Satu Abad Pemikiran Tan Malaka: Republik di Persimpangan Zaman
24 February 2026
Seratus tahun setelah Naar de Republiek Indonesia, gagasan Tan Malaka tetap menggugat arah republik: antara nasionalisme pragmatis, kapitalisme global, dan janji keadilan sosial yang belum selesai. Lebih dari satu abad setelah Naar de Republiek Indonesia ditulis pada 1925, pemikiran Tan Malaka masih menghadirkan pertanyaan yang terasa ganjil sekaligus mendesak: apakah republik yang ia bayangkan benar-benar lahir, atau justru berhenti sebagai cita-cita yang terus ditunda sejarah? Dalam teks itu, Tan Malaka membayangkan kemerdekaan bukan sekadar pemutusan hubungan politik dengan kolonialisme, melainkan perubahan struktur ekonomi dan kekuasaan yang menempatkan rakyat sebagai pemilik sejati republik. Visinya radikal untuk zamannya. Ia menggabungkan nasionalisme anti-kolonial…