- Pengamatan di tiga outlet industri menunjukkan air keruh langsung mengalir ke Kali Surabaya.
- Bau tak sedap menyerupai besi tercium di salah satu saluran yang bermuara ke sungai.
- Bantaran sungai terlihat hijau, tetapi kondisi air memunculkan pertanyaan baru.
- Pengamatan lapang bersama ECOTON mengungkap pentingnya memperhatikan titik-titik outlet.
- Outlet industri menjadi lokasi awal untuk memahami perubahan kualitas lingkungan sungai.
Pengamatan di lokasi bersama ECOTON di tiga outlet industri yang bermuara langsung ke Kali Surabaya, memberikan gambaran kondisi sungai tidaklah hanya dapat dinilai dari aliran utamanya.
Di tepi sungai terdapat titik-titik kecil yang berperan penting dalam menunjukkan kondisi lingkungan, salah satunya adalah outlet atau saluran keluarnya air dari kawasan sekitar menuju badan sungai.
Aku mengikuti pengamatan di sekitar outlet yang berada dekat PT. Dayasa Aria Prima, PT. Adiprima Suraprinta, dan PT. Daesang Ingredients Indonesia. Ketiga titik ini aku pilih, karena berdasar sumber dari teman-teman yang pernah magang di Ecoton, saluran itu langsung terhubung dengan Kali Surabaya.
Memang ada industr lain, yang pernah teman-teman sebutkan. Tapi hanya itu yang kuingat. Bertiga, aku bersama Fathimah Maitsaa’ Maulida dan Nadhira Alifia Nuranisya. Didampingi Amalia Febriyanti, Media Communication Ecoton.
Dari lokasi pengamatan, aku melihat bagaimana air dari kawasan daratan bertemu dengan aliran sungai utama. Pertemuan dua aliran ini menjadi bagian penting aku amati. Karena car aini dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi lingkungan di sekitarnya.
Secara langsung, tiga lokasi itu memiliki karakter yang hampir sama. Bantaran sungai masih ditumbuhi pepohonan, semak, dan tanaman pisang yang membuat kawasan itu terlihat cukup hijau dari kejauhan.
Namun saat mendekati outlet, perhatian langsung tertuju pada kondisi air yang tampak keruh. Air dari saluran itu mengalir langsung menuju Kali Surabaya tanpa hambatan berarti.
Bagiku, pemandangan ini menunjukkan kondisi vegetasi yang masih tumbuh baik di sekitar sungai, tidak selalu dapat menjadi indicator penting menilai kualitas lingkungan perairan.
#Air Keruh dan Bau yang Menarik Perhatian
Salah satu lokasi yang paling membekas dalam ingatanku berada di sekitar outlet dekat PT. Adiprima Suraprinta Desa Sumengko, Wringinanom, Gresik. Di titik ini, pengamatan tidak hanya aku lakukan melalui penglihatan, tetapi juga menggunakan indera penciuman.
Saat berada di dekat saluran, aku mencium bau kurang sedap, kadang menyenagat yang mengingatkanku pada aroma besi. Bau itu cukup terasa dari arah aliran outlet menuju sungai.
Aku tidak dapat menyimpulkan penyebab munculnya bau itu. Penentuan sumber maupun kandungan yang mungkin terdapat di dalam air, tentu memerlukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut.
Meski demikian, pengalaman observasi ini memberikan kesan kepadaku, keberadaan outlet tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bagian biasa dari lanskap sungai. Titik-titik seperti ini justru dapat menjadi lokasi penting untuk memulai pengamatan lingkungan.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Selain mencatat bau yang muncul, aku juga memperhatikan arah aliran air, warna air, serta kondisi fisik saluran. Semua temuan aku catat sebagai bagian dari dokumentasi observasi.
Pengamatan sederhana ini, memang tidak cukup menjelaskan seluruh kondisi sungai. Namun langkah awal semacam ini sangat perlu. Karena dapat membantu mengenali gejala-gejala yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
#Pentingnya Mengamati Outlet Secara Berkelanjutan
Dari kegiatan observasi ini, aku belajar jika menjaga sungai tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar. Mengenali kondisi lingkungan juga dapat dimulai dari pengamatan sederhana terhadap titik-titik yang sering luput dari perhatian.
Melihat warna air, mencium bau yang muncul, memperhatikan arah aliran, lalu mencatat temuan lapangan, merupakan bagian dari proses memahami kondisi sungai secara lebih dekat. Informasi ini dapat menjadi dasar awal sebelum dilakukan pengujian yang lebih mendalam.
Menurutku, outlet industri perlu menjadi perhatian. Karena berada pada titik pertemuan antara aktivitas manusia dan badan sungai. Perubahan yang terjadi di lokasi, menurutku sangat berpotensi memberikan petunjuk mengenai kondisi lingkungan di sekitarnya.
Apa yang terlihat selama pengamatan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai kualitas air. Namun temuan lapang tersebut cukup menjadi alasan mengapa titik-titik outlet perlu terus diamati secara berkala.
Semakin sering masyarakat, peneliti, maupun komunitas lingkungan hadir dan mengenali kondisi sungai dari dekat, semakin besar peluang perubahan lingkungan dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, berbagai persoalan yang berpotensi muncul di masa depan dapat dipahami sebelum dampaknya berkembang lebih luas di sepanjang aliran Kali Surabaya.***

Naskah ini ditulis oleh Aprillianti Nafiah, mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Brawijaya (UB) yang sedang menjalani program Studi Independen di Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).