Bengawan Solo: Riwayatmu Mengalir, Lukamu Mengendap
8 February 2026
Bengawan Solo, banyak warga menggantungkan hidup pada air yang sama, kian keruh, membawa limbah, penyakit, dan kegelisahan tentang masa depan. Sulastri berdiri dengan ember berwarna biru di tangannya. Perempuan berusia 43 tahun itu, hampir separuhnya hidup digantungkan pada Bengawan Solo. Tiap pagi ia harus memulainya dengan timba yang menyentuh air Bengawan Solo. Pemandangan itu tiap hari terjadi, disertai larian bocah-bocah tak beralas kaki. “Dulu jernih,” katanya pelan, seperti berbicara pada arus yang tak lagi sama. “Sekarang bikin gatal.” Air yang ditimbanya berwarna kecokelatan, memang. Berbau tipis yang tak pernah benar-benar hilang. Apalagi ketika sumur mengering di musim kemarau, pilihannya menjadi…