- Aksi keren SMAN 1 Tarik di Surabaya River Fest 2026 buktikan kalau anak muda zaman now bisa tampil slay dan peduli banget menjaga kebersihan bumi.
- Nggak cuma wacana, SMAN 1 Tarik gebrak Surabaya River Fest 2026 lewat komitmen ketat bebas sampah plastik harian demi menginspirasi generasi muda lainnya.
- Bawa tumbler hingga bedah ikan sungai, perwakilan SMAN 1 Tarik sukses unjuk gigi dan bikin kagum pengunjung di ajang Surabaya River Fest 2026.
- Buktikan pelajar juga bisa beri dampak besar, SMAN 1 Tarik bawa semangat zero waste dari kantin sekolah ke panggung Surabaya River Fest 2026.
- Dari predikat Sekolah Adiwiyata hingga aksi nyata di Surabaya River Fest 2026, SMAN 1 Tarik tunjukkan gaya hidup minim sampah yang super menginspirasi.
SIAPA bilang anak sekolah zaman now cuma sibuk main gadget dan scrolling medsos seharian? Anak-anak SMAN 1 Tarik, Sidoarjo, baru aja mementahkan anggapan itu. Lewat partisipasi aktif di ajang Surabaya River Festival 2026 yang digelar Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), perwakilan sekolah ini sukses mencuri perhatian lewat semangat ekologis mereka yang keren banget.
Komitmen peduli lingkungan di SMAN 1 Tarik emang terlihat jelas dan bukan cuma wacana belaka. Atau formalitas kegiatan sekolah. Sekolah ini bahkan udah menerapkan aturan super ketat: bebas sampah plastik sekali pakai!
Sebagai gantinya, seluruh siswa diwajibkan bawa wadah makanan (tepak) dan botol minum (tumbler) sendiri dari rumah setiap hari. Langkah yang tak muluk—muluk ini terbukti ampuh banget menekan volume sampah plastik di area sekolah.

#Berawal dari Ekstra KIR hingga Jadi Budaya Sekolah
Siti Maisaroh, S.Pd., guru sejarah sekaligus pendamping siswa SMAN 1 Tarik, cerita kalau kebiasaan positif ini berawal dari kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Menurut Bu Mai, begitu biasa disapa, penting banget buat para siswa terjun langsung meneliti dan paham kondisi lingkungan di sekitar mereka.
“Sangat penting bagi anak-anak untuk paham masalah lingkungan. Mereka adalah generasi penerus. Dari satu siswa, mereka bisa mengampanyekan pentingnya menjaga alam ke teman-teman lainnya,” tutur Bu Mai saat mendampingi siswanya di hari ketiga Surabaya River Fest 2026, di Taman Bantaran Ecoton, Rabu (23/9/2026).
Nggak cuma konsisten terapkan gaya hidup zero waste, para siswa juga diajak ngasah kepekaan mereka terhadap keanekaragaman hayati. Di festival lingkungan ini, mereka diajak membedah berbagai spesies ikan lokal dan ekosistem sungai bareng tim Ecoton.
Salah satu siswa kelas 12, Muhammad Naufal Maulana Rozaki, ngaku dapet banyak insight baru dari kegiatan ini. Dia bahkan dengan antusias cerita soal perbedaan ciri fisik antar-spesies ikan sungai yang baru dia tahu.
“Pembelajaran seperti ini bikin kita makin paham. Di sekolah kami juga sudah beberapa bulan ini konsisten tidak menggunakan plastik sekali pakai. Alternatifnya, ya wajib bawa tumbler dan alat makan sendiri,” ujar Naufal.
Berkat konsistensi dan aksi nyatanya, SMAN 1 Tarik juga berhasil mengukir prestasi di ajang Sekolah Adiwiyata.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel
#Belajar dari Luar Negeri: Cerita Ngetrip Bu Mai buat Inspirasi Murid
Selain mendampingi siswa, Bu Mai juga berbagi cerita pengalamannya keliling dunia (ngetrip) buat dijadikan motivasi dan pembanding kondisi lingkungan di Indonesia dengan luar negeri.
Dalam ceritanya, Bu Mai udah berkunjung ke berbagai negara seperti Korea, Arab Saudi, Singapore, Malaysia, hingga negara-negara di Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Kirgistan.

Beberapa poin keren dari cerita ngetrip Bu Mai yang bisa jadi pelajaran buat kita:
- Kebersihan Udara & Transportasi Umum: Di luar negeri, kualitas udara terasa jauh lebih segar karena kendaraan bermotor sudah jauh berkurang. Masyarakat di sana lebih memilih menggunakan transportasi umum (transum) yang fasilitasnya sangat bagus dan memadai.
- Kesadaran Lingkungan Super Ketat: Saat berkunjung ke Big Almaty Lake di Kazakhstan, Bu Mai melihat lokasi tersebut dijaga ketat oleh tentara bersenjata. Alasan utamanya karena danau itu merupakan sumber air bersih utama untuk seluruh negara, jadi lingkungannya benar-benar dijaga agar tidak tercemar sedikit pun.
- Alam yang Terjaga: Di Kirgistan, kawasan National Park-nya sangat bersih tanpa sampah sama sekali, bahkan habitat hewan liar seperti tupai dan burung sangat terlindungi.
Bu Mai menegaskan kalau agenda jalannya harus selalu bawa pulang ilmu, bukan cuma jalan-jalan.
“Kalau saya jalan-jalan harus dapat ilmu, enggak cuma jalan-jalan doang. Pengalaman ini nantinya saya ceritakan ke murid-murid sebagai motivasi bahwa dunia itu luas, sekaligus belajar perbedaan attitude dan budaya masyarakat luar dalam menjaga alam,” jelas Bu Mai.
Aksi dari teman-teman SMAN 1 Tarik serta inspirasi dari Bu Mai ini ngebuktikin kalau gerakan peduli bumi, peduli lingkungan itu, bisa banget dimulai dari hal-hal kecil di kelas atau kantin sekolah kita sendiri. Semoga semangat bebas plastik dan peduli lingkungan ini bisa terus nular ke sekolah-sekolah lain, ya!***

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.