Lewati ke konten

Ngobrol Buku Selenggarakan Lokakarya Cerpen Adaptasi Cerita Rakyat Sumatera Utara di Medan

| 4 menit baca |Rekreatif | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Marga Bagus
  • Komunitas Ngobrol Buku Indonesia menggelar lokakarya penulisan cerpen folklor di Medan.
  • Sebanyak 45 peserta dari berbagai kalangan menimba ilmu dari para sastrawan nasional.
  • Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali cerita rakyat melalui sudut pandang pembaca modern.
  • Peserta mengolah kisah lokal seperti Merak Jingga menjadi karya sastra bernilai kreatif.
  • Hasil karya peserta akan diterbitkan dalam tiga antologi cerpen pada September 2026.

KOMINITAS Ngobrol Buku Indonesia menggelar lokakarya penulisan cerpen pada 28–30 Agustus 2026.. Kegiatan berlangsung di Ruang Galeri Lantai 2 Roha Cafe Medan. Acara menjadi bagian dari rangkaian Festival Ngobrol Buku 2026.

Sebanyak 45 peserta terpilih mengikuti pelatihan tersebut secara intensif. Panitia menyaring mereka dari total 100 naskah yang masuk. Naskah terkumpul selama masa pengiriman pada 1–18 Agustus 2026.

“Kami menerima total 100 naskah cerpen calon peserta,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Alda Muhsi dalam rilis yang diterima TitikTerang, Rabu, (2/9/20216).

Alda menjelaskan tim panitia menyeleksi ketat seluruh naskah. Panitia lalu menetapkan 45 peserta untuk mengikuti lokakarya.

“Kami menerima total 100 naskah cerpen calon peserta selama masa pengumpulan naskah pada 1-18 Agustus 2026. Tim panitia kemudian menyeleksi naskah tersebut dan menetapkan 45 orang peserta untuk mengikuti kegiatan lokakarya,” jelasnya.

Koko Hendri Lubis menggali folklor Sumatera Utara bersama peserta lokakarya penulisan cerpen Festival Ngobrol Buku 2026. | Foto: Dok

#Adaptasi Tradisi Lisan Menjadi Sastra Modern

Peserta kegiatan berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Komposisinya terdiri dari 15 pelajar SMA serta madrasah di Sumatera Utara. Kemudian ada 15 mahasiswa dari Unimed, UIN Sumatera Utara, UISU, dan UNITA.

Sementara 15 peserta sisanya berasal dari kalangan masyarakat umum. Kelompok ini mencakup guru, pegawai, pengemudi ojek daring, dan pekerja lepas. Mereka berasal dari Medan, Tanjungbalai, Pematangsiantar, hingga Tapanuli Utara.

BACA JUGA:  Iran Fasilitasi Perpustakaan Mewah di Mall, Netizen Pertanyakan Komitmen Literasi Indonesia

Sastrawan Yusi Avianto Pareanom dan Koko Hendri Lubis membimbing para peserta. Mereka menggembleng peserta untuk mengolah cerita rakyat Sumatera Utara. Karya lama diubah menjadi bentuk cerita pendek bagi pembaca modern.

UNESCO memandang warisan budaya takbenda sebagai living heritage yang dinamis. Tradisi lisan perlu diciptakan kembali saat berpindah antar generasi. Langkah ini membuat ingatan kolektif masyarakat tetap bertahan hidup.

Mengubah cerita rakyat menjadi cerpen membantu tradisi terus relevan. Penulis dituntut mempertahankan identitas cerita sambil menyesuaikan konteks zaman. Penyesuaian tersebut membuat cerita lama kembali berbicara kepada pembaca hari ini.

“Cerita rakyat merupakan wahana mengingatkan kenangan masa lalu,” kata Koko Hendri Lubis.

Ia menjelaskan cerita rakyat menyimpan pandangan hidup masyarakat setempat. “Di dalamnya tersimpan pandangan tentang alam, keluarga, kekuasaan, keberanian, dan batas baik-buruk,” tegas Koko.

Koko juga menambahkan kepunahan cerita lisan berdampak fatal bagi ingatan publik. “Ketika rantai pewarisan terputus, yang hilang bukan hanya alur cerita, tetapi juga salah satu cara masyarakat meneruskan ingatan tentang dirinya,” ujarnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Selanjutnya, ia menegaskan, jika Sumatera Utara memiliki kekayaan cerita dari beragam kelompok etnis. Contohnya adalah cerita Merak Jingga, Palu Hantu, dan Panglima Berbulu Besi.

“Sumatera Utara memiliki sangat banyak cerita rakyat yang bervariasi. Dalam adaptasi, unsur dasar identitas cerita asal tetap perlu diperhatikan, “ ucapnya.

#Potensi Ekonomi Kreatif Warisan Budaya Lokal

Folklor menyimpan potensi besar sebagai bahan baku industri kreatif digital. Cerita mitologi lama dapat diolah menjadi novel, komik, dan film. Karya tersebut juga bisa dikembangkan menjadi gim maupun konten media sosial.

BACA JUGA:  127 Tewas, Warga Terjebak Derita: Banjir dan Longsor Terburuk Landa Aceh–Sumut–Sumbar

China memberi contoh sukses melalui film animasi Ne Zha 2. Film ini meraup pendapatan global sekitar US$2,19 miliar. Sementara *Beauty and the Beast* versi 2017 menghasilkan US$1,27 miliar di dunia.

Riset National Bureau of Economic Research memperkuat fakta tersebut. Film yang dekat dengan folklor lokal cenderung lebih sukses secara finansial. Folklor tidak hanya warisan budaya, tetapi juga modal ekonomi bernilai tinggi.

Peserta mengikuti latihan menulis dan mengembangkan ide cerita rakyat menjadi cerpen untuk pembaca masa kini. | Foto: Dok

Sumatera Utara memiliki basis data sastra lisan yang sangat kaya. Badan Bahasa mencatat salah satunya adalah tradisi Dampol Siburuk Batak Toba. Namun kekayaan ini bisa musnah jika masyarakat berhenti menceritakannya kembali.

#Penerbitan Antologi dan Kepedulian Budaya

Karya dari 45 peserta akan diterbitkan dalam bentuk tiga antologi. Masing-masing antologi dicetak 100 eksemplar sesuai kelompok kategori peserta. Buku tersebut akan dibedah dalam diskusi sastra pada September 2026.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dukungan disalurkan melalui Badan Bahasa serta Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra.

Ketua Komunitas Ngobrol Buku Eka Dalanta mengapresiasi seluruh rangkaian acara. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan karya cerpen berbasis budaya lokal.

“Kita berharap festival ini menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya,” kata Eka Dalanta.

Keberlanjutan cerita rakyat bergantung pada kesadaran generasi muda untuk menceritakannya. Melalui adaptasi cerpen, cerita lama terus hidup memenuhi ruang ingatan pembaca modern.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *