Lewati ke konten

Lewat Program JAPRI: Petrokimia dan Warga Krikilan Gresik Merawat Bantaran Kali Surabaya

| 4 menit baca |Ide | 22 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Pers Realease Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Kolaborasi ECOTON dan Petrokimia Gresik merawat bantaran Kali Surabaya lewat JAPRI, memastikan pohon tumbuh, erosi ditekan, dan sungai dijaga berkelanjutan.

Memantau perkembangan pohon yang telah ditanam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan bantaran sungai. | Foto: ECOTON

Tekanan ekologis yang terus membayangi sungai-sungai di kawasan industri Jawa Timur menempatkan bantaran Kali Surabaya pada persimpangan penting antara kelalaian dan perawatan.

Di ruang yang kerap luput dari perhatian itu, upaya menjaga sungai menemukan momentumnya. Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecological Conservation and Wetlands Observation (ECOTON) bersama PT Petrokimia Gresik melakukan monitoring tanaman program Jaga Pohon Rawat Indonesia (JAPRI) di Dusun Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Rabu, (21/1/2026).

Kegiatan ini bukan seremoni penanaman, melainkan tindak lanjut dari komitmen jangka panjang merawat pohon yang telah ditanam sebelumnya. Monitoring dilakukan bersama pemanfaat program, perangkat desa, dan perwakilan warga, menyusuri bantaran sungai yang selama bertahun-tahun rentan terhadap erosi, longsor, dan luapan air saat musim hujan.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar tanaman tumbuh subur dan beradaptasi baik dengan kondisi bantaran. Meski beberapa titik sempat terdampak banjir dan menyebabkan sebagian pohon tersapu arus, tanaman yang tersisa justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Akar-akar mulai mencengkeram tanah bantaran, memperlihatkan fungsi ekologis yang perlahan bekerja.

Bagi warga Krikilan, pohon-pohon itu bukan sekadar tanaman, melainkan harapan akan bantaran sungai yang lebih stabil dan aman di masa depan.

#Dari Seremonial ke Perawatan Berkelanjutan

Divisi Komunikasi ECOTON, Amalia Fibrianty, menegaskan monitoring merupakan bagian penting dari filosofi JAPRI. Menurutnya, banyak program penghijauan gagal memberi dampak karena berhenti pada penanaman awal tanpa perawatan lanjutan.

“Menanam pohon itu mudah. Merawat dan memastikan pohon tumbuh bertahun-tahun kemudian, itu yang sering luput,” ujar Amel, panggilannya.

Program Jaga Pohon Rawat Indonesia (JAPRI) dirancang untuk memastikan pohon benar-benar hidup, tumbuh, dan berfungsi. Di bantaran Kali Surabaya, fungsi tersebut sangat krusial. Akar pohon membantu memperkuat struktur tanah, mengurangi laju erosi, dan meningkatkan daya resap air.

Dalam jangka panjang, vegetasi bantaran juga berperan menyaring limpasan permukaan yang membawa polutan dari permukiman dan aktivitas industri di sekitarnya.

Sementara itu Kepala Dusun Krikilan, Kholik menyampaikan, antusiasme warga terhadap JAPRI cukup tinggi. Meski manfaatnya belum langsung dirasakan, warga memahami  jika program ini merupakan bentuk investasi ekologis.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Merawat pohon bukan sekadar menanam, melainkan tanggung jawab menjaga masa depan bantaran sungai. | Foto: ECOTON

“Warga sadar, ini bukan untuk sekarang saja. Mungkin lima atau sepuluh tahun ke depan, anak cucu kami yang merasakan. Bantaran lebih kuat, longsor berkurang, dan kami berharap banjir tidak lagi terjadi,” kata Kholik.

Ia menambahkan, kehadiran ECOTON yang konsisten mendampingi warga memberi rasa percaya bahwa program ini bukan sekadar proyek sesaat. “Kami merasa tidak ditinggal setelah tanam,” ujarnya.

#Manfaat Ekologis dan Sosial yang Beriringan

Selain fungsi ekologis, pohon-pohon yang ditanam juga dipilih agar memberi manfaat sosial. Kholik berharap tanaman buah yang ditanam di bantaran dapat memberikan nilai tambah bagi warga ketika mulai berbuah.

“Kalau sudah berbuah, hasilnya bisa dinikmati bersama. Jadi warga tidak hanya menjaga karena kewajiban, tetapi juga karena merasa memiliki manfaatnya,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan ini penting untuk memastikan keberlanjutan program. Ketika warga merasakan manfaat langsung, partisipasi dan kepedulian terhadap bantaran sungai akan tumbuh secara alami.

Bagi PT Petrokimia Gresik, kolaborasi ini menjadi bagian dari tanggung jawab lingkungan perusahaan. Dukungan terhadap JAPRI diposisikan sebagai upaya mitigasi berbasis alam yang melibatkan masyarakat sekitar, bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal.

ECOTON melihat kolaborasi multipihak seperti ini sebagai kunci menjaga ekosistem sungai di tengah kompleksitas tekanan lingkungan. Kali Surabaya, sebagai salah satu sungai strategis di Jawa Timur, menghadapi beban pencemaran, sedimentasi, dan perubahan tata guna lahan. Tanpa penguatan bantaran dan keterlibatan masyarakat, risiko degradasi akan terus meningkat.

Monitoring di Krikilan menjadi pengingat bahwa pemulihan sungai bukan pekerjaan instan. Ia membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen lintas sektor. Dari akar-akar pohon yang perlahan mengikat tanah bantaran, harapan akan sungai yang lebih lestari mulai bertumbuh – pelan, tetapi nyata.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *