Delegasi Indonesia Dinilai Kecewakan Publik di COP 17 CBD Yerevan, Ganjal Keterwakilan Masyarakat Adat
4 November 2026
Delegasi Indonesia dalam forum multilateral CBD COP 17 di Yerevan, Armenia, menuai kecaman karena menghalangi kesepakatan penting terkait perwakilan resmi Masyarakat Adat dalam badan permanen konvensi keanekaragaman hayati PBB. Greenpeace menilai langkah penundaan dan pembatasan tersebut sebagai kemunduran besar yang memungkiri peran penting serta kontribusi nyata Masyarakat Adat dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan dan laut dari ancaman kerusakan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah agar menghentikan pembatasan partisipasi, menyediakan pendanaan langsung yang adil, melakukan koreksi kebijakan pembangunan, serta segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat. Fajri Fadhillah dari Greenpeace menegaskan bahwa target keanekaragaman hayati 2030 akan semakin sulit dicapai jika pemerintah…