- Ecoton mendampingi dua siswa SMAN 1 Tarik melakukan uji kualitas air Kali Kanal Mangetan.
- Pengujian kualitas air Kali Kanal Mangetan mendukung penelitian karya ilmiah siswa SMAN 1 Tarik.
- Dua siswa KIR Smanstar mempelajari pengukuran oksigen terlarut dan tingkat keasaman air sungai.
- Edukasi lapangan Ecoton mendorong keterlibatan generasi muda dalam pemantauan kesehatan ekosistem sungai.
- Penggunaan alat instrumen ilmiah standar memberikan pengalaman praktik observasi sungai bagi peneliti muda.
Penulis: Erica Damayanti Media Communication Ecoton berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
LEMBAGA Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, ECOTON, mendampingi dua siswa SMAN 1 Tarik, Sidoarjo. Kegiatan observasi dan pengujian lapangan tersebut berlangsung di aliran Kali Kanal Mangetan di Balonbendo, Sidoarjo.
Dua siswa KIR Smanstar, As Syam Ramadhan dan Ellok, melakukan pengukuran parameter air sungai secara langsung. Pendampingan lapangan ini bertujuan mendukung penyusunan Karya Ilmiah Remaja yang sedang mereka susun.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengukuran parameter Dissolved Oxygen serta tingkat keasaman air sungai. “Dua siswa itu kita bimbing secara langsung sambil mengoperasikan instrumen pengukur kualitas air tipe AZ 86031,” kata Staf Ecoton, Thara Bening, saat mendampingi siswa, Selasa (18/8/2026).

#Penerapan Metode dan Kaidah Penelitian Ilmiah
Selanjutnya, Thara Bening menyampaikan edukasi teknis secara menyeluruh terkait penggunaan instrumen ilmiah. Siswa diajarkan tahapan praktik yang presisi dari peletakan probe hingga perawatan alat pengukur.
“Edukasi ini penting agar para siswa mampu mengoperasikan instrumen ilmiah secara presisi dan memahami tahapan replikasi data di lapangan,” ujar Thara.
Guna memenuhi kaidah penelitian ilmiah yang memerlukan presisi, siswa juga diajak melakukan pengambilan sampel ulangan. Mereka berjalan sejauh 10 meter dari titik awal untuk proses replikasi data tersebut.
#Pengalaman Lapangan dan Kesadaran Ekologi
Syam dan Ellok menunjukkan antusiasme tinggi selama mempelajari metode pengambilan sampel langsung di lapangan. Keduanya menuturkan bahwa praktik uji DO dan pH ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel
“Praktik menguji DO dan pH menggunakan instrumen ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan bagi kami,” tutur Syam.
Menurut pengamatan Syam dan Ellok, terdapat perbedaan cara kerja dan akurasi yang signifikan dari alat tersebut. Instrumen AZ 86031 terbukti lebih akurat dibandingkan peralatan yang biasa mereka gunakan di sekolah.
“Alat ini jauh lebih akurat dan responsif dibanding instrumen yang biasa kami pakai di sekolah,” tambah Ellok.
Sementara itu, guru pembimbing siswa, Mukhlis, menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan praktik lapangan tersebut. Ia berharap fasilitas penunjang karya ilmiah di sekolah dapat terus ditingkatkan ke depannya.
“Harapan kami, kedepannya pihak sekolah dapat mengupayakan untuk membeli alat serupa, sehingga para siswa dapat melakukan praktik pengujian kualitas air dan observasi lingkungan secara mandiri,” ungkap Mukhlis.
Melalui pendampingan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan data akurat untuk kebutuhan tugas akademis sekolah. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran serta kemampuan aplikatif siswa dalam memantau kesehatan ekosistem sungai.***