Lewati ke konten

Tangan Kecil TK Siti Maryam Depok Menjawab Krisis Hijau di Tengah Kota yang Kian Sesak

| 5 menit baca |Ide | 16 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Rilis Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Di tengah minimnya ruang hijau di Depok dan kawasan Jabodetabek, anak-anak TK Siti Maryam menunjukkan bahwa perlawanan terhadap krisis lingkungan dapat dimulai dari tangan kecil. Lewat aksi menanam pohon, mereka belajar merawat bumi dengan cara paling sederhana.

#Krisis Ruang Hijau dan Gerakan dari Sekolah Kecil di Pinggiran Depok

Di saat tekanan urbanisasi terus menggerus ruang terbuka hijau di Jabodetabek, sebuah sekolah kecil di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, memilih langkah berbeda. Di halaman TK Siti Maryam yang teduh, puluhan anak berkumpul dengan semangat pada Jumat pagi, 28 November 2025.

Mereka tak sekadar bermain seperti biasanya. Hari itu, mereka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan menancapkan bibit-bibit pohon ke tanah, kegiatan sederhana yang terasa sangat berarti di tengah krisis ruang hijau kota.

Di tengah kota yang makin sesak, suara riang anak-anak ini menanamkan kembali arti hijau bagi masa depan Depok. | Foto: Dok

Hari Menanam Pohon Indonesia, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, lahir dari keprihatinan nasional atas deforestasi yang pernah mencapai ratusan ribu hektare per tahun. Meskipun pada 2021 laju deforestasi netto secara nasional berhasil ditekan menjadi sekitar 104 ribu hektare per tahun, tekanan terhadap kawasan perkotaan di Jawa, khususnya Jabodetabek, tetap tak terhindarkan.

RTH Publik di sejumlah kota inti Jabodetabek masih jauh dari ideal. Sebagian baru mencapai 6–12 persen dari target minimal 20 persen. Depok, salah satunya, hingga 2023 baru memiliki sekitar 10 persen RTH Publik. Angka yang tentu saja membuat upaya konservasi terasa seperti perlombaan melawan waktu. Di tengah kondisi itu, aksi TK Siti Maryam terasa seperti oase kecil yang memberikan harapan baru.

Tekanan terhadap tutupan hijau di Jawa Barat juga tak kalah berat. Laju alih fungsi lahan yang masih berada di kisaran 5.000 hingga 7.000 hektare per tahun memperlihatkan bahwa setiap jengkal ruang hijau memiliki nilai yang amat penting.

Maka, ketika anak-anak usia dini memegang cangkul kecil dan menanam bibit pohon, sesungguhnya mereka sedang ikut menjaga masa depan lingkungan kota.

#Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan melalui Kurikulum Hidup

Kepala TK Siti Maryam, H. Sigit Subiyanto, SE., memiliki pandangan unik tentang pendidikan lingkungan. Menurutnya, kegiatan menanam pohon bukan sekadar program seremonial tahunan, melainkan satu bagian dari kurikulum hidup yang ingin ditanamkan sekolah sejak dini.

“Kami tidak hanya mengajarkan baca dan hitung,” ujarnya. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa bumi ini rumah bersama. Kesadaran lingkungan lahir dari tindakan sederhana.”

Bukan sekadar upacara tahunan—di TK Siti Maryam, menanam pohon adalah pelajaran hidup tentang merawat rumah bersama. | Dok

Setiap hari, anak-anak di sekolah ini sudah akrab dengan kegiatan yang mendorong rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka merawat tanaman, berjalan ke kebun kecil sekolah, atau memperhatikan bagaimana sayuran tumbuh dalam sistem aquaponik.

Anak-anak tak hanya belajar bahwa air kotor kolam lele bisa diolah menjadi nutrisi bagi tanaman, tetapi juga merasakan sendiri hubungan antara hewan, tumbuhan, dan manusia.

Aquaponik di TK Siti Maryam menjadi laboratorium mini yang menyenangkan. Guru-guru menjelaskan bahwa air kolam yang kaya nutrisi akan naik ke bagian tanaman, lalu kembali turun dalam kondisi lebih bersih. Penjelasan itu disampaikan dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, sambil mereka memandang tanaman kangkung yang tumbuh segar.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Tak hanya itu, sekolah juga mengenalkan eco-enzyme. Dari kulit buah dan sisa sayuran, anak-anak diajak memahami bahwa limbah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Aktivitas ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mengenalkan prinsip zero waste secara praktis.

“Di usia emas ini, kami tanamkan bahwa menyiram dan merawat tanaman adalah tanggung jawab, bukan sekadar tugas,” ujar Sigit. “Ini investasi moral untuk masa depan hijau Kota Depok.”

Saat ruang hijau menyempit, aksi sederhana anak-anak ini menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah paling kecil. | Dok

#Dampak yang Mengakar hingga ke Rumah dan Masa Depan Kota

Gerakan kecil dari sekolah ini ternyata merambat hingga ke rumah para murid. Hasanah Susanti, salah satu orang tua siswa, mengaku bahwa anaknya kini pulang sekolah dengan semangat baru tentang tanaman dan lingkungan.

“Dia bercerita tentang pohon yang ia tanam sendiri dan pentingnya air kolam lele,” katanya. “Belajar jadi menyenangkan karena langsung praktik.”

Perubahan perilaku itu menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan sejak dini mampu menumbuhkan empati ekologis yang kuat. Anak-anak mulai menegur orang tua saat membuang sampah sembarangan atau mengingatkan untuk menyiram tanaman.

Bagi para orang tua, ini adalah perubahan yang membuat mereka ikut merenungi kembali pola hidup sehari-hari.

Aksi kecil TK Siti Maryam memang tidak akan langsung mengubah statistik luas RTH Depok atau menahan lajunya alih fungsi lahan di Jawa Barat. Namun, ia menciptakan fondasi yang jauh lebih penting: generasi yang tumbuh dengan kesadaran bahwa bumi bukan sekadar latar tempat hidup, tetapi entitas yang harus dirawat.

Di tengah padatnya bangunan, berisiknya jalan, dan berkurangnya lahan hijau, tangan-tangan kecil itu mengingatkan bahwa perjuangan menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar.

Kadang ia dimulai dari halaman sekolah, dari cangkul kecil, dari tawa anak-anak yang percaya bahwa menanam satu pohon dapat menyelamatkan masa depan bumi.

Dan mungkin, dari sanalah masa depan hijau Kota Depok akan tumbuh pelan-pelan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *