Lewati ke konten

Melihat Kembang Layar Semanggi, Kebangkitan Sinema Kreatif Mahasiswa DKV Umsura

| 5 menit baca |Rekreatif | 70 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Ulung Hananto Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Geliat sinema mahasiswa DKV Umsura kembali menyala melalui Layar Semanggi, menghadirkan ruang apresiasi film, pameran visual, dan kebangkitan kreativitas pascavakum panjang.

Semangat kreativitas mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali mekar. Melalui helatan bertajuk “Kembang Layar Semanggi”, koridor kampus berubah menjadi ruang apresiasi seni visual yang hangat dan penuh inspirasi. Acara ini bukan sekadar pemutaran film biasa, melainkan sebuah tonggak kebangkitan setelah masa vakum yang cukup panjang.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk nyata dukungan akademisi terhadap karya-karya orisinal mahasiswa agar tidak hanya berakhir di meja dosen, tetapi juga mampu menyapa publik luas.

Mahasiswa DKV Umsura menampilkan karya film dan video art sebagai bentuk ekspresi kreatif dan dialog dengan publik.

#Menghidupkan Kembali Tradisi Layar Semanggi

Layar Semanggi sebenarnya bukanlah nama baru di lingkungan DKV Umsura. Menurut penuturan Eka Wahyu, selaku dosen pembimbing, program ini pertama kali menampakkan taringnya pada tahun 2023 dengan format kompetisi.

“Ini merupakan program kedua. Sebelumnya di tahun 2023, namanya Festival Film Layar Semanggi. Saat itu fokusnya adalah kompetisi pitching ide untuk siswa SMA/SMK, di mana pemenangnya mendapatkan pendanaan produksi dan beasiswa kuliah di sini,” kenang Eka Wahyu, Jumat, (16/1/2026).

Namun, setelah kesuksesan awal tersebut, program ini sempat mengalami masa hibernasi selama hampir tiga tahun. Barulah pada tahun 2026 ini, semangat tersebut ditiupkan kembali dengan konsep yang lebih inklusif dan matang, yang kini dikenal dengan nama “Kembang Layar Semanggi”.

Pemilihan waktu penyelenggaraan kali ini pun tergolong istimewa karena bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj. Eka Wahyu menjelaskan bahwa ada filosofi spiritual yang ingin ditanamkan kepada para mahasiswa melalui momentum ini. Ia berharap para mahasiswa dapat mengambil semangat perjalanan Rasulullah SAW untuk memacu kreativitas mereka dalam berkarya, khususnya di bidang audio visual.

Ruang apresiasi sinema mahasiswa DKV Umsura kembali hidup melalui pameran karya visual dan pemutaran film di lingkungan kampus. | Foto: Dokumen

#Makna di Balik “Kembang” dan Harapan untuk Masa Depan

Qilla, selaku Ketua Pelaksana kegiatan ini, menjelaskan transisi konsep yang mereka bawa tahun ini. Jika sebelumnya lebih bersifat kompetisi eksternal, kali ini Layar Semanggi difokuskan sebagai wadah internal untuk memamerkan tugas akhir dan karya-karya semester mahasiswa.

“Nama kegiatannya sekarang adalah Kembang Layar Semanggi. Kata ‘Kembang’ kami pilih karena kami mengibaratkannya sebagai bunga yang sedang bermekaran,” ujar Qilla dengan penuh antusias. Bagi Qilla dan timnya, ini adalah langkah awal yang krusial. Sebagai angkatan pertama yang menjalankan kembali program ini setelah vakum, mereka ingin memastikan “bunga” ini terus tumbuh dan diwariskan ke angkatan-angkatan selanjutnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Harapan yang sama senada dengan visi Eka Wahyu. Ia menginginkan agar Layar Semanggi tidak hanya menjadi acara tahunan yang sifatnya seremonial saja. Ada rencana besar untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda reguler, baik mingguan maupun bulanan, guna memperkaya wawasan dan referensi sinema bagi mahasiswa. Lebih jauh lagi, ada ambisi untuk membawa Layar Semanggi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di tingkat universitas agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh mahasiswa Umsura, melampaui batas program studi DKV.

Koridor kampus Umsura berubah menjadi ruang apresiasi seni visual karya mahasiswa DKV dalam helatan Layar Semanggi.

#Rangkaian Kegiatan: Dari Pameran hingga Layar Tancap Modern

Acara Kembang Layar Semanggi disusun secara apik dengan menggabungkan dua elemen utama: pameran visual dan penayangan film. Kegiatan dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan pembukaan pameran yang menampilkan beragam karya seni video art dan film pendek hasil buah pikiran mahasiswa angkatan 2024.

Setelah pameran menyita perhatian pengunjung di sore hari, acara berlanjut ke sesi utama pada pukul 19.00 WIB, yaitu penayangan film. Qilla menekankan bahwa tujuan utama dari integrasi karya tugas akhir ke dalam acara ini adalah untuk memberikan apresiasi yang layak kepada mahasiswa. “Karya-karya ini adalah hasil kerja keras teman-teman. Dengan menampilkannya di sini, mereka mendapatkan ruang untuk dilihat dan diapresiasi secara langsung oleh penonton,” tambahnya.

#Pentingnya Apresiasi Publik terhadap Karya Mahasiswa

Bagi Eka Wahyu, esensi dari Layar Semanggi adalah menjembatani antara proses belajar di kelas dengan dunia nyata. Ia berpendapat bahwa karya mahasiswa memiliki nilai yang patut untuk dipertontonkan di ruang publik.

Dalam lingkungan DKV, kreativitas audio visual tidak boleh dibendung. Layar Semanggi hadir untuk mewadahi semangat tersebut, memberikan tempat bagi para sineas muda, penggiat film, hingga aktor di lingkungan kampus untuk bertemu dengan penontonnya. Interaksi ini dianggap penting karena sebuah karya baru dianggap “hidup” ketika ia berhasil mendapatkan apresiasi dan memicu diskusi dari penikmatnya.

“Harapannya, Layar Semanggi bisa memberikan wacana yang lebih luas dari sekadar film-film yang sudah ada. Ini adalah tempat untuk berkreasi dan mendistribusikan karya secara bebas namun tetap bertanggung jawab,” tegas Eka Wahyu.

#Menjaga Api Kreativitas Tetap Menyala

Kegiatan Kembang Layar Semanggi tahun 2026 ini sukses membuktikan bahwa kevakuman selama tiga tahun tidak memadamkan api kreativitas di DKV Umsura. Melalui tangan dingin Qilla sebagai ketua pelaksana dan bimbingan dari Eka Wahyu, acara ini telah meletakkan fondasi baru bagi tradisi sinema di kampus.

Dengan visi untuk bertransformasi menjadi kegiatan reguler bahkan UKM universitas, Layar Semanggi berpotensi menjadi pusat inkubasi talenta kreatif di Surabaya. Sebagaimana filosofi “Kembang” yang diusung, semua pihak berharap agar layar ini akan terus terkembang, menampilkan visual-visual yang menginspirasi, dan terus bermekaran seiring dengan lahirnya generasi-generasi kreatif baru di masa depan.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *