Serangan udara Israel menewaskan jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah di Gaza, menambah daftar panjang korban pekerja media dalam konflik berkepanjangan wilayah Palestina tersebut.
Sebuah mobil yang melaju di pesisir Kota Gaza menjadi sasaran serangan udara pada Rabu (8/4/2026). Ledakan keras disertai kobaran api menghancurkan kendaraan tersebut. Dua penumpang di dalamnya tewas seketika, termasuk jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah.
Saksi mata menyebutkan, serangan terjadi tanpa peringatan. “Tiba-tiba ada suara jet, lalu ledakan besar. Mobil itu langsung terbakar,” kata seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan kendaraan hangus di sisi jalan, dengan api masih menyala beberapa saat setelah ledakan. Serangan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang tetap tegang meski terdapat kesepakatan gencatan senjata antara Israel Defense Forces (IDF)dan Hamas sejak Oktober 2025.
Wishah menjadi salah satu jurnalis yang tewas dalam rangkaian kekerasan terbaru. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap pekerja media terus terjadi di wilayah Gaza dan Tepi Barat.

#Riwayat Korban Jurnalis Terus Bertambah
Kematian Wishah menambah daftar panjang jurnalis yang kehilangan nyawa dalam konflik ini. Pada Agustus 2025, jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif, tewas bersama empat rekannya akibat serangan udara Israel.
Militer Israel saat itu menuduh Sharif memimpin sel militan dari Hamas. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Al Jazeera. “Kami menolak keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa jurnalis kami bekerja secara independen,” demikian pernyataan resmi jaringan tersebut yang dikutip Kompas, Jumat, 10 April 2026.
Kasus lain terjadi pada Mei 2022 ketika Shireen Abu Akleh tewas saat meliput operasi militer di kota Jenin. Jurnalis senior yang memiliki kewarganegaraan AS-Palestina itu ditembak saat berada di lapangan.
Militer Israel kemudian menyatakan penyelidikan internal menunjukkan kemungkinan tembakan tidak disengaja dari pasukannya. Pernyataan tersebut menuai kritik luas dari komunitas internasional dan organisasi jurnalis.
Komite Perlindungan Jurnalis atau Committee to Protect Journalists mencatat, hingga kini terdapat sedikitnya 223 jurnalis dan pekerja media yang tewas di Gaza, Lebanon, dan Israel sejak konflik meningkat. Dari jumlah itu, 210 di antaranya merupakan warga Palestina yang tewas di Gaza.
“Angka ini mencerminkan risiko luar biasa yang dihadapi jurnalis di zona konflik,” tulis CPJ dalam laporannya.

#Tuduhan, Bantahan, dan Tuntutan Keadilan
Militer Israel menyatakan bahwa operasi mereka menargetkan kombatan dan infrastruktur militer. Seorang juru bicara Israel Defense Forces mengatakan bahwa pihaknya berupaya menghindari korban sipil, termasuk jurnalis.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Pasukan kami hanya menargetkan sasaran militer. Risiko tetap ada bagi siapa pun yang berada di zona pertempuran aktif,” ujar juru bicara tersebut.
Dalam sejumlah kasus, militer juga menuduh bahwa jurnalis yang tewas memiliki hubungan dengan Hamas. Tuduhan serupa diarahkan kepada Wishah. Pada Februari 2024, militer Israel mengklaim memiliki bukti berupa foto yang menunjukkan dirinya mengoperasikan sistem senjata.
Pihak Hamas dan Al Jazeera membantah tuduhan tersebut. “Wishah adalah jurnalis profesional. Ia tidak memiliki afiliasi militer,” demikian pernyataan Al Jazeera.
Organisasi Reporters Without Borders mengecam keras tuduhan terhadap jurnalis yang tewas. Mereka menilai narasi tersebut berbahaya dan berpotensi membenarkan kekerasan terhadap pekerja media.
“Nama Wishah kini bergabung dengan lebih dari 220 jurnalis yang tewas dalam dua setengah tahun terakhir,” kata RSF dalam pernyataannya.
Di sisi lain, Al Jazeera menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. “Kami akan mengejar keadilan bagi semua jurnalis yang gugur,” tulis mereka.
Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025 dimaksudkan untuk meredakan konflik antara Israel dan Hamas. Situasi di lapangan menunjukkan kekerasan tetap terjadi. Kedua pihak saling menuduh melanggar perjanjian tersebut.
Sejak kesepakatan itu, lebih dari 700 orang dilaporkan tewas akibat serangan di Gaza. Israel juga menyebut empat tentaranya tewas dalam serangan militan pada periode yang sama.
Di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, suasana duka menyelimuti keluarga Wishah. Putranya tampak terdiam di dekat jenazah sang ayah. Para pelayat berkumpul, sebagian membawa foto Wishah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Seorang kerabat mengatakan, kehilangan ini meninggalkan luka mendalam. “Ia pergi saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalis,” ujarnya.***