Lewati ke konten

Senyum PKK Jombang: Obat Murah yang Lebih Manjur dari Resep Dokter untuk Sulton

| 3 menit baca |Sorotan | 7 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Denny Saputra Editor: Supriyadi

JOMBANG – Di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Sabtu (27/9/2025), seorang bocah bernama Muhammad Sulton (7) duduk di teras rumah. Kaosnya kuning, celana pendeknya gelap, wajahnya polos dengan sesekali melirik kakaknya yang sibuk main game di ponsel. Sulton sendiri? Jantungnya bocor sejak lahir, tubuhnya juga stunting. Lengkap. Kalau komputer, mungkin sudah masuk kategori “butuh upgrade motherboard dan RAM sekalian”.

Tapi hari itu, suasananya lain. Rumah sederhana itu kedatangan tamu penting. Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani. Begitu Yuliati menyapa, mata Sulton langsung berbinar. Senyum malu-malunya muncul. Semacam momen “NPC disapa karakter utama”.

 #Dari Seremonial Jadi Kehangatan

Biasanya, kalau pejabat datang, suasananya formal. Salam-salaman, foto, lalu pulang. Tapi kali ini agak beda. Yuliati bukan cuma basa-basi. Ia dudukkan Sulton di pangkuannya, nanya soal game, ketawa bareng, bahkan pura-pura kagum waktu Sulton nunjukin trik kecil.

Ibu Sulton, Nur Azizah, sampai berkaca-kaca melihat itu. Ia bercerita bahwa perusahaan tempatnya bekerja, CV Wahana Sejahtera Food, sudah membantu melunasi tunggakan BPJS supaya Sulton bisa berobat. “Hari ini, dengan perhatian Pemkab dan PKK, saya merasa lega. Anak saya tidak sendirian dalam perjuangannya untuk sembuh,” katanya.

Nah, bagian ini menarik. Kadang bantuan itu bukan cuma soal duit atau obat. Tapi juga soal ada yang hadir, nyemangatin, dan bikin hati lebih ringan. Persis kayak kata Yuliati, “Anak-anak seperti Sulton butuh semangat, bukan hanya obat.”

 #Pemkab Turun Tangan, PKK Jadi Teman

Bupati Jombang, H. Warsubi, juga ikut hadir. Katanya, Pemkab akan memastikan Sulton mendapat perawatan terbaik, bahkan kalau harus dirujuk ke Surabaya. Semua biaya ditanggung. Aman. Setidaknya dari segi finansial.

Tapi PKK ngasih sentuhan berbeda. Mereka memastikan pendampingan sistematis: mulai dari pola asuh, gizi, pendidikan, sampai perawatan medis. Sekretaris TP PKK, Nikmatun Solihah, menegaskan, “Setiap Pokja punya tugas spesifik, jadi keluarga merasa didampingi secara utuh, bukan sekadar bantuan materi.”

Alias, PKK nggak cuma datang, selfie, lalu upload dengan caption “Turut prihatin”. Tapi benar-benar mau mendampingi. Dari bidan desa, kader posyandu, sampai makanan tambahan, semua dipikirkan.

 #Senyum Itu Menular

Di tengah obrolan orang dewasa, Sulton kadang nyengir, kadang penasaran. Tapi setiap kali Yuliati membelai kepalanya, wajahnya berubah cerah. “Semangat buat sembuh ya, Le. Nanti ditemani mama,” kata Yuliati lembut. Bocah itu tersenyum, lalu mengangguk pelan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Nah, ini poin pentingnya. Senyum memang nggak bisa menutup lubang di jantung, juga nggak bisa langsung menambah tinggi badan. Tapi senyum bisa bikin anak kecil merasa ditunggu, diperhatikan, dan nggak sendirian. Itu yang sering dilupakan dalam pendekatan birokrasi: bahwa kesehatan mental dan semangat itu separuh dari obat.

Sulton mungkin masih harus bolak-balik rumah sakit. Tapi dengan ada PKK yang konsisten mendampingi, ibunya yang merasa ditopang, dan pemerintah yang berkomitmen, setidaknya jalan ke depan nggak lagi terasa sesepi lorong rumah sakit tengah malam.

 #Resep PKK Jombang

Di negeri yang sering ribut soal angka—angka stunting, angka kemiskinan, angka kematian bayi—kisah kecil macam Sulton ini bikin kita ingat, bahwa di balik statistik ada wajah. Ada anak kecil dengan senyum malu-malu, ada ibu yang menahan tangis, dan ada PKK yang hadir membawa sedikit cahaya.

Kalau senyum bisa jadi obat, mungkin PKK Jombang baru saja memberi resep paling murah dan paling manjur hari itu.***

 

Denny Saputra, pegiat sosial dan Founder Marhain Project Jombang berkontribusi dalam penulisan artikeil ini | Editor: Supriyadi

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *