Angkot Jadi Kelas Hidup Siswa Ketintang Surabaya
27 April 2026
Siswa SMK Ketintang menembus batas kelas formal dengan menjadikan angkot sebagai medium membaca kota, merawat ingatan sejarah, serta melatih empati sosial. Halaman SMK Ketintang Surabaya tak menampilkan rutinitas sekolah pada umumnya pada Sabtu pagi, 25 April 2026. Puluhan siswa berdiri di tepi jalan, bukan menunggu bel masuk, melainkan menanti angkutan kota yang kian terdesak oleh dominasi aplikasi transportasi daring. Di tengah arus modernitas yang menuntut kecepatan, pilihan itu terasa seperti langkah mundur—atau justru manuver strategis yang jarang dipikirkan sekolah lain. Program bertemakan “Literasi Angkot” lahir dari kegelisahan terhadap praktik belajar yang kian steril dari realitas sosial. Di ruang kelas konvensional,…