Hari Guru Nasional 2025: Profesionalisme Diagungkan, Kesejahteraan Dikorbankan, Pendidikan Nasional Menagih Keberpihakan Negara
25 November 2025
Hari Guru Nasional 2025 tidak boleh dirayakan dengan bunga plastik dan slogan kosong. Di balik tuntutan profesionalisme tanpa henti, ribuan guru masih hidup dalam siklus menggali lubang menutup lubang demi bertahan. Bila negara sungguh ingin kualitas pendidikan meningkat, mulailah dengan memastikan guru hidup layak. #Mengajar dengan Perut Lapar: Profesionalisme yang Membayar Mahal KITA menyebut guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sebuah frasa puitis yang ironisnya justru normalisasi terhadap situasi tanpa penghargaan yang layak. Dalam lima tahun terakhir, negara berlari mengejar modernisasi Pendidikan, digitalisasi, penyederhanaan kurikulum, dan sederet program peningkatan kompetensi. Semua terdengar revolusioner, tetapi tanpa fondasi kesejahteraan, reformasi hanya menjadi…