Lewati ke konten

Tekan Sampah Residu, 11 Orang Anggota KSH Kapas Madya Surabaya Konsisten Jaga Kelestarian Kali Tebu

| 4 menit baca |Kali Tebu | 15 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Sebanyak 11 Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 8 Kapas Madya, Surabaya, konsisten memilah sampah rumah tangga untuk mencegah sampah berakhir di Kali Tebu dan mencemari lingkungan sekitar.
  • Warga RW 8 Kapas Madya mulai menunjukkan perubahan dalam mengelola sampah. Pemilahan organik dan anorganik dilakukan bersama sebagai upaya menjaga Kali Tebu tetap bersih dari pencemaran.
  • Dari rumah hingga bantaran Kali Tebu, warga RW 8 Kapas Madya bergerak mengurangi sampah. Kader Surabaya Hebat mendorong pemilahan sebagai kebiasaan untuk menjaga lingkungan tetap bersih.
  • Sampah rumah tangga tidak lagi sekadar dibuang. Warga RW 8 Kapas Madya memilah sampah organik dan anorganik, mengolahnya, serta mencegah kebocoran sampah menuju Kali Tebu.
  • Upaya menjaga Kali Tebu dimulai dari lingkungan terdekat. Sebanyak 11 KSH bersama warga RW 8 Kapas Madya mengelola sampah rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan.

Penulis: Muhammad Isomudin, Project Officer Mission on Zero Plastic Leakage (Mozaik), program kolaborasi Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama United Nations Development Programme (UNDP).

KETERLIBATAN masyarakat dalam penanganan Kali Tebu Surabaya sangatlah penting. Tanpa peran warga, sungai yang melintasi kawasan Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Simokerto hingga Kecamatan Kenjeran itu tetaplah menjadi ekosistem yang kumuh dan bau.

Komitmen nyata dan sungguh-sungguh itu, kini ditunjukkan warga Kelurahan Kapas Madya RW 8, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Sebanyak 11 orang kader Surabaya Hebat (KSH), membuat aksi pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

Kegiatan yang didampingi Project #SungaiLestari Ecoton itu memang sengaja dirancang sebagai langkah pencegahan sampah yang berbasis komunitas.

Dalam kesempatan, Koordinator KSH RW 8 Kapas Madya, Nur Widyawati Ningsih, mengatakan, kebiasaan pemilahan ini telah membawa perubahan bagi warga. Lingkungan di wilayah RW 8 mulai ada tanda-tanda pandangan warga, jika melakukan pemilahan sampah akan membawa lingkungan lebih baik.

BACA JUGA:  Ecoton Kritik Percepatan Teknologi Termal Sampah Pasca Temuan Kontaminasi Mikroplastik di Jaringan Tubuh

“Dengan pemilahan yang dilakukan sekarang, mulai terasa pengurangan volume sampah yang ada di tong residu kita. Karena sampah organik sudah dikelola di sumur komposter dan Lahsamor, sedangkan sampah anorganik dimasukkan ke bank sampah,” jelas Widyawati kepada saya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Masih kata Widyawati, kegiatan ini akan terus dilakukan di wilayah KSH RW 8. Bukan karena apa, kata dia, ini sudah merupakan tanggung jawab warga.

“Kegiatan seperti ini memang sudah menjadi tanggung jawab kami bersama. Sejak dulu kami memang berkeinginan Kali Tebu itu bersih dari sampah. Tapi apa daya kami hanyalah seorang warga, ya tentunya tidak mampu. Karena sekarang sudah bersama-sama bergerak, mari kita lakukan,” katanya.

buatkan caption | Muhammad Isomudin Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 8 Kapas Madya, Surabaya, bersama warga melakukan pemilahan sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah yang berpotensi mencemari Kali Tebu. | Foto: Muhammad Isomudin

Kolaborasi Rumah Tangga dan Pedagang Tekan Sampah Residu

Sebagaimana dalam catatan KSH RW 8, dalam pekan ini kegiatan pilah sampah telah mencatat 87,33 kg. Perolehan sampah ini dikumpulkan dari partisipasi aktif rumah tangga serta para pelaku usaha/pedagang lokal yang berada di wilayah setempat:

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel
  • RT 01: 38,75 kg
  • RT 02: 12,26 kg
  • RT 03: 36,32 kg

Keterlibatan para pedagang sangatlah penting, agar sisa sampah organik maupun sampah kemasan tidak berakhir terbuang secara sembarangan dan sangat berpotensi mencemari alur drainase hingga Kali Tebu.

Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Tingkat RW

Sistem penanganan sampah di RW 8 Kapas Madya dikelola secara terstruktur berdasarkan jenisnya:

  1. Pengolahan Sampah Organik (2 Sumur Komposter & 3 Lahsamor): Seluruh sampah organik dan sisa makanan dari warga serta pedagang langsung dimasukkan ke fasilitas pengolahan mandiri milik warga yakni 2 unit Sumur Komposter dan 3 unit Lahsamor (Olahan Sampah Organik) untuk diubah menjadi pupuk kompos yang menyuburkan lingkungan.
  2. Pemanfaatan Sampah Anorganik (Bank Sampah RW 8): Sampah anorganik bernilai daur ulang (seperti botol plastik, kertas, kardus, dan kaleng) disetorkan langsung ke Bank Sampah RW 8 untuk mendatangkan manfaat ekonomi sirkular bagi masyarakat sekaligus mencegah kebocoran sampah plastik ke lingkungan perairan.
BACA JUGA:  Gudang Boneka-Plastik Jombang Terbakar: Ancaman Racun, Lemahnya Pengawasan Industri, dan Peringatan ECOTON soal Bahaya Mikroplastik
Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 8 Kapas Madya, Surabaya, melakukan pemilahan sampah yang terkumpul di sekitar Kali Tebu sebagai upaya mengurangi sampah yang berpotensi mencemari aliran sungai. | Foto: Muhammad Isomudin

Edukasi Berkelanjutan Menuju Kampung Zero Waste

Sementara Ketua RW 8 Kapas Madya, Suliani, upaya menjaga kebersihan lingkungan, serta mengedukasi warga terus akan diperkuat melalui forum-forum di lingkungannya, seperti PKK dan arisan rutin warga.

“Pengurus lingkungan akan terus merangkul seluruh warga, berupaya terus mewujudkan kawasan yang bersih dan bebas sampah,” kata Suliani.

Suliani juga menyampaikan, jika ia tidak akan bosan-bosan mengajak dan mengedukasi warga di setiap kegiatan.

“Kita tidak bosan-bosan untuk mengajak dan mengedukasi setiap ada kegiatan PKK dan arisan, untuk mengajak semakin banyak warga yang ikut memilah sampah dan mewujudkan kampung zero waste di Kapas Madya RW 8 ini,” tegas Suliani.

Masih kata Suliani, melalui sinergi kuat antara 11 KSH, pengurus RW, warga, pedagang lokal, serta pendampingan berkelanjutan kawasan Kali Tebu akan lebih baik.

“Project Sungai Lestari ECOTON, Kapas Madya RW 8 akan menjadi bukti, jika aksi nyata dekat bantaran Kali Tebu ini telah mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang mandiri, bersih, dan lestari,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *