Ketika Soeharto Jadi Pahlawan: Kita Masih Belum Merdeka dari Cara Berpikir Kolonial
13 November 2025
SOEHARTO akhirnya resmi jadi Pahlawan Nasional. Setelah bertahun-tahun jadi bahan perdebatan—antara “layak dikenang” dan “harus dikenang karena kelam”—pemerintah akhirnya menabalkan gelar itu pada 10 November 2025. Reaksi publik? Seperti biasa, terbelah, sebagian menabuh gendang hormat, sebagian lagi menarik napas panjang sambil bergumam, “Kita ini sebenarnya sedang menghormati siapa, sih?” Pendukungnya berargumen bahwa Soeharto berjasa menjaga stabilitas politik dan ekonomi nasional selama 32 tahun. Ia disebut Bapak Pembangunan, yang menurunkan inflasi dari 650 persen jadi terkendali, membuka jalan industrialisasi, dan membuat Indonesia “tampak berwibawa” di mata dunia. Tapi di sisi lain, para pegiat HAM dan akademisi mengingatkan, stabilitas yang dibanggakan itu…