Surabaya – Ada momen ketika hp murah berhenti sekadar “cukup”, lalu mulai sok jagoan. Realme 15x 5G masuk panggung dengan gaya seperti itu, membawa baterai 7.000 mAh yang disebut “Titan”, layar 144Hz untuk gulir secepat kasir minimarket saat jam pulang kantor, dan rating IP69 yang biasanya nongol di perangkat semi-rugged. Kamera 50MP di depan dan belakang, charger 60W (dalam boks 80W), serta klaim “400% Ultra Volume” menambah bumbu marketing yang renyah. Di sisi lain, panelnya masih HD+, yang buat sebagian orang terasa seperti nonton film bagus tapi kursinya deret samping.
Jadi, apakah Realme 15x 5G ini cuma gimmick kemasan, atau benar-benar bikin nyaman dipakai lama, secara hurufiah lama, karena baterainya gede? Kita bongkar satu per satu, tanpa basa-basi brosur.

Ringkasan Spesifikasi & Harga: “Raga Kuat, Otak Irit”
Empat hal yang langsung mencolok dari Realme 15x 5G: daya tahan, ketahanan air/debu, layar kencang, dan kamera ganda 50MP. Chipsetnya MediaTek Dimensity 6300 (6 nm) yang irit, lebih cocok buat sosial media dan gim ringan–menengah ketimbang AAA mobile. Bodinya 212 gram, ada bobotnya, namun tebalnya masih 8,28 mm, rapi untuk baterai segede itu. Sistemnya sudah Android 15 dengan realme UI 6.0, satu paket fitur “AI Edit Genie”, reverse charging, hingga mode sentuh saat layar basah. Harga India mulai ₹16.999; di Indonesia belum resmi, tapi media lokal melempar angka “mulai 3,2 jutaan” sebagai gambaran kurs.
Spesifikasi inti (resmi)
-
Layar: 6,8” IPS, HD+ 1570×720, hingga 144Hz, 180Hz touch sampling, puncak 1200 nit
-
Chipset: MediaTek Dimensity 6300 (6 nm, hingga 2,4 GHz), GPU Mali-G57 MC2
-
RAM/Storage: 6/128 GB, 8/128 GB, 8/256 GB, ekspansi RAM virtual hingga 18 GB (8 GB fisik + 10 GB virtual) dan slot microSD (hybrid)
-
Kamera: Belakang 50 MP Sony IMX852 f/1.8 (1/2.93”), Depan 50 MP OV50D40 (1/2.88”), rekam 1080p 30 fps (belakang), 1080p 30/60 fps (depan)
-
Baterai & Isi Ulang: 7.000 mAh (typ), 60W SUPERVOOC (adapter 80W di dalam boks), reverse charging 6,5W
-
Ketahanan: IP69 (Pro) + klaim military-grade shock resistance (jatuh sampai 2 m)
-
Dimensi & Bobot: 166,07×77,93×8,28 mm; 212 g
-
OS: realme UI 6.0 (Android 15)
Harga India & Perkiraan Rupiah (kurs indikatif ± Rp188/₹):
| Varian | Harga India | Perkiraan IDR |
|---|---|---|
| 6/128 GB | ₹16.999 | ~Rp3,19 juta |
| 8/128 GB | ₹17.999 | ~Rp3,39 juta |
| 8/256 GB | ₹19.999 | ~Rp3,76 juta |
Catatan: Ketersediaan Indonesia belum diumumkan resmi per 2 Oktober 2025; beberapa media lokal menulis “mulai Rp3,2 jutaan”. Anggap ini gambaran kurs, bukan harga resmi.

Kencang di Gulir, Tahan di Jalan
Empat–lima hal berikut adalah yang paling terasa dipakai harian: layar mulus, baterai panjang, bodi yang terasa solid, kamera selfie nggak main-main, dan speaker yang bertenaga. Namun panel HD+ di 6,8 inci bisa bikin teks tak setajam AMOLED FHD+ kompetitor. Dimensity 6300 enak untuk Tiktok-IG-YouTube dan gim kasual; untuk judul berat, harap maklum setelan harus direndahkan. Bobot 212 gram ada konsekuensinya: tangan kiri agak kerja lembur, tapi imbalannya jarang cari colokan.
Layar (144Hz, 1200 nit): “Mulus ala angkot kosong, tapi ketajaman bukan yang utama”
Di kelas harga ini, 144Hz itu nilai jual—scrolling terasa luwes, animasi UI halus. Puncak 1200 nit membantu di luar ruangan, meski IPS bukan tandingan kontras AMOLED. Resolusi HD+ di 6,8 inci bikin kerapatan piksel biasa saja; kalau Anda hobi baca panjang, ini faktor penting. Untuk casual gaming, frame pacing terasa stabil selama gimnya ringan.
Performa (Dimensity 6300, 6 nm): “Irit, stabil, realistis”
Dimensity 6300 adalah mesin irit yang fokus stabilitas, bukan adu skor. Multitasking ringan aman, social media lancar, editing pendek masih oke. Game berat bisa jalan, namun di setelan grafis wajar agar suhu tetap adem. Realme UI 6 berbasis Android 15 terasa ringan, dengan bumbu fitur AI secukupnya.
Kamera (50MP + 50MP): “Selfie tim besar, kamera utama cukup”
Setup unik—dua 50MP (belakang Sony IMX852, depan OV50D40). Siang hari, detail oke dan warna natural asalkan cahaya cukup; malam hari butuh tangan stabil. Video 1080p 30 fps di belakang dan hingga 60 fps di depan cocok untuk vlogging ringan; tidak ada 4K, tapi dual-view dan cinematic memberi variasi konten. Untuk kelas harga, kamera depan 50MP adalah kartu truf buat video call dan live.
Baterai & Termal (7.000 mAh, 60W): “Marathon runner yang nggak drama”
Baterai 7.000 mAh membuat screen-on time tebal, dan 60W SUPERVOOC menghapus rasa cemas saat lupa isi. Realme juga memasang bypass charging untuk menjaga umur sel (klaim 1.600 siklus). Secara termal, bodi besar memberi ruang sebar panas lebih baik; tetap saja, sesi gaming panjang sebaiknya di setelan menengah. Reverse charging 6,5W berguna buat earbuds atau perangkat kecil lain.
Input, Haptik & Audio: “Ngetik mantap, suara lantang”
Tak ada keyboard/trackpad fisik di ponsel, jadi kita bicara keyboard virtual + haptik. Getaran tuts terasa cukup presisi untuk ngetik cepat; layar besar memudahkan thumb typing. Speaker tunggal dengan klaim “400% Ultra Volume” memang keras—cukup menggetarkan meja kayu—meski detail audio bukan kelas musik serius. Mode Speaker Cleaner dan Smart Touch (layar bisa disentuh saat basah/sarung tangan) terasa fungsional, bukan gimmick.
Tabel Spesifikasi Singkat (ringkasan yang paling relevan)
| Item | Detail |
|---|---|
| Layar | 6,8” IPS, HD+ (1570×720), hingga 144Hz, 180Hz touch sampling, 1200 nit (HBM) |
| SoC | MediaTek Dimensity 6300 (6 nm, hingga 2,4 GHz), Mali-G57 MC2 |
| RAM/Storage | 6/128, 8/128, 8/256 GB; ekspansi RAM virtual hingga total 18 GB; microSD (hybrid) |
| Kamera | Belakang 50MP Sony IMX852 f/1.8; Depan 50MP OV50D40; 1080p hingga 60 fps (depan) |
| Baterai | 7.000 mAh (typ), 60W SUPERVOOC; adapter 80W di boks |
| Konektivitas | 5G SA/NSA, Wi-Fi 5, BT 5.3, USB-C; GNSS lengkap |
| Ketahanan | IP69 (Pro), klaim military-grade shock resistance |
| Dimensi/Bobot | 166,07×77,93×8,28 mm; 212 g |
| OS | realme UI 6.0 (Android 15) |
| TDP | — (tidak dipublikasikan untuk SoC mobile) |
Fitur Unggulan vs Gimmick: “Mana yang beneran kepakai?”

Di kelas 3 jutaan, yang benar-benar kerja rodi itu baterai 7.000 mAh, charging 60W, dan IP69, tiga serangkai yang bikin hp ini betah diajak lembur hujan-hujanan. 144Hz memang licin buat scroll, tapi panel HD+ bikin teks tipis terasa seperti lihat menu warteg dari kejauhan, memang kebaca, cuma nggak nikmat dilihatnya. Selfie 50MP jadi pembeda buat live dan meeting dadakan, ini kartu trufnya. Sementara “400% Ultra Volume” dan AI Edit Genie rasanya seperti sambal ekstra: enak kalau ada, tapi bukan alasan utama ngeluarin dompet.
Perbandingan Singkat Kompetitor: “AMOLED tajam vs baterai Titan”
Sebelum menentukkan pilihan, intip lawannya yang populer di segmen ini.
| Model | Layar | Chipset | Baterai | IP Rating | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Realme 15x 5G | 6,8” IPS 144Hz HD+ | Dimensity 6300 | 7.000 mAh, 60W | IP69 | Kamera depan 50MP; bobot 212 g |
| Samsung Galaxy A15 5G | 6,5” AMOLED 90Hz FHD+ | Dimensity 6100+ | 5.000 mAh, 25W | — | Layar tajam; ekosistem Samsung kuat |
| Redmi 13 5G | 6,79” 120Hz (FHD+) | Snapdragon 4 Gen 2 AE | 5.030 mAh, 33W | IP53 | Kamera 108MP; harga sering agresif |
| Infinix Note 40 5G | 6,78” AMOLED 120Hz FHD+ | Dimensity 7020 | 5.000 mAh, 33–45W (+fitur ekstra) | — | Fitur melimpah; layar AMOLED |
Terjemahan cepat: kalau Anda prioritas layar tajam dan warna pop, AMOLED kompetitor terasa lebih “wah”. Jika prioritasnya daya tahan ekstrem, anti-air serius, dan endurance baterai, Realme 15x 5G unggul.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel
