Catatan Hari Buruh: Marsinah, Misteri Keadilan yang Tak Kunjung Usai
1 May 2026
Kasus kematian Marsinah menyisakan luka panjang. Dari mogok buruh hingga pengadilan, fakta berserakan, pelaku menghilang, sementara publik terus menagih keadilan hingga kini. Awal Mei 1993, kawasan industri Sidoarjo berada dalam tekanan. Upah Rp1.700 per hari dianggap tak cukup. Sekitar 500 buruh di PT Catur Putra Surya melakukan mogok kerja. Tuntutan mereka jelas: kenaikan upah menjadi Rp2.250, disertai hak lembur, cuti hamil, serta jaminan kesehatan. Di tengah barisan itu berdiri Marsinah, perempuan 24 tahun yang menjadi juru bicara rekan-rekannya. Suara lantang dalam sistem yang terbiasa sunyi. Pada masa Orde Baru, tuntutan seperti itu mudah dibaca sebagai ancaman. Seorang mantan buruh Jumiasih…