Di Tanah Batak, Seruan “Tutup TPL” Bukan Sekadar Protes Ekologis, Tapi Doa Kolektif untuk Bumi, Iman, dan Masa Depan
10 November 2025
DI TANO Batak, hutan bukan sekadar pepohonan. Ia adalah tubuh, napas, dan doa yang menyatu dalam hidup orang Batak. Tapi sejak TPL berdiri, tanah dan air yang sakral berubah menjadi statistik industri. Luka ekologis pun menganga. Gerakan “Tutup TPL” bukan sekadar teriakan emosional para aktivis hijau. Ia adalah doa panjang, seruan teologis, dan kritik struktural atas sistem pembangunan yang memperlakukan bumi sebagai pabrik keuntungan—bukan rumah bersama ciptaan Tuhan. #Dari Hutan Suci ke Hektar Konsesi Danau Toba bukan hanya keindahan alam, tapi ruang spiritual tempat manusia, Tuhan, dan roh leluhur bertemu (Hamid et al., 2024). Namun sejak izin HPH No. 203/Kpts-IV/84…