Lewati ke konten

Nowaste Surabaya Gencarkan Aksi Botol Pribadi di CFD Demi Lawan Mikroplastik

| 4 menit baca |Mikroplastik | 21 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Redaksi
Terverifikasi Bukti

Kampanye “Bring Your Bottle Challenge” di Car Free Day Taman Bungkul, Surabaya membuka mata publik tentang ancaman mikroplastik dalam tubuh manusia. Mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Jatim dan Nowaste Surabaya mengajak masyarakat membawa botol minum pribadi sebagai langkah sederhana, konkret, dan berdampak bagi lingkungan.

#Kampanye Botol Pribadi untuk Melawan Krisis Plastik

Edukasi yang membuka mata. Tim Nowaste Surabaya menjelaskan temuan mikroplastik dalam tubuh manusia, dari ASI hingga ibu hamil — bukti bahwa krisis plastik bukan lagi isu lingkungan saja, tetapi menyangkut kesehatan generasi masa depan. | Foto: NoWaste

KESADARAN akan ancaman mikroplastik kembali digaungkan di ruang publik, Ahad, 23 November 2025 oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Kampanye bertajuk “Bring Your Bottle Challenge” di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Surabaya dengan mengusung tema sadar lingkungan. Kegiatan ini menggandeng komunitas Nowaste Surabaya untuk memperkuat pesan bahwa krisis plastik bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut kesehatan manusia.

Koordinator Volunter dan Riset ECOTON, Sofie Azilani Aini, yang turut mendukung kegiatan ini menjelaskan bahwa pemilihan lokasi CFD bukan tanpa alasan. “Taman Bungkul dipilih karena setiap akhir pekan menjadi ruang terbuka tempat berkumpulnya masyarakat lintas usia. Karena kami melihat di tengah keramaian ini, kebiasaan membawa botol minum pribadi masih minim,” ujarnya.

Banyak pengunjung masih mengandalkan minuman kemasan dan kantong kresek yang kian memperparah volume sampah plastik sekali pakai.

Melalui kampanye ini, mahasiswa HI UPN Veteran Jatim ingin mendorong perubahan pola konsumsi dari langkah kecil. “Membawa botol sendiri ke ruang publik, “ ucap Sofie.

Booth kampanye yang didirikan di area CFD dikemas menarik dan komunikatif dengan menghadirkan poster visual tentang jejak mikroplastik dalam tubuh manusia, standing banner kampanye, hingga contoh botol minum reusable.

Pengunjung yang datang dengan botol minum pribadi mendapat tas kain dan stiker “Green Hero” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mereka dalam mengurangi plastik sekali pakai.

Perubahan dimulai dari partisipasi. Pengunjung CFD yang membawa botol minum pribadi menerima tas kain dan stiker “Green Hero” sebagai apresiasi — langkah kecil yang bermakna untuk membangun budaya minim plastik di Surabaya. | Foto: Dok Nowaste

#Fakta Mikroplastik Mengejutkan Pengunjung

Sesi edukasi yang dibawakan tim Nowaste Surabaya menjadi pusat perhatian pengunjung. Melalui poster visual dan penjelasan langsung, masyarakat diperlihatkan fakta yang jarang tersampaikan ke publik, mikroplastik telah ditemukan dalam 2,3 partikel per mililiter ASI dan 26 dari 34 ibu hamil terbukti terkontaminasi.

“Informasi itu membuat banyak pengunjung terkejut, terlebih setelah mengetahui bahwa mikroplastik bisa masuk ke tubuh melalui makanan, udara, hingga memengaruhi sistem hormon bayi,” terang Sofie.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan wawancara singkat untuk mengetahui tingkat pemahaman pengunjung tentang mikroplastik. Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat baru mengetahui besarnya ancaman mikroplastik setelah melihat pameran edukatif di booth.

Interaksi visual dan interaktif dinilai menjadi kekuatan utama kampanye ini—pesan pendidikan terasa inklusif, tidak menggurui, dan mengajak masyarakat berefleksi tentang pola hidup sehari-hari.

Antusiasme publik tampak nyata dari banyaknya pengunjung yang berhenti, bertanya, berdiskusi, hingga mulai mempertimbangkan penggunaan botol pribadi sebagai rutinitas.

Seorang pengunjung memberi masukan bahwa kampanye tidak semestinya hanya terbatas pada ruang publik perkotaan seperti CFD, tetapi juga perlu menyasar pasar tradisional dan pelaku usaha kecil yang masih sangat menggantungkan usahanya pada plastik sekali pakai.

Masukan itu menjadi refleksi penting bagi mahasiswa dan Nowaste Surabaya. Gerakan peduli lingkungan, menurut Sofie, tidak boleh hanya beresonansi di ruang publik kota, tetapi juga menjangkau komunitas akar rumput yang setiap hari berhadapan dengan pilihan praktis plastik sekali pakai. Perubahan budaya membutuhkan penyadaran kolektif, dari masyarakat kota hingga komunitas pasar.

Dengan energi kampanye ini, “Bring Your Bottle Challenge” bukan hanya acara sehari di CFD, melainkan pijakan membangun kebiasaan baru—membawa botol sendiri sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan sekaligus kesehatan manusia. Pesan utamanya jelas: perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana yang konsisten.***

 

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *