Carut-Marut Pengelolaan Sungai Brantas: Kekosongan Kepemimpinan dan Data Kualitas Air Tidak Valid
12 August 2026
Tata kelola kacau: Tim Peneliti UB menemukan kekosongan kepemimpinan nyata dalam pengawasan air Brantas. Data tidak valid: Hanya tujuh laboratorium terakreditasi, hasil analisis sering tidak konsisten. Swasta luput: Wadah koordinasi resmi belum melibatkan industri pembuang limbah utama. Partisipasi minim: Kanal aduan publik kurang responsif, tindak lanjut pengaduan warga sangat rendah. Anggaran lemah: Rencana pengawasan air gagal terintegrasi dalam dokumen pembangunan daerah. KRISIS kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bukan lagi persoalan lingkungan semata. Sengkarut tata kelola dan absennya kepemimpinan pun memperburuk kondisi hulu hingga hilir. Riset Farida Febriani Tampubolon, Tripani Anastasia Togatorop, dan Stien Angelie Manuhutu yang berjudul…