SURABAYA — Minggu (12/10/2025), suasana Kali Brantas nggak cuma basah karena air, tapi juga penuh semangat. Bukan semangat ngopi atau selfie ala influencer, tapi semangat tim Ecoton yang lagi “ngintir” sungai Brantas sebagai bentuk syukur atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi Gubernur Jawa Timur dan Menteri PU soal kasus ikan mati massal di Kali Brantas.
“Kami bersyukur atas putusan MA yang bersifat inkrach van gewijsde, alias putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap dan nggak bisa diganggu-gugat,” ujar Alaika Rahmatullah, koordinator kampanye Ecoton. Ekspresinya serius, tapi matanya berbinar—mungkin karena rindu berenang di sungai yang bersih.
#Besuk Sungai Brantas: Dari Batu Malang sampai Surabaya
Untuk mengekspresikan rasa syukurnya, tim Ecoton nggak mau sekadar bikin pernyataan pers atau konferensi ala pejabat. Mereka memilih cara lebih “hidup”: susur sungai Brantas dari sumbernya di Batu, Malang, sampai Jagir, Surabaya. Program ini dinamai Besuk Sungai Brantas, dengan misi ngajak masyarakat Jatim mencintai sungai yang jadi sumber kehidupan sekaligus lumbung pangan nasional.
“Kemenangan ini adalah hadiah ulang tahun buat Jawa Timur,” kata Prigi Arisandi, koordinator program Besuk Sungai. “Makanya kami bakal berenang, jalan kaki, bersepeda, dan berperahu sepanjang Brantas untuk menunjukkan kondisi sungai dan mengajak warga di DAS (Daerah Aliran Sungai) supaya lebih peduli.”
#Rute Ngintir Sungai yang Bikin Pejabat Melongo
Tim Ecoton sudah menyiapkan rute lengkap susur Brantas yang bikin agenda pejabat kelihatan main-main:
- 12-15 Oktober: Susur Kali Surabaya, Mlirip–Jagir
- 16-18 Oktober: Sumber Brantas–Kota Malang
- 19-22 Oktober: Malang–Karangkates–Wlingi–Tulungagung
- 24-27 Oktober: Tulungagung–Kediri
- 28-31 Oktober: Kediri–Megaluh, Jombang
- 2-5 November: Jombang–Mlirip

WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelSetiap titik perjalanan bukan cuma buat selfie atau TikTok-an. Tim Ecoton punya misi serius:
- Inventarisasi sumber pencemaran limbah cair industri.
- Inventarisasi timbulan sampah dan pohon plastik (yes, literally).
- Identifikasi komunitas peduli Brantas.
- Sosialisasi putusan MA terkait kewajiban Gubernur Jatim, Menteri PU, dan Menteri LH untuk melaksanakan 10 tuntutan Ecoton.
- Uji kualitas air dan pelanggaran pemanfaatan bantaran.
- Uji mikroplastik—ya, mikroplastik. Kalau mikroskop bisa nangis, air sungai juga pasti.
#Ngintir Bukan Hanya Aktivitas, Tapi Pesan
Daru Setyorini, Alaika Rahmatullah, Prigi Arisandi, Amirudin Muttaqin, dan Thara Bening Sandrina, yang tergabung dalam River Warrior Ecoton, tampak tak kenal lelah. “Kami nggak cuma susur sungai, tapi juga mau ngabarkan realita sungai Brantas ke masyarakat,” kata Alaika.
Dengan cara ini, tim Ecoton berharap masyarakat nggak cuma tahu kalau ikan mati massal itu masalah serius, tapi juga memahami pentingnya sungai bersih buat kehidupan sehari-hari. Dan bagi pejabat yang mungkin masih mikir Brantas cuma “jalur air biasa”, mereka siap mengingatkan: sungai ini harta rakyat, bukan properti pribadi.
Kalau semua berjalan lancar, tahun depan mungkin Brantas bisa jadi sungai yang layak untuk berenang tanpa risiko gatal, iritasi, atau ikan mati massal lagi. Tapi untuk sekarang, tim Ecoton sudah memulai langkah pertama: ngintir kali Brantas sambil tersenyum, basah-basahan, dan membawa pesan tegas: sungai ini bukan mainan pejabat.***