • Semakin dekat mengenal sungai, semakin tumbuh kepedulian. Lewat susur perahu di Kali Surabaya, peserta diajak melihat keindahan biota lokal sekaligus bergerak mengatasi persoalan sampah yang mencemari perairan.
  • Sungai adalah ruang hidup bersama. Lewat program wisata edukasi, ECOTON bersama generasi muda menyusuri Kali Surabaya, memilah tumpukan sampah, dan berkomitmen melestarikan ekosistem demi keberlangsungan ikan endemik lokal.

MENJAGA sungai tidak cukup hanya dengan melihat kondisi airnya. Mengenali kehidupan di dalamnya menjadi bagian penting untuk memahami mengapa sungai perlu dilindungi. Pesan itu dibawa ECOTON melalui program wisata edukasi Kali Surabaya, yang berlangsung pada Ahad, 11 Oktober 2026.

Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari siswa SMK Negeri 1 Cerme dan mahasiswi Universitas Brawijaya (UB), diajak menyusuri Kali Surabaya. Mereka menggunakan kapal mengikuti arus air, melintasi tiga wilayah, yakni Desa Wringinanom, Desa Lebani Waras, dan Desa Sumengko.

Tidak hanya menikmati pemandangan dari atas kapal saja yang mereka lakukan. Para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis ikan lokal yang hidup di Kali Surabaya. Pengenalan dilakukan di kawasan Taman Suaka Ikan Kali Surabaya, Desa Wringinanom, sekaligus sepanjang perjalanan susur sungai.

BACA JUGA:  Laut Dikotori, "Good Morning Tomorrow" Usik Kesadaran Ekologis Pelajar SMAN 1 Dukun

Namun, perjalanan itu juga memperlihatkan persoalan lain yang masih dihadapi Kali Surabaya. Sampah plastik terlihat mengapung di permukaan air. Dan masih banyak juga yang tersangkut di dahan pohon di sepanjang bantaran sungai.

Peserta kemudian diajak turun tangan melakukan river clean up dengan cara mengumpulkan sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalur wisata.

Koordinator Program Petro-Tirta ECOTON, Amalia Fibrianty, dalam kesempatan mengatakan, tujuan diadakan program wisata Kali Surabaya untuk mengetahui sejauh mana peserta merespons keberadaan sungai. Mereka memahami kondisi sungai sebenarnya atau tidak.

“Tujuan kami mengadakan program wisata Kali Surabaya ini adalah untuk mengajak pelajar, mahasiswa maupun masyarakat. Bisa melihat dan merasakan lebih dekat kondisi ekosistem Kali Surabaya,” kata Amalia, Selasa (13/10/2026).

Tak hanya keseruannya, masih kata Amalia, berwisata dengan kapal boat ini, kepada peserta juga mengenalkan jenis-jenis ikan lokal Kali Surabaya.

“Selain juga kita dan peserta melakukan aksi nyata, yaitu bersih-bersih sungai dari sampah plastik dan juga ada kegiatan tanam pohon, yang sudah kita lakukan di bantaran sungai di Lebani Waras,” ujar Amalia.

Bagi sejumlah peserta, pengalaman menyusuri Kali Surabaya menjadi kejutan tersendiri. Karina Sadra Pramudita, siswa SMK Negeri 1 Cerme yang akrab disapa Karin, mengaku kaget melihat banyaknya sampah plastik di sepanjang bantaran sungai.


Direktur ECOTON Daru Setyorini dan Pendiri ECOTON Prigi Arisandi mengikuti kegiatan wisata susur Kali Surabaya bersama peserta, sekaligus melihat secara langsung kondisi ekosistem sungai. | Foto: Fully Syafi

Ia sebelumnya mengaku membayangkan, susur sungai hanya akan menjadi kegiatan rekreasi saja. Namun, begitu turun langsung ke badan sungai, ia melihat pemandangan sampah yang membuat dirinya prihatin. Menurutnya, sampah menumpuk di bantaran sungai bukan merupakan pemandangan yang menarik.

“Melihat di bantaran-bantaran dipenuhi sampah menjadikan perjalanan susur sungai tidak menarik. Tapi bagi saya merupakan pengalaman tersendiri dan menjadi catatan saat melihat kondisi sungai seperti ini,” ucap Karin.

BACA JUGA:  Yuk! Tengok Aksi Nyata Pelajar dan Mahasiswa Tanam Pohon Lewat Program JAPRI

Pengalaman serupa juga dirasakan Lid Debora Widodo, mahasiswi FISIP Hubungan Internasional Universitas Brawijaya. Perempuan asal Sorong, Papua Barat Daya, ini mengaku sangat terganggu dengan pemandangan di Kali Surabaya yang kurang menarik dengan tumpukan sampah. Apalagi di sejumlah titik mengeluarkan aroma tak sedap.

Yang membuatnya lebih prihatin adalah saat melihat berbagai jenis barang dibuang ke sungai. Mulai dari kain hingga kasur yang sudah setengah terbakar. Sampah-sampah itu teronggok di tepi Kali Surabaya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Kondisi tersebut, menurut Debora, bukan hanya persoalan estetika sungai. Sampah dan limbah yang masuk ke sungai juga berpotensi mengganggu habitat ikan serta organisme yang hidup di dalamnya.

“Ketika melihat kondisi seperti itu, saya jadi berpikir bagaimana ikan-ikan lokal dan biota lainnya bisa hidup dan berkembang dengan kondisi sungai seperti ini,” kata Debora.

Ia juga mengingatkan bahwa sampah yang saat ini terlihat di bantaran sungai dapat kembali terbawa arus ketika musim hujan tiba dan debit air meningkat.

“Ketika musim hujan dan debit air meningkat, sampah-sampah itu bisa kembali terbawa arus dan akhirnya menimbulkan masalah baru, termasuk yang berdampak pada kesehatan manusia,” ujarnya.

Tidak Berhenti di Bersih Sungai

Usai menyusuri sungai dan melakukan pembersihan sampah plastik, peserta melanjutkan kegiatan perawatan pohon yang sudah ditanam di bantaran Desa Lebani Waras, Wringinanom pada Jumat, 9 Oktober 2026, kemarin.

Sebanyak 25 bibit pohon ditanam, terdiri dari empat jenis, yakni beringin, cemara udang, sukun, dan jeruk lemon lokal.

BACA JUGA:  Ramai Pemancing, Mikroplastik Mengancam Kali Jagir

Penanaman pohon menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi bantaran Kali Surabaya. Karena bantaran memiliki fungsi penting bagi ekosistem sungai dan habitat berbagai organisme.

Peserta wisata Kali Surabaya memunguti sampah plastik yang tersangkut di bantaran sungai. Sampah tersebut menjadi pemandangan yang tidak elok di tengah kegiatan wisata susur sungai. | Foto: Fully Syafi

Bagi ECOTON, rangkaian kegiatan ini sengaja dirancang agar wisata sungai tidak berhenti pada aktivitas rekreasi semata. Peserta diajak melihat langsung keanekaragaman hayati, sekaligus memahami persoalan pencemaran yang terjadi di Kali Surabaya.

“Dengan melihat langsung kondisi sungai, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman wisata, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sungai. Mereka bisa melihat sendiri bahwa sungai memiliki kehidupan dan persoalan yang harus kita jaga bersama,” ujar Amalia.

Program wisata edukasi Kali Surabaya tersebut ke depan terbuka bagi sekolah, perguruan tinggi maupun komunitas yang ingin belajar mengenai ekosistem sungai sekaligus melakukan aksi lingkungan.

Peserta akan diajak mengenal keanekaragaman hayati Kali Surabaya, terutama ikan-ikan lokal, menyusuri sungai menggunakan kapal, mengidentifikasi persoalan sampah, melakukan river clean up, hingga menanam pohon di kawasan bantaran.

Melalui kegiatan ini, ECOTON berharap wisata sungai tidak hanya menjadi sarana rekreasi semata. Tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda, tentunya. Sekaligus mengajak warga di sepanjang Kali Surabaya memahami kondisi sungai.

“Sebab, semakin dekat masyarakat mengenal sungainya, semakin besar pula peluang tumbuhnya kepedulian untuk menjaganya. Sungai bukan sekadar jalur air, melainkan ruang hidup bagi manusia dan berbagai makhluk yang bergantung padanya,” pungkas Amalia.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *