- Artis muda Jofanny menyita perhatian ratusan siswa saat pemutaran Good Morning Tomorrow di tepian Kali Surabaya. Melalui film karya PJT I–ECOTON, ia mengajak generasi muda memelihara warisan sungai.
- “Gimana keadaan sungaiku besok hari?” Pertanyaan menohok dari Jofanny, pemeran utama Good Morning Tomorrow, sukses membakar kesadaran ratusan pelajar Gresik dan Sidoarjo untuk bersama merawat aliran Kali Surabaya.
- Mengutip pesan mendalam kakek neneknya, Jofanny menegaskan sungai adalah warisan berharga. Aksi nyatanya dalam film Good Morning Tomorrow menginspirasi Gen Z agar tidak merelakan sungai diwariskan dalam kondisi kotor.
- Pendekatan lugas Jofanny dalam Good Morning Tomorrow mendapat apresiasi hangat dari kalangan pendidik. Film edukatif ini terbukti efektif menggugah kepedulian siswa terhadap krisis air baku yang kian mengancam.
- Kolaborasi PJT I dan ECOTON yang dibintangi Jofanny membuktikan anak muda sanggup menjadi penggerak lingkungan. Lewat tayangan Good Morning Tomorrow, ia mengajak masyarakat menjaga masa depan Kali Surabaya.
SOSOK pemuda itu duduk di hadapan ratusan siswa dari Gresik dan Sidoarjo yang sedang berkumpul di Taman Suaka Ikan Kali Surabaya. Ialah, Jofanny, artis muda pengelola REFILIN di ECOTON. Jofanny menjadi perhatian para siswa saat itu, karena ia sosok utama di balik film Good Morning Tomorrow.
Melalui rekam jejak aksi dan pemikirannya, Jofanny mengajak generasi muda, melihat krisis Kali Surabaya dari sudut pandang yang jauh lebih personal.
Dalam sesi diskusi usai pemutaran film, Jofanny tak hanya menjelaskan paparan teknis belaka. Ia juga melontarkan pertanyaan yang cukup membawa para peserta tersengat kesadarannya.
“Kenapa judulnya Good Morning Tomorrow? Sebenarnya ini refleksi untuk teman-teman semua. Setelah selesai menonton film ini, kalian juga harus punya pertanyaan yang sama: Gimana keadaan sungaiku besok hari? Apakah sudah berubah?” ujar Jofanny dalam acara Primiere Nonton Bareng Good Morning Tomorrow, di bantaran Kali Surabaya itu, Jumat (9/10/2026)
Bagi Jofanny, sungai tak seperti yang banyak dilihat orang, berupa bentangan air mengalir melintasan kawasan desa maupun kota. Tetapi ada semacam sejarah yang saat ini sudah mulai memudar.
Mengutip pesan mendalam dari kakek dan neneknya, ia menegaskan, bahwa sungai merupakan warisan berharga yang harus dijaga keberlanjutannya secara turun-temurun.

“Dulu kakek nenek saya selalu bilang sungai ini adalah warisan. Artinya, sungai ini diturunkan untuk kalian, berarti kalian punya kewajiban menjaga sampai diturunkan lagi ke generasi setelah kalian. Kalau sungainya kotor, bau, dan penuh sampah, kira-kira kalian rela tidak anak cucu kalian menerima kondisi seperti itu?” tutur Jofanny yang disambut keheningan para peserta.
Gaya pendekatan Jofanny yang lugas dan dekat dengan realitas generasi sekarang, yang biasa disebut Gen Z. Mendapat apresiasi hangat dari pendidik, Ernie Musinatin, SMAN 1 Tarik, Sidoarjo,
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Guru Biologi ini mengaku tersentuh, melihat kegiatan anak muda seperti Jofanny. Bagaimana ia dalam mengemas isu lingkungan hidup melalui media visual yang menggugah.
“Saya sangat mengapresiasi karya Mas Jofanny. Ternyata generasi muda bisa membuat karya yang begitu bagus dan menyentuh. Media film seperti ini sangat efektif dan persuasif untuk mengajak anak-anak kita menjaga kondisi lingkungan, terutama sungai,” ungkap Ernie.
PJT Apresiasi Aksi Jofanny
Film yang dibintangi bersama Ellena Go ini, selain memantik kepedulian anak muda, juga turut memperoleh dukungan dari pihak pengelola sumber daya air. Agung Wicaksono dari Perum Jasa Tirta (PJT) I menilai aksi serta kolaborasi yang diusung Jofanny dan tim ECOTON menjadi modal penting dalam mengedukasi generasi penerus.
Melalui film Good Morning Tomorrow dan dialog interaktif di tepian sungai, Jofanny berhasil membuktikan bahwa anak muda tidak hanya menjadi penonton krisis lingkungan, melainkan sanggup menjadi penggerak utama untuk memastikan Kali Surabaya tetap mengalirkan kehidupan bagi masa depan.***