BOJONEGORO – Kalau duit APBD bisa ngomong, mungkin mereka bakal protes: “Eh, kita diproyeksikan Rp 2,6 triliun, kok tiba-tiba loncat jadi Rp 3 triliun?!” Begitulah kira-kira “perasaan” Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) tahun 2025. Loncatnya duit ini bukan tanpa alasan. Kabarnya, ini bagian dari strategi antisipasi pemangkasan dana transfer dari pusat sebesar 30 persen tahun 2026.
#Dua Alasan di Balik Lonjakan Silpa
Lasuri, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro, menjelaskan, “Silpa 2025 diproyeksi Rp 2,6 triliun. Namun, diprediksi estimasi bisa bertambah bahkan tembus Rp 3 triliun. Saat disinggung alasan pemasangan nilai silpa itu, dikarenakan dua hal.
Dua hal itu? Pertama, jelas adanya ancaman pemangkasan dana pusat. “Bisa jadi bagian dari skenario 2026,” beber, Kamis (2/10/2025).
Kedua, tahun ini merupakan masa transisi kepemimpinan menuju definitif. Alias: duit banyak diem dulu, sambil nunggu kursi kepastian politik siap duduk.
#Bonus Tak Terduga, Tapi Masih Menjadi PR Besar
Rp 3 triliun Silpa ini ibarat bonus tak terduga yang menenangkan kantong APBD, tapi belum tentu bikin rakyat langsung senang. Jalanan masih bolong, sekolah masih antre, lingkungan desa-desa belum ada pengelolaan sampah, lampu jalan masih mati-mati. Duitnya sehat di laporan, tapi kenyataan di lapangan? Yah, masih PR besar buat pemerintah daerah.
Di warung kopi dekat alun-alun, Pak Udin berkomentar sambil menyeruput kopi pahitnya:
“Eh, kalo duit segede itu cuma diem, lebih enak aku simpan di celengan rumah, minimal bisa buat beli gula kopi sebulan.”
#Surplus Rp 400 Miliar, Buat Apa Ya?
Kepala BPKAD Bojonegoro, Tarmizi, bilang akhir tahun nanti sisa anggaran diprediksi menembus angka fantastis itu. Sebelumnya, pemerintah daerah hanya memperkirakan sisa anggaran sekitar Rp 2,6 triliun. Jadi ada surplus Rp 400 miliar yang entah mau diapain.
“Ini terjadi karena beberapa program belum dilaksanakan sesuai rencana dan belanja tidak terserap optimal,” kata Tarmizi sambil memastikan kantong APBD masih aman terkendali.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Warga mungkin bertanya-tanya, kalau Silpa segede gini, kenapa jalanan masih bolong-bolong, sekolah masih antre, banyak desa belum ada pengelolaan sampah, dan lampu jalan mati-mati? Tarmizi hanya bisa bilang, “Kami akan menginventarisasi sisa anggaran untuk dialokasikan tahun depan.” Alias, duitnya enggak hilang, tapi dipending dulu sampai kapakno.
#Politikus dan Pemda Siap Akselerasi
Ahmad Supriyanto, Anggota Banggar, menambahkan bahwa Silpa 2025 diproyeksi Rp 2 triliun lebih, dengan prediksi bisa bertambah hingga tembus Rp 3 triliun. Lonjakan ini, menurutnya, terkait pemangkasan transfer dari pusat.
“Kami minta pemda lakukan akselerasi,” tegas Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memastikan pihaknya bakal menggenjot serapan APBD. Salah satunya melalui infrastruktur dengan skema BKKD.
“Kalau minggu depan sudah cair semua (BKKD), maka penyerapan bisa bertambah,” jelasnya.
Di warung kopi, Bu Sumini nyeletuk: “Ah, mudah-mudahan sih cepet cair, biar jalan desa nggak cuma numpang kopi di warung, tapi bisa bener-bener mulus.”
APBD Bojonegoro 2025 akhirnya jadi cerita klasik, angka meloncat, janji tetap di udara, dan rakyat? Tetap berharap.***