Dalam upaya menghadirkan perubahan nyata dari lingkungan terdekat, JAPRI Keluarga (Jaga Pohon Rawat Indonesia) resmi diluncurkan sebagai gerakan penanaman dan perawatan pohon yang melibatkan siswa SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Program kolaborasi antara Lembaga Kajian Lahan Basah Ecoton dan PT Petrokimia Gresik ini menempatkan generasi muda sebagai garda terdepan penjaga bumi melalui pendekatan pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan kehidupan keluarga.

Dibangun dengan konsep pendampingan langsung antara siswa, guru, dan orang tua, JAPRI Keluarga tidak hanya mengajak anak-anak menanam pohon, tetapi juga merawatnya melalui pemantauan rutin setiap minggu.
Proses ini menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai proyek pembelajaran berbasis kehidupan nyata (real-life learning project) yang membentuk karakter ekologis sejak dini.
#Mengajak Keluarga Bergerak: Menanam sebagai Gaya Hidup Baru
JAPRI Keluarga dirancang sebagai kampanye keluarga untuk melawan perubahan iklim dari lingkup rumah. Tasya Husna, perwakilan Divisi Publikasi Ecoton, menegaskan bahwa krisis iklim membutuhkan aksi yang dimulai dari unit paling kecil, yaitu keluarga.
“Kami ingin mengajak keluarga menjadikan menanam pohon sebagai kebiasaan, bukan acara seremonial. Ketika anak-anak didampingi orang tua, proses belajar mereka menjadi lebih kuat, dan pohon yang ditanam memiliki peluang hidup lebih tinggi,” jelasnya, Kamis 11 Desember 2025.
Program ini menyasar seluruh sekolah, baik yang berstatus Adiwiyata maupun non-Adiwiyata, memastikan akses setara bagi seluruh siswa.
Bibit yang dibagikan pun merupakan jenis produktif yang sesuai iklim local, seperti mangga, jambu, kelor, sukun, atau belimbing. Sehingga dapat tumbuh baik di halaman rumah maupun bantaran sungai.
Pendekatan ini membuat setiap pohon tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga nilai ekonomi bagi keluarga yang merawatnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel#Dari Menanam Hingga Memanen Ilmu: Pendidikan Lingkungan yang Hidup
Lebih dari sekadar penanaman pohon, JAPRI Keluarga menghidupkan pendidikan lingkungan melalui aktivitas observasi dan pencatatan mingguan. Siswa diajak mengamati perubahan tinggi batang, jumlah daun, kondisi tanah, hingga kesehatan tanaman.
Kegiatan ini menggabungkan unsur sains, kedisiplinan, empati, dan aksi nyata, menjadikannya kurikulum alam yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Amelia Febriyanti, dari Divisi Publikasi Ecoton, menambahkan bahwa warga yang ingin mengadopsi pohon dapat mengisi formulir penerimaan bibit.
“Yang bersedia memonitor dan merawat tanaman akan mendapatkan prioritas. Semakin banyak keluarga terlibat, semakin besar dampaknya bagi lingkungan kita,” ujarnya.
Dengan cara ini, JAPRI Keluarga memperluas jangkauan edukasi tidak hanya ke sekolah, tetapi juga ke rumah-rumah, menjadikannya gerakan ekologis yang inklusif.

#Mitigasi Iklim yang Dimulai dari Pekarangan Rumah
Ketika dampak perubahan iklim semakin terasa melalui cuaca ekstrem dan penurunan kualitas udara, JAPRI Keluarga menawarkan solusi yang sederhana namun efektif: menanam pohon. Setiap bibit yang tumbuh membawa manfaat nyata—menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, memperbaiki kualitas udara, hingga menguatkan ekosistem lokal.
Jika ribuan siswa ikut menanam ribuan pohon, Kecamatan Wringinanom berpotensi menjadi kawasan perintis mitigasi iklim berbasis partisipasi masyarakat. Gerakan ini menunjukkan bahwa adaptasi dan mitigasi bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga besar, tetapi bisa dimulai dari pekarangan rumah melalui aksi kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dengan semangat gotong royong yang mengalir dari keluarga ke komunitas, JAPRI Keluarga menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan sederhana. Program ini adalah ajakan penuh harapan: menjaga bumi bukanlah tugas yang berat, tapi kebiasaan baik yang bisa dimulai dari rumah—oleh tangan-tangan kecil yang membawa masa depan. ***