BULUKUMBA — Di sela-sela apel gabungan yang biasanya diwarnai suara peluit dan barisan ASN dengan wajah datar menunggu waktu bubar, pagi Senin (13/10/2025) halaman Kantor Bupati Bulukumba terasa agak beda. Ada semacam semangat muda yang menyelinap di antara barisan—bukan karena upacaranya lebih cepat selesai dari biasanya, tapi karena ada tiga anak SMA yang siap berangkat ke Malang untuk bertarung di babak Final Youth Impact 2025.
Mereka bukan anak sembarangan. Tiga siswa itu adalah Andi Keisha Aisyah, Andi Syifanna Rusyidah, dan Anindyah Azzahrah Rahmadi dari SMAN 1 Bulukumba. Ketiganya berhasil menembus kompetisi bergengsi yang digelar oleh Ecological Observation and Wetland Conservations (ECOTON) — yayasan lingkungan hidup yang terkenal kritis, cerewet, tapi juga keren dalam mengajak anak muda peduli sungai dan ekosistem air.
Yang bikin makin keren, Bulukumba jadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan, bahkan di seluruh Indonesia Timur, yang berhasil lolos ke babak final. Kalau kompetisi ini diibaratkan liga sepak bola, Bulukumba adalah tim underdog dari Timur yang tiba-tiba nyelonong masuk ke partai puncak—membuat banyak orang bertanya, “Ini siapa, kok bisa sejago itu?”
#Bupati yang Bangga, Siswa yang Siap Bertarung
Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf sendiri yang melepas langsung ketiga siswa itu dalam apel tadi pagi. Beliau tampak bangga — dan sepertinya cukup paham bahwa prestasi anak-anak muda ini bukan cuma urusan piala, tapi juga soal citra daerah.
“Keberhasilan kalian menembus babak final Youth Impact 2025 adalah bukti nyata bahwa potensi generasi muda kita mampu bersaing di kancah nasional,” ujar Bupati dengan nada yang, untuk ukuran apel pagi, lumayan membangkitkan semangat.
Beliau menambahkan, momen ini diharapkan bisa jadi batu loncatan buat para finalis, bukan cuma buat membawa pulang piala, tapi juga buat membawa cerita tentang bagaimana anak muda dari ujung Sulawesi bisa bersuara soal lingkungan.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Berikan yang terbaik, jaga nama baik daerah, dan kembalilah dengan membawa prestasi yang membanggakan Bulukumba,” tutupnya, dengan gaya khas pejabat yang tahu kapan harus memberi pesan dan kapan harus memberi tepuk tangan.
#Dari Bulukumba untuk Indonesia
Di luar pidato formal dan jargon “membangun SDM unggul”, ada satu hal yang patut disyukuri, di tengah kabar tentang anak muda yang lebih suka viral daripada berprestasi, masih ada generasi Bulukumba yang memilih jalan berbeda—berjuang lewat ide, bukan sekadar likes.
Anak-anak muda ini membuktikan bahwa kecintaan pada lingkungan bisa dibungkus dengan kreativitas dan aksi nyata. Dari tanah yang dikenal dengan perahu pinisinya, lahir pula pejuang-pejuang muda yang siap melayarkan ide mereka sampai ke panggung nasional.
Selamat berangkat, anak-anak muda Bulukumba. Malang mungkin jauh, tapi semangatmu sudah bikin Bulukumba terasa makin dekat dengan peta prestasi Indonesia.***
Prigi Arisandi, aktif di Ecological Observation and Wetland Conservations (ECOTON) berkontribusi atas artikel ini.