Lewati ke konten

Tasya Husna: Menjadikan Riset Mikroplastik sebagai Basis Kebijakan dan Kesadaran Publik

| 5 menit baca |Sosok | 8 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Dari kegelisahan mahasiswa, perjalanan menuju Ecoton mengantar ke dunia jurnal lingkungan, mengangkat mikroplastik, memperkuat advokasi berbasis data, dan menyuarakan penyelamatan sungai serta ekosistem.

Perjalanan menuju ruang redaksi sering lahir dari langkah kecil yang ragu. Seorang mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura memulai dengan kegelisahan sederhana: melihat kerusakan lingkungan tanpa tahu harus berbuat apa. Pertemuan dengan Dr. Ihsanuddin, M.P.—Editor in Chief Environmental Pollution Journal sekaligus dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember—membuka jalan baru.

Dari sana, Khusnatul Khomsah, S.P. memulai proses belajar menulis jurnal, mengenal konsep-konsep yang jarang disentuh di bangku kuliah, hingga tumbuh keberanian mengajukan diri menjadi editor bahkan sebelum kelulusan tiba.

Kepercayaan itu akhirnya datang kepada perempuan yang biasa disapa Tasya Husna. Sejak saat itu, peran di balik layar jurnal menjadi bagian dari ikhtiar panjang merawat pengetahuan sekaligus memperjuangkan lingkungan.

Berikut petikan wawancara bersama jurnalis TitikTerang, Supriyadi, yang berlangsung di kantor Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton), Senin, 20 April 2026.[]

 

Bisa diceritakan latar belakang Anda hingga menjadi editor di Jurnal Ecoton?

Aku hanya mahasiswa agribisnis biasa yang punya mimpi menyelamatkan lingkungan tapi nggak tau mulai dari mana dan apa, sampai aku bertemu dengan Editor in Chief em… Pak Ihsan (Dr. Ihsanuddin, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Environmental Pollution Journal saat ini sekaligus pembimbing skripsi ku.

Begini, beliau ini yang mengajari aku menulis jurnal, ya konsep-konsep yang tidak banyak diajarkan di mata kuliah atau buku. E… saat ini aku memberanikan diri mengajukan diri menjadi editor EPJ meskipun saat itu aku masih belum lulus. Alhamdulillah aku diterima dan sampai saat ini menjadi editornya.

Apa fokus utama dari Jurnal Ecoton dalam isu lingkungan saat ini?

Sesuai namanya, scope Environmental Pollution Journal ya… ini adalah tentang pencemaran dan lingkungan hidup secara umum. Dan bisa dari berbagai bidang science maupun sosial. Pencemaran yang paling banyak (>50%) dibahas di EPJ saat ini adalah mikroplastik.

Mengapa penting menghadirkan jurnal ilmiah yang berbasis advokasi lingkungan?

Kita harus menjangkau berbagai kalangan untuk melakukan advokasi lingkungan ini. Karena lingkungan itu harus ditangani bersama-sama, dan e… kita berusaha membuat jurnal ilmiah ini bisa dipahami banyak kalangan. Bukan hanya akademisi tentunya. Jurnal ilmiah inilah yang menjadi dasar kuatnya data pendukung untuk kampanye penyelamatan lingkungan.

Apa saja tanggung jawab utama Anda sebagai editor jurnal?

Sebenarnya aku adalah jurnal manager, mengurusi semua administrasi jurnal, melakukan review awal jurnal, menangani masalah teknis jurnal, serta memastikan sistem publikasi berjalan dengan baik.

Bagaimana proses seleksi artikel sebelum dipublikasikan?

Harus melalui review awal, review Editor in Chief, dan reviewer.

Bersama mahasiswa studi independen di Ecoton, Tasya (baju kuning) memberi semangat dan menuntun proses penulisan jurnal, dari observasi hingga memahami data mikroplastik. | Dok. Ecoton

Kriteria seperti apa yang membuat sebuah tulisan layak terbit di Jurnal Ecoton?

Tentunya sesuai scope, isu yang diangkat populer namun bukan false solution, memenuhi standar akademik tinggi bagi penulis-penulis dari kalangan akademisi, lengkap secara administratif, padat isi namun tetap berkualitas baik.

Seberapa penting peran data ilmiah dalam memperkuat advokasi lingkungan?

Data adalah senjata utama dalam advokasi. Ini yang harus kita pahami. Dan jurnal ilmiah itu harus berbasis data. Dengan jurnal ilmiah, sumber dari data itu kredibel, kuat secara akademisi, dan sangat layak dipertimbangkan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Dari berbagai riset yang masuk, isu apa yang paling sering muncul?

Mikroplastik dan sungai.

Bagaimana Anda melihat kondisi sungai di Jawa Timur saat ini?

Hem… miris! Peraturan yang ada tidak efektif karena banyak yang ditegakkan, sungai bukan entitas yang layak menuntuk hak atas dirinya sendiri.

Saat ini sungai hanya sebagai objek (hanya diambil airnya tanpa diperbaiki kualitasnya, hanya digunakan sebagai tempat sampah tanpa dipedulikan perasaannya).

Seberapa serius ancaman mikroplastik berdasarkan temuan riset yang Anda kelola?

Sangat serius. Karena mikroplastik ini bisa merusak ekosistem dalam jangka panjang, merusak rantai makanan, merusak populasi, bahkan bersifat karsinogenik bagi tubuh manusia dalam jangka panjang.

Apakah ada temuan riset yang menurut Anda paling mengkhawatirkan?

Mikroplastik telah banyak masuk ke tubuh manusia, dan melalui percobaan dengan tikus, ternyata mikroplastik itu menjadi silent killer.

Bagaimana Jurnal Ecoton berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan, meningkatkan kesadaran publik, serta menjembatani hasil riset agar lebih mudah dipahami masyarakat?

Sebagai landasan dalam berbagai advokasi yang dilakukan oleh Ecoton, dan mendorong berbagai kalangan masyarakat untuk bisa menulis jurnal ilmiah, membantu cerita-cerita pencemaran yang sebelumnya didengar oleh sebagian orang bisa menjadi pembahasan bagi kalangan akademisi dan umum.

Apakah ada contoh riset yang berhasil mendorong perubahan nyata, dan apa tantangan terbesar dalam mengelola jurnal lingkungan independen, termasuk dalam akses data dan publikasi?

Riset tentang mikroplastik yang menambah pengetahuan dan mengubah perilaku dengan mendorong kebiasaan zero waste bagi berbagai kalangan. Tantangan saat ini tidak begitu berarti dalam publikasi, mungkin hanya masalah teknis saja.

Di tengah banyaknya informasi lingkungan yang beredar, bagaimana Anda menjaga kredibilitas jurnal, sekaligus apa yang membuat Anda tetap konsisten di isu ini dan bagaimana Anda melihat masa depan riset lingkungan di Indonesia?

Kredibilitas jurnal itu harus dijaga dari kualitas data dan tulisan.

Apa harapan Anda untuk Jurnal Ecoton ke depan, langkah paling mendesak untuk menyelamatkan ekosistem sungai, serta pesan Anda bagi anak muda yang ingin terlibat dalam isu lingkungan?

 Harapan terbesar saya adalah mendapatkan akreditasi internasional bereputasi, yang saat ini masih nasional bereputasi. Jurnal kami dapat diakui oleh internasional sehingga semakin banyak orang yang mau menulis di EPJ dan semakin besar pula dampak yang bisa kami berikan untuk bumi melalui tulisan.

Karena hanya tulisan dan kenangan baik yang akan abadi meskipun raga kita telah menyatu ke dalam tanah. Mumpung kita masih muda, perbanyaklah berbuat baik dan menulis kebaikan, jadilah berpengaruh di dunia ini yang tentunya dalam hal kebaikan, share kebaikan sebanyak mungkin agar nama kita bukan hanya terkenal di penduduk bumi, namun juga penduduk langit. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah menjadi representasi sungai agar sungai mendapatkan hak2 mereka dan kelak sungai akan berterima kasih ke kita.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *