Lewati ke konten

SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Sidoarjo Bagun Sekolah Ekologis Bersama Ecoton

| 3 menit baca |Ide | 0 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Pers Realease Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Dari kunjungan sederhana ke kantor Ecoton, sebuah sekolah dasar di Sidoarjo memulai langkah panjang menjadikan pendidikan sebagai alat perubahan ekologi.

 

Rombongan guru SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo, Jawa Timur, tiba di kantor Ecoton Foundation, Gresik. Tidak ada seremoni berlebihan. Yang dibawa adalah niat,  menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang berpihak pada lingkungan.

Dari pertemuan itulah, kerja sama Program Sekolah Ekologis resmi dimulai. Begitulah peristiwa itu terjadi di Gedung Ecoton Dusun Krajan Wringinanom Gresik, pada Selasa, (3/2/2026)

Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Bagi SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, program tersebut menjadi pintu masuk untuk mengubah cara belajar anak-anak. Mereka tak lagi hanya menerima materi, tetapi juga mengalami dan melakukan. Pendidikan lingkungan tak berhenti di buku teks dan cerita tutur saja, melainkan hadir dalam keseharian sekolah.

Program Sekolah Ekologis yang digagas Ecoton Foundation dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Fokus utamanya, tentu saja mendorong sekolah menjadi Zero Waste School.  Artinya, siswa, guru, dan warga sekolah diajak memahami persoalan sampah dari hulunya, mulai kebiasaan konsumsi, pengelolaan sampah organik, hingga dampaknya terhadap sungai dan lingkungan sekitar.

Isu-isu besar seperti pencemaran plastik, rusaknya sungai, dan krisis ekologi diterjemahkan dalam bahasa yang dekat dengan anak-anak. Melalui pembelajaran partisipatif, siswa dilatih mengamati lingkungan sekolahnya sendir, dari tempat sampah, halaman, selokan, lalu berdiskusi tentang solusi sederhana yang bisa dilakukan.

Bagi sekolah dasar, pendekatan ini penting. Anak-anak tidak hanya diajari untuk “menjaga lingkungan”, tetapi memahami mengapa lingkungan perlu dijaga. Dari situlah tumbuh kesadaran, bukan sekadar kepatuhan.

#Anak-anak sebagai Agen Perubahan

Ecoton Foundation telah mendampingi 52 sekolah dengan lebih dari 26.000 siswa dalam Program Sekolah Ekologis. Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam mendampingi SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pendampingan yang diberikan mencakup edukasi pengurangan sampah, pengelolaan sampah organik, riset partisipatif berbasis sekolah, hingga pengembangan kreativitas siswa berbasis isu lingkungan.

Menurut Prigi Arisandi, pendiri Ecoton, sekolah memiliki posisi strategis dalam upaya perlindungan lingkungan. “Anak-anak bukan hanya penerima ilmu, tetapi bisa menjadi penyampai gagasan. Mereka bisa membawa nilai ekologis ke rumah, ke keluarga, bahkan ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Nur Suciati, melihat kerjasama ini sebagai investasi jangka panjang. Ia juga berharap pendampingan dari Ecoton ini mampu membangun kesadaran ekologis sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter mereka,” katanya dengan nada kesunggguhan.

Ke depan, sambut dia, kerja sama ini juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan lingkungan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan. Bukan dalam bentuk tuntutan, melainkan pembelajaran partisipatif, bagaimana menyuarakan kepedulian secara bertanggung jawab.

Di tengah krisis ekologi yang kian jelas dan mengkhawatirkan, langkah kecil dari sebuah sekolah dasar di Sidoarjo ini menunjukkan jika perubahan bisa dimulai dari ruang kelas. Dari kebiasaan sederhana, dari anak-anak yang belajar memahami lingkungan tempat mereka tumbuh.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *