Jawa Timur Hadapi Kemarau Kering pada 2026, Puncaknya Agustus Mendatang
6 April 2026
BMKG memprediksi kemarau 2026 di Jawa Timur lebih kering dari normal. Risiko kekeringan, krisis air, dan kebakaran meningkat, sementara sektor garam dan tembakau berpotensi diuntungkan. [caption id="" align="alignnone" width="2560"] Pasokan bantuan air bersih menjadi penopang saat kemarau melanda. Seperti yang dialami warga Desa Jegreg, Modo, Lamongan, yang bergantung pada distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 7 Agustus 2019. | Dok Supriyadi[/caption] Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Informasi ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur di Malang, Anung Suprayitno, dalam konferensi pers virtual pada Selasa,…