Lewati ke konten

Ecoton Raih Booth Terbaik di Green Jobs Festival 2026, Ungkap Temuan Nanoplastik dalam Darah

| 3 menit baca |Mikroplastik | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Festival Green Jobs 2026 di Surabaya mengungkap paparan mikroplastik hingga nanoplastik pada manusia, sekaligus mendorong solusi pengurangan limbah plastik rumah tangga.

Booth Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) meraih penghargaan sebagai booth pameran terbaik dalam Green Jobs Festival–Go Forest Jatim 2026 di Hall Airlangga Medical Education Centre, Kampus A Universitas Airlangga, Sabtu, 18 April 2026.

Stan dengan kordinator Tasya Husna ini, menarik perhatian lewat uji mikroplastik gratis bagi pengunjung. Sekitar 50 orang mengikuti pengujian menggunakan mikroskop portabel.

Dalam pengujian itu pengunjung diminta mengusap kulit wajah atau tangan dengan tisu khusus, lalu sampel diamati melalui layar monitor. “Saya kira mikroplastik hanya ditemukan di air saja, “ ucap Irfan, Mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini di depan penguji kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, Sabtu, (18/4/2026).

“Saya kaget ketika uji mikroplastik di tangan dan menemukan beberapa jenis fiber di kulit tangan saya,” sambung Irfan.

Paparan mikroplastik pada kulit, diduga berasal dari udara kota yang telah tercemar. Partikel ini muncul dari berbagai sumber, termasuk gesekan ban kendaraan dan pembakaran sampah plastik.

Selanjutnya Rafika sendiri menjelaskan hasil pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan didominasi jenis fiber, film, dan fragmen. “Selama pameran ini kami telah memeriksa lebih dari 50 pengunjung dari berbagai kampus dan komunitas. Hasilnya memperlihatkan paparan mikroplastik sudah dekat dengan aktivitas harian,” ujar Rafika.

#Temuan Nanoplastik dalam Sperma dan Darah

Ecoton juga mempublikasikan hasil riset awal terkait nanoplastik. Partikel plastik berukuran sangat kecil ditemukan dalam sampel biologis manusia di Jawa Timur.

“Kami melakukan uji pendahuluan terhadap cairan sperma dari empat relawan dan 40 sampel darah perempuan di Jawa Timur. Dengan Scanning Electron Microscope, ditemukan nanoplastik dalam darah dan sperma,” kata Rafika.

Temuan itu, lanjut Rafika, menunjukkan risiko yang lebih serius. Ukuran nanoplastik memungkinkan partikel masuk ke dalam sel darah merah. Kondisi ini berpotensi memicu inflamasi hingga gangguan fungsi organ.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Sementara itu Tasya Husna, menilai publik perlu segera memahami ancaman ini. “Kami perlu mengkampanyekan isu nanoplastik kepada masyarakat luas, agar penggunaan plastik sekali pakai bisa ditekan,” ujar Tasya.

Antusiasme pengunjung memadati booth Ecoton, menyimak penjelasan Kepala Laboratorium Rafika tentang temuan mikroplastik yang kian dekat dengan kehidupan sehari-hari. | Dok Ecoton

Respons pengunjung menunjukkan kekhawatiran serupa. “Jujur kaget pertama kali menemukan mikroplastik di permukaan kulit. Sumbernya dari udara yang sudah terkontaminasi, terutama dari kendaraan dan pembakaran sampah,” sambung Adit, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.

#Popok Kain Bumbi Tekan Limbah Plastik

Selain menyampaikan temuan ilmiah, Ecoton juga memperkenalkan popok kain modern dengan merek Bumbi sebagai alternatif pengurangan limbah plastik.

Produk ini lahir dari kekhawatiran terhadap pencemaran sungai, termasuk Sungai Brantas dan Kali Surabaya, yang dipenuhi sampah popok sekali pakai. Limbah tersebut menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran air di kawasan perkotaan.

Popok kain Bumbi dirancang dapat dicuci dan digunakan berulang kali. Material lembut dipadukan dengan sistem penyerap efisien serta desain praktis untuk kenyamanan bayi.

Inisiatif ini mendorong perubahan perilaku rumah tangga agar mengurangi ketergantungan pada produk sekali pakai. Upaya tersebut diharapkan menekan timbulan sampah plastik sekaligus mengurangi sumber mikroplastik di lingkungan.

Melalui kombinasi edukasi dan inovasi produk, Ecoton memperluas kampanye pengendalian pencemaran plastik. Festival ini menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan ilmiah dan langkah praktis yang bisa diterapkan masyarakat sehari-hari.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *