Pasca “Surabaya Bukan Fahrenheit 451”: Membaca itu Ibadah, Menyita itu Dosa Aparat yang Nggak Kira-Kira
12 October 2025
SURABAYA —Warung Semeleh mendadak jadi arena perlawanan intelektual, Sabtu sore (11/10/2025). Acara “Surabaya Bukan Fahrenheit 451, Surabaya Tidak Membakar Buku” yang awalnya saya kira cuma ngopi-ngopi santai sambil misuh tipis soal kenaikan harga BBM, ternyata malah naik level. Tingkat misuhnya? Bukan lagi tipis-tipis, tapi sudah masuk kategori menolak penyitaan buku ilegal. Pertanyaannya sederhana: di zaman serba digital ini, di mana orang lebih sering scroll TikTok daripada halaman buku, kenapa masih ada aparat yang rela mati-matian ngurusin buku? Mungkin mereka mikir, “Kalau nggak disita, nanti anak-anak muda pada pintar, kritis, protes… susah diatur.” Assumsi paranoid macam ini kolot, Pak. Buku itu…