Lewati ke konten

Seribu Mangrove Ditanam di Gresik, Tekan Abrasi dan Pulihkan Ekosistem

| 3 menit baca |Ekologis | 25 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Kamis (25/6/2026).
  • Kegiatan hasil kolaborasi Universitas Sunan Gresik dan POKMASWAS Muara Tangguh itu ditujukan untuk mengurangi abrasi sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
  • Penanaman dilakukan dengan jarak rapat 1×1 meter dan akan diikuti pemantauan berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup bibit mangrove.

Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Kamis (25/6/2026). Penanaman dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan di wilayah pantai.

Kegiatan merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Universitas Sunan Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Muara Tangguh. Bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai yang dinilai rentan mengalami abrasi dan kerusakan lingkungan.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ichsan Suryo Wibowo, mengatakan penanaman menggunakan teknik intensif dengan jarak tanam 1×1 meter. Metode itu dipilih untuk memperkuat daya cengkeram akar serta mempercepat pembentukan rumpun mangrove di kawasan pesisir.

“Penanaman dengan jarak 1×1 meter ini dilakukan sebagai upaya taktis untuk mencegah adanya abrasi dan pengikisan tanah akibat hantaman gelombang laut yang kian hari kian mengikis kawasan pesisir Ujungpangkah Wetan,” kata Ichsan dalam rilisnya yang dikirim Senin, 29 Juni 2026.

Dosen, mahasiswa, dan anggota POKMASWAS Muara Tangguh berfoto bersama usai penanaman 1.000 bibit mangrove di pesisir Gresik. | Dok.

Menurut dia, kawasan pesisir Ujungpangkah menghadapi tekanan akibat gelombang laut yang terus mengikis daratan.

“Karena itu, keberadaan mangrove ini sangat penting untuk membantu menahan laju abrasi dan menjaga stabilitas garis pantai, “ ucap Ichsan.

#Pemantauan dan Menjaga Kelangsungan Hidup Bibit

Selain berfungsi menahan abrasi, hutan mangrove juga memiliki peran ekologis yang penting. Vegetasi ini dapat mendukung pemulihan ekosistem muara serta menjadi habitat dan tempat berkembang biak berbagai jenis biota laut.

Keberadaan mangrove juga diharapkan membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan. Potensi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir apabila dikelola secara berkelanjutan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Ketua POKMASWAS Muara Tangguh, Aunil, mengapresiasi keterlibatan kalangan akademisi dalam kegiatan konservasi tersebut. “Kolaborasi ini, antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kawasan pesisir, “ ungkapnya.

Mahasiswa, dosen, dan warga menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Ujungpangkah, Gresik, untuk mengurangi abrasi dan memulihkan ekosistem. | Foto: Dok.

Aunil juga menilai keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan kegiatan penanaman saja. Tetapi juga mengajak melakukan perawatan dan pengawasan yang berkelanjutan.

“Penanaman mangrove merupakan langkah awal dalam upaya konservasi pesisir. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga oleh perawatan, pengawasan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, “ kata Aunil.

“Karena itu, kami berharap warga tetap ikut menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Usai penanaman, POKMASWAS Muara Tangguh bersama mahasiswa berkomitmen melakukan monitoring berkala terhadap pertumbuhan mangrove.

Langkah ini dilakukan agar memastikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate)  bagi 1.000 bibit yang telah ditanam. Hal ini agar dapat tumbuh optimal, sekaligus memberi manfaat bagi ekosistem pesisir dalam jangka panjang.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *