Lewati ke konten

Malam Jumat Kliwon, ASN Lamongan Disumpah: Antara Amanah, Rotasi, dan Doa Istri

| 3 menit baca |Sorotan | 6 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Hamim Anwar Editor: Supriyadi

LAMONGAN — Di Pendopo Lokanantra yang biasanya jadi tempat jamuan tamu penting, Kamis malam (9/10/2025) itu suasananya agak lain. Lampu-lampu gantung berpendar lembut, udara terasa sedikit lebih hangat, dan di antara barisan kursi, tampak wajah-wajah tegang sekaligus bangga, para pejabat administrator dan pengawas lingkungan yang siap disumpah.

Pelantikan malam itu memang terasa istimewa. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, membuka dengan kalimat yang—seperti biasa—penuh energi positif. Tapi yang paling mencuri perhatian justru komentarnya soal waktu pelantikan.

“Para peserta malam ini didampingi pendampingnya masing-masing di malam Jumat Kliwon. Semoga kegiatan ini diberkahi,” katanya, disambut tawa kecil hadirin.

Ya, pelantikan di malam Jumat Kliwon. Mungkin biar sumpahnya makin sakral, atau biar ingat, jabatan itu bukan cuma soal tanda tangan SK, tapi juga soal tanggung jawab yang “gaib”—dalam arti, tidak kelihatan tapi berat.

#Rotasi Itu Bukan Hukuman, Tapi Ujian Kesetiaan

Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur juga menekankan bahwa mutasi dan promosi adalah hal yang biasa dalam birokrasi. “Rotasi promosi adalah langkah memperkuat pengalaman para pejabat agar lebih mengerti berbagai aspek operasional,” ujarnya.

Tentu saja, kata “biasa” di sini bisa ditafsirkan macam-macam. Bagi sebagian ASN, mutasi bisa berarti penyegaran. Tapi bagi yang baru saja nyaman di meja lama, rotasi bisa juga terasa seperti pindah rumah tanpa sempat berkemas.

Namun, bagi Bupati Yuhronur, pergeseran jabatan adalah bagian dari reformasi birokrasi yang sehat—semacam yoga organisasi. Katanya, semua itu untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Atau, istilah resminya: good governance.

#Antara Integritas, Tuduhan Lamban, dan Peran Istri di Balik Meja ASN

Bupati juga mengingatkan tiga tugas utama ASN, membangun, memberdayakan, dan melayani. Kalimat yang terdengar klasik, tapi selalu relevan—apalagi di tengah komentar publik yang kadang lebih cepat dari kerja lapangan.

“Terkadang, meskipun kita sudah bekerja keras, masih ada tuduhan pemerintah lamban atau bahkan korup. Kita harus menjawab ini dengan integritas,” tegasnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Tentu saja, integritas itu seperti WiFi di kantor pemerintahan, sinyalnya kadang kuat, kadang hilang, tapi semua orang tahu pentingnya.

Menariknya, di akhir pidato, Bupati tak lupa menyebut para “pendamping”. Dalam bahasa birokrasi, suami atau istri pejabat.

“Mereka adalah sumber motivasi dan semangat,” ujarnya lembut.

Karena memang, di balik ASN yang sigap menandatangani surat dinas, sering ada pasangan yang sabar menandatangani slip belanja harian.

Malam itu, setelah prosesi sumpah dan doa, suasana Pendopo Lokanantra kembali tenang. Para pejabat berfoto, para istri tersenyum lega, dan Bupati Yuhronur menutup dengan pesan sederhana: bekerja dengan integritas dan inovasi.

Lamongan mungkin tidak berubah seketika, tapi malam Jumat Kliwon itu—di bawah langit pendopo yang hangat—setidaknya ada niat baik yang dilantik.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *