MEDAN — Kalau ada satu kata yang bisa menggambarkan suasana PA Padang GMKI Komisariat FMIPA Universitas Negeri Medan (UNIMED) tahun 2025, mungkin kata itu adalah hangat.
Bukan cuma karena embun Sibolangit yang menggoda tulang pagi itu, tapi karena wajah-wajah muda penuh sukacita yang berkumpul di Glenorchy Farm pada Jumat–Minggu (3–5/10/2025).
Tema yang mereka usung sederhana tapi dalem: “Bangkitlah di saat jatuhmu karena Kasih Karunia Allah” (Amsal 24:16). Sebuah kalimat yang tak cuma cocok disematkan di spanduk kegiatan, tapi juga di hati mereka yang lagi berjuang — di akademik, pelayanan, bahkan kehidupan pribadi.
#Dari Ibadah Hingga Outbound: Tuhan Turut Bermain dalam Setiap Tawa
Kegiatan dibuka dengan ibadah yang khidmat. Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Cabang Medan hadir memberi semangat.
“Kalian bukan hanya belajar di kampus, tapi juga belajar bertumbuh dalam iman dan pelayanan,” begitu pesan yang disampaikan Ketua Komisariat Iasro Mardongan Silaban, yang didampingi Sekretaris Reza Artha Mevia serta jajaran pengurus masa bakti 2024/2025.
Tapi PA Padang ini bukan cuma soal renungan dan doa. Ada sesi team building dan outbound yang bikin peserta tertawa sampai lupa lelah.
Bayangin aja, ada games seperti Susun Ayat Alkitab, Tebak Tokoh Alkitab, sampai Find Your Soulmate — iya, itu bukan kiasan — semuanya dikemas dengan nilai Kristiani yang menyenangkan.
“Permainan ini bukan sekadar hiburan,” celetuk Reza sambil tertawa kecil, “tapi juga latihan kecil untuk belajar kerja sama, empati, dan melayani satu sama lain.”
Dan ketika malam tiba, api unggun pun menyala. Lagu-lagu pujian, cerita, dan tawa berganti-ganti jadi satu suasana akrab yang hangat. Beberapa mata memang mulai sayu, tapi tak ada yang ingin malam itu cepat berlalu.
#Firman, Refleksi, dan Wawasan dari Para Senior
Dalam salah satu sesi rohani, Pdt. Dr. Beltazar Nainggolan, M.Th hadir membawakan firman Tuhan. Pesannya menukik, “Kegagalan bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan kasih karunia.”
Kalimat itu seolah menegaskan kembali tema besar PA Padang tahun ini. Tak hanya itu, para senior juga berbagi pengalaman. Ketua Purna Bakti GMKI FMIPA UNIMED memberikan refleksi soal semangat pelayanan dan soliditas yang harus terus dijaga, bahkan ketika sudah tak lagi aktif di kampus.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelKegiatan kemudian ditutup dengan ibadah penutupan bersama BPC GMKI Cabang Medan. Suasana haru bercampur bahagia. Semua berdiri, saling menatap, seolah berkata tanpa suara: “Kita udah melewati ini bareng-bareng.”
#Lebih dari Sekadar Kegiatan Rohani
Ketua Komisariat Iasro Mardongan Silaban, bersama Sekretaris Reza Artha Mevia dan jajaran pengurus, turun tangan langsung memastikan kegiatan berjalan lancar.
Menurut Erince Yonanda Siahaan, Koordinator Bidang Acara, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tapi ruang pembentukan karakter iman.
“Kami percaya, setiap anggota GMKI FMIPA UNIMED akan terus dikuatkan untuk bangkit dan bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan,” ujarnya dengan senyum penuh syukur.
Dan benar, dari awal hingga akhir, PA Padang 2025 bukan cuma tentang kegiatan — ini tentang proses. Tentang bagaimana iman diuji, persaudaraan diuji, tapi semuanya kembali pulih dalam kasih karunia.
#Bangkitlah, Sebab Kasih Itu Tak Pernah Pergi
Sebelum berkemas pulang, satu pesan kembali digaungkan: Bangkitlah di saat jatuhmu.
Karena pada akhirnya, kasih karunia Allah bukan sekadar kata dalam tema, tapi napas dalam perjalanan hidup.
Dari Glenorchy Farm, di antara kabut pagi dan suara serangga malam, para kader GMKI FMIPA UNIMED meneguhkan satu hal — bahwa iman yang tumbuh bersama tak akan mudah tumbang. Bahwa jatuh pun bisa jadi bagian dari kebangkitan.
Dan bahwa pelayanan yang tulus akan selalu menemukan jalannya pulang: kepada kasih karunia itu sendiri.***