- Magang di ECOTON bikin paham lingkungan! Intip pengalaman seru Ayu Nabilla lewat tulisannya di sini!
- Dari masak sendiri sampai belajar lingkungan, serunya cerita magang Ayu Nabilla di ECOTON. Baca yuk!
- Penasaran serunya magang di ECOTON? Simak cerita dan karya tulisan keren dari Ayu Nabilla yuk!
- Ayu Nabilla bagikan pengalaman seru magang di ECOTON. Yuk, baca karya tulisannya dan ikut berkarya!
- Banyak ilmu lingkungan baru! Intip cerita asyik Ayu Nabilla selama menjalani magang di ECOTON, guys!

Penulis: Halo! Jumpa lagi sama aku Ayu Nabilla, kelas 11 TKI 1 dari SMKN 1 Cerme, Gresik. Saat ini aku lagi magang di ECOTON dari 29 Juni sampai 31 Oktober 2026.
Selama magang, aku tinggal dan tidur di mess ECOTON. Urusan makan lumayan seru: kadang masak sendiri, tapi kalau lagi malas ya tinggal beli, hehe.
Pengalaman magang di sini asyik banget, guys! Banyak hal baru tentang lingkungan yang awalnya aku nggak tahu, sekarang jadi makin paham dan peduli. Yang semakin keren kalau di ruang lab Ecoton. Aku juga ngintip-intip limbah yang dibuang di sungai melalui sampel, lhooo..
Nah, karya tulisanku, teman-teman. Yuk, kalian juga ikutan nyusul menulis![]
SEMARAK perjuangan menjaga kelestarian sungai bergema, guys! ECOTON sukses menggelar Kali Surabaya Fest ke-26 pada 21–25 September 2026 di Taman Suaka Ikan di Bantaran Kali Surabaya Wringinanom, Gresik. Acara ini jelas bukan untuk ajang kumpul-kumpul biasa. Kamu harus tahu, ini jadi sebuah panggilan yang nggak boleh kita abaikan – buat kita semua untuk makin cinta dan peduli sama aliran air yang jadi urat nadi kehidupan.
Nah, puncak acara yang paling ditunggu-tunggu terjadi pada hari Jumat lewat momen bersejarah: Peluncuran Komunitas WIWO!

Siapa Sih WIWO Itu? Buat yang belum tahu, WIWO merupakan singkatan dari Iwak Jendil dan Iwak Muntho—dua jenis ikan khas perairan kita yang jadi indikator utama kesehatan sungai. Maksudnya begini: selama Iwak Jendil dan Iwak Muntho masih berenang bebas dan berkembang biak, itu tandanya sungai kita masih sehat. Sebaliknya, kalau populasi mereka makin menipis, itu red flag banget! Sungai kita lagi terancam oleh pencemaran, sampah, dan kecerobohan manusia.
Lewat kehadiran WIWO, pesannya simpel tapi dalam banget: edukasi buat anak-anak sampai masyarakat luas tentang bahaya sungai yang tercemar. Air yang kotor nggak cuma bikin ikan mati, tapi juga ngancem kesehatan dan masa depan kita semua.
Ajang Unjuk Gigi & Berkarya Bukan festival namanya kalau nggak seru. Kali Surabaya Fest 26 juga diramaikan dengan berbagai perlombaan kreatif buat para pelajar: Lomba Konten Kreatif untuk tingkat SMA, serta Lomba Poster untuk tingkat SD dan SMP.

Ini dia deretan para juaranya:
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Kategori SD — Lomba Poster
- Juara 1: Arsi Cinta A
- Juara 2: Aristya Nur Isnaini
- Juara 3: Nesya
- Juara Harapan 1: Hamidatul Karimah
- Juara Harapan 2: Hafsah
- Juara Harapan 3: Marshanda Amelia P
Kategori SMP — Lomba Poster
- Juara 1: Callista Ariqah Putri Nugraha
- Juara 2: Oktavian Siti Nur Maysaroh (Juara 3 & Harapan menyusul)
Kategori SMA — Lomba Konten Kreatif
- Juara 1: SMAN 1 Tarik
- Juara 2: SMAN 1 Wringinanom
- Juara 3: SMAN 1 Driyorejo
- Juara Harapan 1: MA Raden Paku
Seluruh pemenang berhak membawa pulang sertifikat penghargaan dari ECOTON sebagai apresiasi atas dedikasi dan kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan.

Kesan Vibe Positif dari Peserta Antusiasme peserta benar-benar terasa sepanjang acara. Salah satunya datang dari Rahma Sarita, siswi kelas 10 SMAN 1 Wringinanom yang ikutan rangkaian acara penuh dari hari Senin sampai Jumat.
“Seru sekali! Peluncuran videonya sangat menarik,” tutur Rahma. Menurutnya, acara ini punya keunikan tersendiri. Meski kegiatan sekolah sehari-hari sudah seru, atmosfer festival ini terasa beda karena bisa ketemu banyak teman baru yang sama-sama peduli lingkungan.
Rahma juga menaruh harapan besar untuk event berikutnya: “Semoga acara seperti ini ke depannya semakin besar, semakin dikenal, dan semakin baik lagi. Agar lebih banyak orang sadar betapa pentingnya menjaga sungai kita tetap bersih.”
Itulah highlight keseruan Kali Surabaya Fest 26: mengenal, berkarya, mencintai, dan melindungi. Berawal dari kenal Iwak Jendil dan Iwak Muntho, disalurkan lewat karya poster dan konten kreatif, tumbuhlah kesadaran dari generasi muda demi masa depan lingkungan yang lebih sehat. Gimana, siap ambil peran buat jaga sungai kita juga? ***