Kekerasan Tambang di Pasaman dan Morowali Soroti Absen Negara
13 January 2026
Dua kasus kekerasan terkait tambang di Pasaman dan Morowali menunjukkan lemahnya penegakan hukum, konflik lahan berulang, serta kecenderungan aparat lebih membela kepentingan korporasi. Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah di Pasaman, Sumatera Barat, hingga penangkapan paksa seorang aktivis penolak tambang di Morowali, Sulawesi Tengah, kembali membuka persoalan lama konflik pertambangan di Indonesia. Dua peristiwa yang terjadi di wilayah berbeda ini memiliki benang merah serupa: lemahnya kehadiran negara dalam menegakkan hukum dan melindungi warga dari dampak aktivitas pertambangan. [caption id="" align="alignnone" width="1200"] Nenek Saudah (kiri) bersama anaknya, Iswandi Lubis (kanan), usai memperjuangkan penolakan terhadap aktivitas tambang ilegal di Pasaman,…