Lewati ke konten

Mahasiswa MSP Universitas Trunojoyo Madura Pelajari Sistem Pengolahan Limbah

| 4 menit baca |Ide | 36 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Ulung Hananto Editor: Supriyadi

Studi lapang di IPAL Klinik Universitas Trunojoyo Madura memberi kesempatan mahasiswa memahami langsung sistem pengolahan limbah medis agar aman sebelum dilepas ke lingkungan.

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menggelar kegiatan studi lapang di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Klinik UTM sejak Senin, 25 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan limbah cair, khususnya limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam studi ini merupakan bagian dari pembelajaran praktikum yang memungkinkan mahasiswa mengamati secara langsung proses pengolahan limbah di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana limbah cair diolah sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan.

Kegiatan juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya sistem pengolahan limbah yang baik dalam menjaga kualitas lingkungan perairan. Dalam kegiatan itu, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai unit pengolahan yang terdapat di instalasi IPAL Klinik UTM.

Lutfiyatul Maghfiroh, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, mengatakan pengalaman melihat langsung sistem pengolahan limbah memberikan pemahaman yang lebih nyata dibandingkan hanya mempelajari teori di kelas.

“Melalui studi lapang ini kami bisa melihat secara langsung tahapan pengolahan limbah cair di fasilitas kesehatan. Hal ini membantu kami memahami bagaimana sistem IPAL bekerja untuk mencegah pencemaran lingkungan,” kata Firoh, sapaan Lutfiyatul Maghfiroh dalam laporannya, Senin, (9/3/2026).

Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Universitas Trunojoyo Madura melakukan pengamatan langsung terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Klinik UTM untuk mempelajari proses pengolahan limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan. | Foto: Mahasiswa MSP

#Proses Filtrasi Bertahap di Instalasi IPAL

Klinik Universitas Trunojoyo Madura menerapkan sistem pengolahan limbah medis yang dirancang ramah lingkungan. Sistem ini memastikan air limbah dari aktivitas pelayanan kesehatan di klinik dapat diolah dengan baik sebelum dilepas ke lingkungan sekitar.

Proses pengolahan dimulai dari limbah cair yang berasal dari wastafel, kloset, kamar mandi, serta berbagai sumber air buangan lainnya. Limbah tersebut terlebih dahulu dialirkan menuju bak pembuangan awal sebagai tahap pengumpulan primer.

“Melalui filtrasi bertahap dan proses resirkulasi, air limbah dari fasilitas kesehatan dapat diolah secara optimal sebelum dilepas ke lingkungan, ” ucap Firoh.

Dari bak air limbah kemudian disalurkan menuju unit filtrasi utama. Unit ini dilengkapi tiga skat atau tabung filtrasi yang memungkinkan proses penyaringan dilakukan secara bertingkat hingga tiga kali.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Teknologi filtrasi ini dirancang untuk menyaring berbagai zat berbahaya yang mungkin terdapat dalam limbah medis. Partikel padat, bakteri, hingga sisa bahan kimia medis dapat tersaring melalui proses tersebut.

“Jika hasil penyaringan pertama belum memenuhi standar, air limbah akan dialirkan kembali melalui pipa resirkulasi untuk diproses ulang hingga benar-benar memenuhi kualitas yang aman,” ujar Firoh

Apabila hasil filtrasi pertama belum memenuhi standar kebersihan, air akan dialirkan kembali ke bak awal melalui pipa resirkulasi. Sistem ini memungkinkan air limbah diproses ulang hingga mencapai kualitas yang diharapkan.

Aliran air hasil proses filtrasi di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Klinik Universitas Trunojoyo Madura setelah melalui tahapan penyaringan bertingkat untuk memastikan limbah cair aman sebelum dilepas ke lingkungan. | Foto: Mahasiswa MSP

#Ikan Menjadi Indikator Air Aman

Setelah melalui proses filtrasi utama, air hasil pengolahan dialirkan menuju tandon penampungan sementara. Dari tandon, air selanjutnya masuk ke tangki filtrasi dalam untuk pemeriksaan akhir sebelum dialirkan ke bak penampungan terakhir.

Salah satu bagian menarik dari sistem IPAL Klinik UTM yaitu penggunaan ikan hidup sebagai indikator biologis kualitas air. Pada bak penampungan akhir ditempatkan sejumlah ikan yang berfungsi sebagai penanda alami kondisi air hasil pengolahan.

“Keberadaan ikan hidup di bak penampungan akhir menjadi indikator alami bahwa air hasil pengolahan sudah cukup aman bagi organisme perairan,” ujar Firoh.

Keberadaan ikan yang dapat hidup dengan baik menandakan bahwa air telah melalui proses penyaringan secara optimal dan tidak mengandung zat berbahaya bagi organisme hidup.

Metode ini menjadi cara sederhana namun efektif untuk memantau kualitas air secara langsung. Selain itu, sistem tersebut juga memberikan pembelajaran praktis bagi mahasiswa mengenai hubungan antara kualitas air dan keberlangsungan kehidupan organisme perairan.

Melalui kegiatan studi lapang ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah medis yang baik. Pengolahan limbah yang tepat tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

“Melalui studi lapang ini kami semakin memahami bahwa pengelolaan limbah medis yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat,” jelas Firoh. ***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *