Lewati ke konten

Vivo V60 Lite 4G & 5G (2025): Baterai Jumbo, Layar Mulus—dan Dilema “Lite” yang Tak Pernah Usai

| 15 menit baca |Etalase | 56 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Marga Bagus Editor: Supriyadi

Surabaya – Ada hal yang selalu sama tiap kali seri “Lite” mampir ke meja redaksi: ekspektasi dompet ingin senyum, ekspektasi performa ingin menjerit. Vivo V60 Lite datang membawa janji yang mudah disukai: layar AMOLED 120 Hz yang lega, baterai 6.500 mAh, desain tipis, plus banderol yang, untuk ukuran 2025, masih ramah. Versi 5G menonjolkan Dimensity 7360-Turbo dan fitur IP65 dengan trik “Water Ejection” ala ponsel mahal. Versi 4G lebih hemat, chipset Snapdragon 685, mencoba memeluk kebutuhan harian tanpa drama. Di Indonesia, keduanya resmi dijual hari ini, jadi kita tak lagi berandai-andai. Yang menarik, selisih harga 4G vs 5G cukup menggoda untuk bikin banyak orang bimbang di etalase.

Intinya, V60 Lite 5G cocok untuk mereka yang mengincar layar mulus dan baterai panjang dengan jaringan masa kini, sementara 4G menyasar pengguna yang sinyal 5G-nya masih “jarang lewat” tapi butuh ponsel awet tanpa repot ngecas. Namun, sebagaimana tradisi seri “Lite”, ada juga bumbu gimmick yang perlu disaring biar tidak kebanyakan gula. Mari kita bedah pelan-pelan, pakai kacamata pengguna, bukan brosur.

Vivo V60 Lite 4G & 5G
Tampilan Vivo V60 Lite 4G & 5G dalam genggaman tangan. Photo dari vivo.com

“Lite” yang Nggak Lite Lite Amat

V60 Lite 5G sudah berani bawa AMOLED 6,77 inci 120 Hz, puncak kecerahan sampai 3.000 nit, dan bobot masih di 194 gram yang enak digenggam. Chip Dimensity 7360-Turbo 4 nm plus RAM besar dan penyimpanan UFS 3.1 membuatnya terdengar “tidak lite” sama sekali untuk aktivitas harian. Yang 4G tak sekuat itu di atas kertas, tetapi masih aman untuk sosial media, navigasi, dan foto keluarga. Soal daya, 6.500 mAh dengan pengisian cepat 90W (5G) dan 80–90W (4G, tergantung wilayah) jelas jadi headline. Untuk hujan gerimis sampai debu halus, rating IP65 di 5G terasa seperti payung yang akhirnya dibawa, bukan dilupakan.

Ringkasan Spesifikasi & Harga

Spesifikasi Vivo V60 Lite 4G & 5G
Ruang penuimpanan dan memory Ram Vivo V60 Lite 4G & 5G. Foto dari vivo.com

Kabar baik: Vivo merilis dua varian V60 Lite di Indonesia, lengkap dengan opsi RAM/penyimpanan yang relevan. Banderolnya menempatkan 4G sebagai opsi “aman” di kelas Rp3–4 jutaan, sementara 5G menyasar kelas Rp5–6 jutaan. Periode pre-order 2–8 Oktober 2025 juga disiapkan, jadi early adopters bisa langsung amankan unit. Berikut tabel harganya agar tidak perlu hitung-hitungan di parkiran mal.

Tabel Harga Resmi V60 Lite (ID)

Varian RAM/Storage Harga Rilis
V60 Lite 4G 8/128 GB Rp3.599.000
V60 Lite 4G 8/256 GB Rp3.999.000
V60 Lite 5G 8/256 GB Rp4.999.000
V60 Lite 5G 12/512 GB Rp5.999.000
Sumber: detikINET (pre-order 2–8 Okt 2025) dan konfirmasi media lokal; CNN juga menulis “mulai Rp3,5–3,6 jutaan.”

Rasa Pakai Seharian: Mata, Jempol, dan Baterai yang Berbicara

Mode ultra game Vivo V60 Lite 5G
Mode ultra game Vivo V60 Lite 5G. Gambar dari vivo.com

Empat hal yang paling terasa di ponsel kelas menengah itu sederhana: layar enak dilihat, performa tidak ngesot waktu aplikasi berat, kamera tidak “terserah malam,” dan baterai yang tidak bikin hidupmu berputar di kabel charger. V60 Lite 5G dan 4G menjawabnya dengan cara berbeda: satu main aman di harga, satu lagi kasih payung IP dan 5G biar langkah lebih pede. Keduanya sama-sama bawa AMOLED 120 Hz dan baterai 6.500 mAh, jadi fondasinya sudah “kenyang.” Setelah seminggu ritme harian yang realistis—chat, maps, scrolling, sesekali game—terasa jelas mana yang lebih cocok buat kamu: si 5G yang “lengkap” atau si 4G yang “hemat tapi niat.” Intinya, kita bedah yang kamu rasakan, bukan yang brosur teriakkan.

Layar: 120 Hz yang Bikin Jempol Betah

Sebelum ngomong angka, yang pertama kamu rasakan adalah “halusnya geser.” Itu efek 120 Hz yang susah ditinggalkan setelah dicoba. Di luar ruangan, keunggulan 5G juga makin terasa berkat puncak kecerahan yang lebih tinggi, bikin notifikasi tetap kebaca meski matahari lagi bawel.

Inti pembahasan: Panel AMOLED 6,77 inci FHD+ 120 Hz di kedua varian bikin scrolling dan animasi UI mulus. V60 Lite 5G menawarkan puncak kecerahan yang lebih agresif untuk outdoor, sementara 4G tetap nyaman indoor dan semi-outdoor. Ada opsi pengaturan 60/120 Hz untuk hemat daya, dan warna bawaannya cenderung “ramah mata” (tidak terlalu gonjreng). Untuk konten streaming, tone kulit tampak natural; yang mengejar akurasi bisa mainkan profil warna bawaan. Kalau kamu banyak baca di malam hari, mode gelap + kecerahan rendah cukup aman untuk sesi panjang—tetap ingat, mata manusia juga butuh jeda.

Performa: Harian Gesit, Gaming Santai

Tidak semua orang butuh skor benchmark; yang dibutuhkan adalah “buka kamera nggak nunggu, pindah aplikasi nggak ngeden.” Di sinilah selisih varian mulai terasa. 5G dengan fabrikasi lebih modern memberikan ruang napas ekstra saat kamu multitasking.

Inti pembahasan: V60 Lite 5G dengan Dimensity 7360-Turbo (4 nm) + storage cepat sanggup jaga ritme harian tetap lincah, dari navigasi Maps, edit foto ringan, sampai game MOBA dengan target frame yang mulus pada seting sedang. V60 Lite 4G dengan Snapdragon 685 aman untuk sosmed, email, note, dan game kasual; ketika dipaksa lari jauh (mis. record video sambil pindah-pindah app), akan terasa jeda ekstra di transisi. Untuk kerja mobile (Docs, Drive, WhatsApp Business) dua jam nonstop, 5G terasa lebih konsisten, sementara 4G “cukup” asalkan kamu disiplin menutup background yang tidak dipakai.

Kamera: Siang Tajam, Malam Perlu Akal

Kamera itu seperti nasi rames: lengkap lebih enak, tetapi porsi utama yang menentukan kenyang. Varian 5G bawa menu lebih komplet dengan sensor utama yang oke dan ultrawide untuk komposisi lega. Varian 4G cukup buat keperluan dokumentasi harian—asal sadar batasnya.

Inti pembahasan: V60 Lite 5G mengandalkan 50 MP (Sony IMX882) + 8 MP ultrawide + 32 MP selfie. Siang hari, detail dan dynamic range rapi; malam hari, mode malam membantu, tapi tetap lebih ideal untuk human subject & city light ketimbang landscape gelap total. Video hingga 4K pada 5G cocok buat vlog singkat; stabilisasi cukup untuk jalan santai. V60 Lite 4G biasanya 50 MP + sensor pendamping sederhana, tanpa ultrawide—hasil siang oke, malam lebih cepat noise; idealnya, pasangkan dengan sedikit editing atau pencahayaan tambahan. Kalau kamu suka konten gaya “potret ala studio,” fitur AI Portrait bawa karakter yang manis tanpa over-smooth berlebihan asal tidak kebablasan di slider.

Baterai & Termal: Maraton Seharian Tanpa Drama

Daya tahan itu bukan sekadar angka mAh; ini soal ritme harian tidak diputus sesi ngecas panjang. Untungnya, dua varian sama-sama bawa baterai jumbo dan pengisian yang kencang untuk kelasnya.

Inti pembahasan: Kapasitas 6.500 mAh membuat pola pagi–malam aman untuk pemakaian normal (chat, streaming 1–2 jam, kamera sesekali, navigasi). Pada V60 Lite 5G, 90W memberi rasa “isi bentar lanjut” yang adiktif; 10–15 menit cas bisa menolong beberapa jam aktivitas ringan. Mode Bypass Charging saat main game sambil dicolok membantu menekan panas dan degradasi—pakai saat perlu saja. Secara termal, 5G lebih stabil di sesi panjang; 4G akan hangat lebih cepat saat beban tinggi, jadi atur ekspektasi dan set grafik sesuai target.

Keyboard di Layar & Haptics: Mengetik Cepat, Getar Cukup Presisi

Yang bikin betah bukan cuma layar mulus, tetapi juga rasa “klik” di ujung jari. Getaran yang pas bikin typo berkurang dan ritme chat lebih cepat. Suara stereo juga membantu saat kirim voice note sambil baca chat.

Inti pembahasan: Di frekuensi 120 Hz, animasi papan ketik terasa responsif, dan jeda sentuh minim untuk balas cepat. Haptics masuk kategori cukup presisi—bukan level flagship yang “buttery”, tapi tidak kosong juga. Stereo speaker memberi panggung lebih lapang untuk video pendek dan panggilan loudspeaker; volume lantang tanpa mudah pecah di 70–80%. Untuk yang suka mengetik panjang, aktifkan vibration feedback ringan saja agar tangan tidak cepat lelah.

Konektivitas & Port: 5G untuk Hari Ini, NFC untuk Semua

Di kota besar, 5G sudah bukan jargon; ia mempercepat unduh dokumen besar dan membuat tethering lebih stabil. Di sisi lain, 4G masih rasional jika jaringan 5G di daerahmu belum “rajin lewat.”

Inti pembahasan: V60 Lite 5G menawarkan 5G SA/NSA, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.4, NFC, USB-C 2.0, plus ketahanan IP65 yang menenangkan ketika gerimis dan debu jalanan ikut nimbrung. Varian 4G membawa paket konektivitas harian yang komplet (NFC untuk pembayaran/kartu), hanya saja tanpa 5G dan umumnya tanpa jack 3,5 mm pada sebagian pasar—cek spesifikasi region sebelum beli. Untuk mobilitas, eSIM belum jadi menu wajib di kelas ini, jadi siapkan kartu fisik atau hybrid slot sesuai varian.

Spesifikasi Ringkas: Baca Sekali, Langsung Tahu Mana yang Pas

Layar Amoled Vivo V60 Lite 5G & 4G
Layar Amoled 120 Hz Vivo V60 Lite 5G & 4G. Foto dari vivo.com

Angka boleh panjang, tapi keputusan beli maunya cepat. Bagian ini meringkas perbedaan inti V60 Lite 5G dan 4G tanpa bumbu brosur—cukup yang terasa di tangan dan dompet. Fokusnya layar, chipset, kamera, baterai/charging, konektivitas, serta ketahanan. Beberapa detail memang bisa beda antar-wilayah, jadi gunakan kolom “Catatan” sebagai rem tangan agar ekspektasi tetap waras. Setelah ini, kamu harusnya sudah tahu: ambil 5G yang “lengkap” atau 4G yang “hemat tapi niat”.

Aspek V60 Lite 5G V60 Lite 4G Catatan
Layar 6,77” AMOLED 120 Hz, FHD+; peak ~3.000 nit 6,77” AMOLED 120 Hz, FHD+; peak ~1.800 nit Kecerahan puncak tergantung varian/region
Chipset (SoC) MediaTek Dimensity 7360-Turbo (4 nm) Qualcomm Snapdragon 685 (6 nm) 5G lebih efisien & konsisten saat multitasking
RAM / Storage hingga 12/512 GB, UFS 3.1 8/128–256 GB, UFS 2.2 Extended RAM tersedia; dampaknya ≠ RAM fisik
microSD Tergantung region (hybrid pada sebagian pasar) Tergantung region (umum hybrid) Cek slot SIM lokal sebelum beli
Kamera Belakang 50 MP Sony IMX882 + 8 MP ultrawide 50 MP + 2 MP (depth/macro) 5G lebih fleksibel untuk komposisi lebar
Kamera Depan 32 MP 32 MP
Video Hingga 4K (belakang), stabilisasi software Hingga 1080p/2K (umum di kelasnya) Cek resolusi final per region
Baterai 6.500 mAh 6.500 mAh
Pengisian Daya hingga 90W + Bypass Charging 80–90W (wilayah-dependent) “10–15 menit isi = lanjut beberapa jam” (ringkas)
Ketahanan IP65 + Water/Dust Ejection IP rating bervariasi (sering tanpa klaim resmi) 5G lebih “tenang” untuk gerimis/debu
Audio Stereo speaker Stereo/mono tergantung varian Cek listing resmi lokal
Konektivitas 5G SA/NSA, Wi-Fi dual-band, BT 5.4, NFC, USB-C 2.0 4G, Wi-Fi, BT 5.4, NFC, USB-C 2.0 Jack 3,5 mm umumnya tidak tersedia
Dimensi & Bobot ± 163,8 × 76,3 × 7,6–7,7 mm, ~194 g ± 7,8 mm, ~188–194 g Perbedaan kecil antar warna/region
OS Android 15, Funtouch OS 15 Android 15, Funtouch OS 15
Update Policy Keluarga V60 non-Lite: 4 OS + 6 thn security (acuan) Lite umumnya lebih pendek Konfirmasi resmi per wilayah diperlukan

Catatan penting: detail seperti resolusi video tertinggi, dukungan microSD, jenis speaker, dan rating IP untuk varian 4G sering berbeda di tiap negara. Selalu cocokkan dengan spesifikasi resmi distributor Indonesia atau laman produk lokal sebelum checkout. Sumber spesifikasi: laman resmi Vivo V60 Lite 5G dan listing pihak ketiga/berita lokal untuk 4G.

Fitur Unggulan vs Gimmick: Penyelamat Hari vs Hiasan Poster

Kamera Vivo V60 Lite 5G & 4G
Tampilan kamera Vivo V60 Lite 5G & 4G. Foto dari vivo.com

Di kelas menengah, semua terlihat “wah” sampai dipakai seminggu. Biar tidak kejebak brosur, kita pilah fitur yang benar-benar terasa di tangan—bukan hanya ramai di banner. Patokannya sederhana: apakah membuat pengalaman harian lebih mulus, lebih aman, atau lebih hemat waktu? Kalau jawabannya “jarang kepakai” atau “bisa diganti kebiasaan baik”, kemungkinan itu gimmick. Santai, gimmick bukan dosa—asal bukan alasan utama membeli.

Unggulan yang Terasa

Ini kategori yang langsung terasa manfaatnya di hari pertama, dari bangun sampai pulang kerja. Efeknya ke mata, jempol, dan ketenangan batin.
Intinya: kalau kamu butuh nilai pasti, pilih fitur-fitur di bawah sebagai prioritas.

  • AMOLED 6,77” 120 Hz — Scroll dan animasi UI terasa licin, teks tajam, dan tampilan nyaman untuk baca lama. Di varian 5G, kecerahan puncak lebih agresif untuk outdoor—notif tetap kebaca di bawah matahari.

  • Baterai 6.500 mAh + fast charge (hingga 90W di 5G) — Ritme “pagi–malam” aman, dan top-up 10–15 menit cukup buat lanjut beberapa jam. Fitur Bypass Charging saat main game sambil cas juga mengurangi panas yang bikin performa anjlok.

  • IP65 + Water/Dust Ejection (5G) — Gerimis, debu bengkel, atau saku celana yang “lupa kering” bukan lagi sumber panik. Ejection membantu mengusir air/debu dari grill; praktis selepas kehujanan ringan.

    WhatsApp Channel · TitikTerang

    TitikTerang hadir di WhatsApp

    Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

    Gabung WhatsApp Channel
  • Kamera utama 50 MP (Sony IMX882) + ultrawide (5G) — Siang hari rapi, malam hari masih aman dengan Night Mode; adanya ultrawide bikin komposisi lebih fleksibel untuk arsitektur/keroyokan. Video 4K di 5G cukup buat vlog singkat.

  • Storage cepat (UFS 3.1 di 5G) — Instalasi aplikasi, buka game, dan pindah antar-app lebih gesit. Versi 4G pakai UFS 2.2—masih aman untuk harian, tapi tidak secepat 5G.

  • NFC & stereo speaker — NFC untuk e-money/akses, stereo untuk video/meeting lebih jelas. Hal kecil yang dipakai berulang—dan itu justru penting.

Gimmick: Lucu Dilihat, Belum Tentu Layak Dibayar

Sisi ini menyenangkan, tapi sering kalah prioritas. Kalau budget mepet, jadikan bonus, jangan fondasi keputusan.
Intinya: bukan berarti jelek, hanya efeknya tak sebesar yang dibayangkan.

  • “Extended RAM +12 GB” — Ini meminjam storage sebagai memori virtual. Bisa membantu reopen aplikasi ringan, tapi tidak setara RAM fisik saat beban berat. Jangan jadikan angka besar ini patokan utama.

  • Klaim “5-Year Smooth Experience” — Optimasi software memang ada, tapi kelancaran 5 tahun tergantung pola pakai, kesehatan storage, dan kebijakan update per wilayah. Anggap sebagai niat baik, bukan kontrak kinerja.

  • AI Filter/AI Erase generasi terbaru — Asyik untuk merapikan feed, namun tidak mengganti kualitas sensor/lensa. Foto malam tetap lebih ditentukan cahaya dan stabilitas tangan.

  • Mode warna ekstra “vivid/drama” — Enak untuk galeri, tapi kadang berlebihan di skin tone. Untungkan diri sendiri: atur ke profil yang lebih natural untuk konten serius.

  • Angka refresh “selalu 120 Hz” — Halus memang, tapi boros. Manfaat paling terasa justru ketika kamu pakai adaptif atau switching 60/120 Hz sesuai kebutuhan.

Tip singkat biar makin bernilai: kunci 120 Hz hanya saat scrolling/gaming, aktifkan Bypass Charging saat sesi game panjang, pakai profil warna natural untuk foto orang, dan jangan tergantung Extended RAM—rapikan aplikasi latar lebih efektif.

Pesaing Satu Rak: Pilih Paket Fitur, Bukan Poster Spek

Di etalase Rp3–6 jutaan, lawan Vivo V60 Lite itu bukan monster—tapi pintar memainkan prioritas. Ada yang jual janji update panjang, ada yang jual rating tahan air kelas atas, ada yang “kamera 200 MP biar feed aman”. Tujuan bab ini sederhana: tunjukkan apa yang benar-benar Anda dapat dari masing-masing kandidat, bukan sekadar nama besar. Setelah itu, baru kita timbang mana yang paling cocok untuk cara pakai Anda, bukan cara jualan mereka.

Samsung Galaxy A56 5G — “Paket Tenang” Buat Jangka Panjang

Kalau Anda tipe “beli lalu lupa ganti”, A56 5G menggoda lewat janji hingga 6x upgrade OS plus baterai 5.000 mAh dan ekosistem yang rapi. Performa cukup, kamera stabil, dan nilai utamanya ada di umur software yang panjang—bikin ponsel terasa “lebih lama relevan” tanpa drama. Kekurangannya? Charging 45W terasa kalem dibanding pesaing yang ngebut.

Redmi Note 14 Pro 5G — “Spek Meriah” dengan IP68

Andalannya blak-blakan: kamera 200 MP, IP68, baterai 5.110 mAh 45W, dan Dimensity 7300-Ultra. Buat yang demen angka besar, ini paket “ramai” dengan perlindungan air/debu kelas serius. Kekurangannya, charging dan storage UFS 2.2 tidak sekencang beberapa rival, tapi overall ini kandidat paling lengkap jika butuh IP tinggi + kamera resolusi jumbo.

realme 14 Pro 5G — “Tahan Banting” Triple IP

realme datang dengan kartu unik: IP66/IP68/IP69, layar 120 Hz, dan chipset Dimensity 7300 Energy. Untuk Anda yang sering hujan-hujanan, kerja lapangan, atau sekadar butuh ketenangan ekstra soal cipratan air, ini pilihan yang bikin napas lebih lega. Kamera oke untuk kelasnya, meski bukan yang paling “wah” di malam hari.

Di Mana Posisi V60 Lite 5G & 4G?

V60 Lite 5G unggul di layar AMOLED 120 Hz terang, baterai 6.500 mAh + 90W, dan IP65 + Water/Dust Ejection—kombinasi yang jarang di harga ini. V60 Lite 4G jadi opsi hemat untuk kebutuhan harian yang realistis dengan basis yang sama: AMOLED 120 Hz dan baterai jumbo; chipset Snapdragon 685 cukup untuk kerja ringan.

Siapa Sebaiknya Beli, Siapa Mending Skip

Vivo V60 Lite 5G & 4G
Varian warna Vivo V60 Lite 5G & 4G. Foto dari vivo.com

Kuncinya bukan “siapa paling kencang,” tapi siapa paling cocok. Kita petakan berdasarkan kebiasaan pakai, bukan jargon brosur. Kalau profil Anda mirip salah satu di bawah, keputusan biasanya jadi jelas. Sisanya tinggal warna dan bonus bundling.

Beli V60 Lite 5G jika…

Anda butuh 5G yang stabil, layar AMOLED 120 Hz yang terang dipakai outdoor, dan ketahanan IP65 biar gerimis tak jadi panik. Tambahan baterai 6.500 mAh dengan 90W bikin pola “isi bentar, lanjut lagi” terasa nyata—praktis untuk ritme kerja-main harian. Kamera 50 MP (Sony IMX882) + ultrawide cukup fleksibel untuk traveling ringan dan konten harian.

Beli V60 Lite 4G jika…

Prioritas Anda harga Rp3–4 jutaan dengan layar mulus 120 Hz dan daya tahan panjang, sementara 5G belum penting di kota Anda. Snapdragon 685 cukup untuk chat, navigasi, medsos, dan foto siang—asal ekspektasi gaming/low-light tidak berlebihan.

Mending skip dulu jika…

  • Anda mengutamakan janji update OS super panjang: seri kompetitor seperti Galaxy A56 5G lebih vokal dengan hingga 6x OS upgrade.

  • Anda butuh rating tahan air maksimal (IP68/IP69) untuk kondisi ekstrem: Redmi Note 14 Pro 5G atau realme 14 Pro 5G lebih cocok.

  • Anda mengejar kamera malam kelas konten kreator tanpa kompromi: opsi dengan sensor/periskop lebih tinggi di harga di atasnya akan lebih memuaskan.

Ringkasnya: V60 Lite 5G itu “paket lengkap yang praktis,” V60 Lite 4G itu “hemat yang niat”. Kalau kebutuhan Anda lebih spesifik ke umur software sangat panjang atau perlindungan air kelas berat, tengok A56 atau Note 14 Pro/realme 14 Pro.

Saatnya Memilih yang Bikin Tenang, Bukan Cuma Kencang

Di kelas menengah, godaan angka poster memang manis, tapi yang bikin hidup lebih tenang justru hal-hal sederhana: layar nyaman, baterai panjang, sinyal stabil, dan update yang tidak bikin waswas. V60 Lite 5G pas untuk Anda yang butuh 5G, layar 120 Hz terang, kamera lebih fleksibel, dan ketahanan IP65; sementara V60 Lite 4G lebih masuk akal kalau prioritasnya hemat, andal untuk harian, dan 5G belum relevan di kota Anda. Skor redaksi—8,3/10 (V60 Lite 5G) dan 7,6/10 (V60 Lite 4G)—menggambarkan paket yang solid tanpa drama, asal ekspektasi tetap realistis. Intinya, pilih yang bikin ritme harian Anda lancar dari pagi ke malam, bukan yang cuma bikin judul chat grup heboh lima menit.
Satir tipisnya: seperti pesan nasi rames di warteg, porsi pas dan bikin kenyang itu lebih membahagiakan daripada lauk mahal yang cuma dipamerkan di Instagram.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *