Lewati ke konten

Melihat Aksinya Komunitas Eco Aksi Terlibat Cegah 1.035 Sampah Sachet di Kalitebu Surabaya

| 4 menit baca |Opini dan Cerita Mahasiswa | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Refilin dan Komunitas Eco Aksi sukses mencegah 1.035 sampah sachet di Kalitebu Surabaya melalui aksi belanja isi ulang warga.
  • Sepeda roda tiga Refilin menyusuri pemukiman padat Kalitebu Surabaya guna membagikan edukasi serta menjual sabun cuci secara isi ulang.
  • Warga kawasan Kalitebu Surabaya antusias membeli produk kebersihan rumah tangga pakai botol sendiri demi mengurangi pencemaran sachet sekali pakai.
  • Sebanyak 1.035 sampah sachet berhasil dipangkas dari sumbernya lewat kolaborasi ECOTON dan Komunitas Eco Aksi di pemukiman Surabaya.
  • Inisiatif Refilin siap hadirkan sabun organik ramah lingkungan untuk memulihkan ekosistem sungai Kalitebu Surabaya dari ancaman limbah deterjen.

Penulis: Muhammad Zidan Abdillah  mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (ECOTON), yang berlangsung pada 31 Agustus – 11 Desember 2026.

UPAYA memangkas timbulan sampah plastik terus dilakukan di pemukiman padat dan kawasan bantaran sungai. Refilin bersama Komunitas Eco Aksi merampungkan aksi belanja isi ulang di kawasan Kalitebu, Surabaya. Inisiatif sosial dari ECOTON ini berlangsung selama dua minggu.

Dengan menggunakan armada sepeda roda tiga yang didesain khusus, tim menyusuri gang-gang pemukiman Kalitebu. Kampanye bertemakan “Kali Tebu Bebas Sampah Sachet” ini mengajak warga membeli kebutuhan kebersihan rumah tangga. Warga membeli sabun cuci, sabun piring, dan deterjen cair memakai wadah milik sendiri.

Penjualan produk kebersihan isi ulang ini berhasil mengonversi pengurangan sampah dari sumbernya. Sebanyak 1.035 pcs sampah sachet ukuran 40 ml berhasil dicegah dari lingkungan. Sampah tersebut tidak berpotensi mengotori lingkungan maupun masuk ke aliran sungai Kalitebu.

BACA JUGA:  Kali Surabaya Lampaui Baku Mutu Kualitas Air

#Edukasi Bahaya Plastik di Kalitebu

Selain melayani penjualan isi ulang, relawan turut membagikan modul edukasi kepada warga. Mereka membagikan buku cerita interaktif mengenai bahaya pencemaran plastik sachet dan mikroplastik. Edukasi ini menyasar dampak buruk limbah bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Sepeda roda tiga REFILIN menyusuri gang pemukiman di kawasan Kalitebu, Surabaya, untuk menjajakan kebutuhan pembersih rumah tangga secara isi ulang. | Foto: Muhammad Zidan Abdillah

Penggerak Refilin, Jofanny Ahmad Arianto, menyampaikan pandangannya mengenai capaian penjangkauan ini. Ia menilai capaian ini menjadi bukti efektivitas metode edukasi berbasis mobilisasi komunitas.

“Pendekatan secara langsung ini di tingkat kalangan warga, terbukti telah memberikan dampak positif  di lingkungan Kalitebu, “ ucap Jofan, Selasa, (15/9/2026).

Nasih kata Jofanny, readiness masyarakat dalam mengubah kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, mengalami perubahan.

“Seribu sachet yang berhasil dicegah ini membuktikan bahwa masyarakat siap meninggalkan kemasan sekali pakai jika diberi akses yang mudah,” kata Jofanny.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Solusi Sabun Organik untuk Sungai

Jofanny menambahkan bahwa permasalahan pencemaran sungai di pemukiman padat sangat kompleks. Pencemaran Kalitebu tidak hanya bersumber dari limbah anorganik plastik sachet semata. Residu deterjen kimia juga memicu pertumbuhan lumut berlebih di aliran sungai tersebut.

Oleh karena itu, kata Jofanny, edukasi dan penyediaan produk organik menjadi langkah penting lanjutan. Refilin sedang menyiapkan produk sabun ramah lingkungan berbahan organik bagi warga.

“Langkah ini diambil demi memulihkan kondisi di Kali tebu dan ekosistem di sepanjang aliran sungai secara menyeluruh dan tentu saja secara berkelanjutan, “ jelas Jofannya.

Jofanny juga menjelaskan, rencana strategis jangka panjang dari gerakan armada Refilin ini ke depannya tidak hanya memotong rantai sampah plastik. Tapi juga melangkah pada penyediann sabun ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Hapus Karya Jurnalistik

“Ke depannya, Refilin tidak hanya memotong rantai sampah plastik, tetapi juga melangkah ke penyediaan sabun ramah lingkungan berbahan organik demi memulihkan ekosistem sungai secara menyeluruh,” ujar Jofanny.

Anggota tim REFILIN/Eco Aksi memberikan edukasi mengenai bahaya sampah sachet dan pencemaran lingkungan kepada seorang warga di kawasan Kalitebu, Surabaya, dengan menggunakan modul edukasi. | Foto: Muhammad Zidan Abdillah

#Replikasi Gerakan di Wilayah Surabaya

Kolaborasi berkelanjutan yang melibatkan ECOTON, Komunitas Eco Aksi, dan warga lokal ini, secara aktif sudah terbangun. Sinergi ketiga pihak ini diharapkan dapat terus berkembang di wilayah pemukiman lainnya. Target utamanya adalah mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman sachet.

Gerakan Refilin sangat berpotensi menjadi replikasi di berbagai wilayah pemukiman padat seperti di Surabaya. Kehadiran armada roda tiga terbukti juga efektif menjangkau area gang sempit. Warga mendapatkan kemudahan akses untuk mendapatkan produk pembersih rumah tangga yang terjangkau.

“Inisiatif lingkungan ini menegaskan pentingnya aksi bersama di tingkat komunitas bawah. Penanganan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama menjaga kelestarian kawasan sungai. Kalitebu menjadi contoh nyata keberhasilan pengurangan sampah sachet melalui metode isi ulang,” ujar Jofanny.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *