Klik area gelap atau tekan Esc untuk menutup
Hari Mangrove Sedunia mengingatkan ancaman kerusakan pesisir yang terus terjadi di balik seremoni penanaman tahunan. Aktivis menilai perlindungan mangrove alami lebih mendesak dibanding penanaman massal tanpa kajian ekologis yang memadai. Konversi kawasan pesisir dinilai terus menggerus mangrove, memperparah abrasi, serta mengancam kehidupan nelayan tradisional Indonesia. Peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum mengkritisi inkonsistensi kebijakan konservasi dan pembangunan kawasan pesisir nasional. Pejuang lingkungan mendesak konservasi mangrove berbasis masyarakat demi menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan untuk generasi mendatang. PERINGATAN Hari Mangrove Sedunia setiap tanggal 26 Juli dinilai belum mampu menghentikan laju kerusakan hutan mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Penanaman bibit secara…
Hari Mangrove Sedunia mengingatkan ancaman kerusakan pesisir yang terus terjadi di balik seremoni penanaman tahunan. Aktivis menilai perlindungan mangrove alami lebih mendesak dibanding penanaman massal tanpa…