Lewati ke konten

Yuk Lihat …! Cerita MI Darunnajah Lebanisuko di Surabaya River Festival 2026

| 4 menit baca |Pelajar Mbois | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi
  • Anak-anak MI Darunnajah meramaikan Surabaya River Festival 2026 dengan aksi melukis poster lingkungan.
  • Keceriaan siswa SD mewarnai hari keempat Surabaya River Festival 2026 di Bantaran Kali Surabaya.
  • Pahlawan cilik dari MI Darunnajah ajak warga jaga Kali Surabaya lewat seni lukis.
  • Lewat lomba poster, sepuluh siswa MI Darunnajah belajar menjaga kebersihan sungai bersama Ecoton.
  • Antusiasme anak SD di Surabaya River Festival 2026 buktikan peduli lingkungan tak kenal usia.

SUASANA di bantaran Kali Surabaya tampak riuh dan penuh warna memasuki hari keempat pelaksanaan acara, Kamis, 24 September 2026. Gelaran Surabaya River Festival 2026 yang diinisiasi lembaga konservasi lingkungan Ecoton di Taman Suaka Ikan Bantaran Kali Surabaya ini tidak hanya menarik minat remaja atau pelajar SMA. Kehadiran anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) turut memberikan energi dan keceriaan tersendiri.

Salah satu rombongan yang mencuri perhatian adalah 10 murid dari MI Darunnajah Lebanisuko, Wringinanom. Melalui kepolosan, kreativitas, dan kepedulian mereka, anak-anak ini membuktikan bahwa edukasi dan aksi perlindungan sungai tidak mengenal batasan usia.

Aretha Khanza Zayna, siswa kelas 4A MI Darunnajah, menunjukkan hasil karya poster bertema pelestarian sungai dalam Surabaya River Festival 2026. | Foto: Supriyadi

Daftar Kontingen Cilik MI Darunnajah

Sebanyak 10 siswa perwakilan kelas 4 dan 5 meramaikan festival ini:

  1. Arsi Cinta Azzalea (Kelas 5A)
  2. Maharany Tya Ramadhany (Kelas 5B)
  3. Hamidatul Karimah (Kelas 5B)
  4. Aristya Nur Isnaini (Kelas 5A)
  5. Muhammad Haqta (Kelas 5C)
  6. Marsanda Amelia Putri (Kelas 4B)
  7. Muhammad Irsyad Dahlan Al Mu’thi (Kelas 4C)
  8. Muhammad Abbad Arkhan Al Hafidz (Kelas 4B)
  9. Aretha Khanza Zayna (Kelas 4A)
  10. Hafsah Saufa Adzkiya Fais (Kelas 5B)

#Celoteh Arsi dan Zayna: Belajar Mengapa Sungai Harus Dijaga

Di sela-sela perlombaan poster, Arsi menceritakan pengalamannya. Meskipun tinggal tak jauh dari aliran sungai, ia belum pernah mandi di kali karena sadar kondisi airnya kotor. Saat ditanya siapa yang membuat air sungai kotor, dengan jujur ia menjawab:

BACA JUGA:  Magnis Suseno: Penghancuran Lingkungan Adalah Kejahatan Etis Luar Biasa

“Manusia. Manusia kan pernah membuang sampah di sungai… Biasanya diceritain sama ibu di rumah,” ungkap Arsi polos.

Sementara itu, Zayna (Aretha Khanza Zayna), siswi kelas 4, sibuk menyelesaikan lukisan ikan air tawar. Ia sadar betul bahwa Kali Surabaya yang ada di dekat tempat tinggalnya di Lebanisuko merupakan sumber kehidupan bersama. Sampah plastik dan limbah yang mengapung di sungai merenggut ekosistem ikan serta membahayakan bahan baku air minum warga Surabaya hingga Gresik.

Keseruan peserta Surabaya River Festival 2026 mengikuti rangkaian kegiatan edukasi dan kampanye menjaga kelestarian Kali Surabaya. | Foto: Supriyadi

#Cerita Haqta: Tetap Semangat Menggambar walau Sedang Puasa

Kisah menarik juga datang dari Muhammad Haqta, siswa kelas 5C. Meski sedang menjalankan ibadah puasa dan tampak sedikit lemas, Haqta tetap menunjukkan semangat tinggi menyelesaikan karya posternya.

Saat ditanya apa hal paling menyenangkan dari kegiatan Surabaya River Festival 2026 ini, Haqta menjawab mantap:

“Belajar tentang sampah dan melukis.”

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Bagi Haqta dan kawan-kawannya, membawa botol minum (tumbler) sendiri dari rumah sudah jadi kebiasaan harian untuk membantu mengurangi limbah plastik sekali pakai.

#Komitmen Sekolah Menuju Adiwiyata

Pendamping siswa sekaligus guru kelas 5 MI Darunnajah, Ibu Ike, menjelaskan bahwa keikutsertaan anak-anak dalam event luar sekolah seperti ini merupakan bagian dari persiapan sekolah menuju predikat Sekolah Adiwiyata.

Beberapa langkah nyata yang sudah diterapkan di lingkungan MI Darunnajah antara lain:

  • Pengenalan Pemilahan Sampah: Mengajari anak-anak membedakan sampah organik dan anorganik.
  • Pengurangan Plastik Sekali Pakai: Mewajibkan/menganjurkan membawa tumbler dari rumah.
  • Kantin Ramah Lingkungan: Menghindari jajanan berbungkus plastik sekali pakai yang berlebihan.
BACA JUGA:  Jalan Panjang Pantai Kenjeran Surabaya Dipenuhi Warga Punguti Sampah

Harapan untuk Kali Surabaya

Melalui perpaduan seni lukis poster dan edukasi lapangan dari Ecoton, festival ini menjadi media yang efektif bagi anak-anak untuk belajar mencintai ekosistem lokal. Kepolosan pesan dari Arsi, Zayna, Hakta, dan teman-temannya menjadi pengingat bagi orang dewasa agar berhenti mengotori sungai demi masa depan generasi mendatang.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *