Bukan Cuma Cuaca Panas: Kerusakan Ekosistem Gambut Memicu Kebakaran Berulang Kalimantan
24 August 2026
Aktivitas api meningkat di Kalimantan, dengan ribuan deteksi satelit menjelang puncak kemarau Agustus. Analisis satelit menemukan 5.206 piksel anomali panas Kalimantan pada 18 Agustus 2026. VIIRS mencatat Kalimantan Barat tertinggi, mencapai 82.728 piksel anomali panas sepanjang Agustus. El Niño memperbesar risiko kebakaran, tetapi kerusakan lanskap membuat api terus berulang. Drainase gambut menurunkan muka air tanah dan meningkatkan risiko kebakaran hingga sekitar 4,5 kali. KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutkla) kembali meningkat di Kalimantan sepanjang Agustus 2026 ini. Kepulan asap dilaporkan mulai mengganggu permukiman dan aktivitas masyarakat. Fenomena tersebut terjadi ketika musim kemarau berlangsung, bebarengan dengan penguatan El Niño. Namun, peneliti menilai…