- Disdikbud Jombang latih TP PKK karawitan di Gedung Kesenian untuk Jombang Fest.
- Pelatihan seni tradisional ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Kebudayaan daerah Jombang.
- Kegiatan rutin tersebut bertujuan melestarikan seni karawitan sebagai kekayaan budaya lokal.
- Kader PKK antusias mempelajari teknik dasar penabuhan gamelan bersama para instruktur profesional.
- Penampilan perdana hasil pelatihan ini diproyeksikan mengisi panggung utama Jombang Fest.
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan ((Disdikbud)) Kabupaten Jombang memfasilitasi pelatihan seni karawitan. Kegiatan khusus ini melibatkan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang. Acara berlangsung di Gedung Kesenian Jombang pada Selasa sore (1/9/2026).
Program pelatihan merupakan bagian dari Program Pengembangan Kebudayaan daerah. Agenda latihan diproyeksikan sebagai persiapan pertunjukan pada agenda Jombang Fest. Perhelatan tahunan tersebut rencananya bakal digelar pada Oktober mendatang.
Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi hadir secara langsung. Yuliati bersama jajaran pengurus tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka mempelajari teknik dasar penabuhan gamelan Jawa dengan tekun.
“Kami sangat antusias mengikuti pelatihan seni karawitan ini. Ini menjadi pengalaman berharga bagi para kader PKK Jombang,”,” kata Yuliati, sebagaimana dalam unggahan Instagram Disdikbud, Rabu, (2/9/2026. “Kami siap memberikan penampilan terbaik pada Jombang Fest kelak,” tambahnya.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Anom Antono. Anom yang berlatar belakang seni mengawal jalannya latihan tersebut. Sesi praktik didampingi oleh dua instruktur karawitan berpengalaman.
Tim instruktur terdiri dari Zudhistiro Bayu Pamungkas dan Dwiki Akhsan Muzak. Zudhistiro merupakan lulusan Seni Pedalangan ISI Yogyakarta. Sementara Dwiki adalah sarjana Seni Karawitan yang kompeten.
Kehadiran para pengajar ahli memberikan pembinaan teknis secara menyeluruh. Para peserta diajarkan penguasaan ritme dan harmonisasi nada gamelan. Pembelajaran difokuskan pada penguasaan materi gending pementasan.

#Upaya Melestarikan Seni Tradisional Daerah
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Anom Antono menyampaikan tujuan utama program. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan musikal peserta. Langkah ini menjadi strategi menjaga keberlangsungan seni tradisional daerah.
Penguatan kapasitas seni ia nilai sangat penting bagi kelestarian budaya lokal. TP PKK menjadi wadah strategis dalam memperluas jangkauan pembinaan. Sinergi ini memperkuat ekosistem kesenian di Kabupaten Jombang.
Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan fasilitas pembinaan seni secara berkelanjutan. Gedung Kesenian dimaksimalkan sebagai pusat aktivitas kreatif warga. Pembinaan terjadwal akan terus dilakukan hingga jelang pementasan.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seni karawitan semakin berkembang. Seni tradisional harus terus mendapat ruang di tengah masyarakat. “Khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Jombang,” kata Anom.

#Wadah Edukasi Kebudayaan Masyarakat Jombang
Program Pengembangan Kebudayaan diharapkan menjadi sarana edukasi publik yang efektif. Masyarakat luas diimbau untuk turut mempelajari seni daerah. Pelatihan ini membuka ruang partisipasi aktif bagi seluruh elemen.
Keterlibatan kader PKK memberi contoh nyata pelestarian budaya berbasis komunitas. Perempuan memiliki peran penting dalam mentransmisikan nilai-nilai kebudayaan. Aktivitas seni ini memperkuat nilai kebersamaan antaranggota organisasi.
Pementasan karawitan PKK akan menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran mereka di panggung Jombang Fest menambah keberagaman sajian seni. Penampilan ini dirancang untuk menampilkan autentisitas budaya Jawa.
Disdikbud Jombang terus merancang berbagai program pelestarian seni lainnya. Agenda pembinaan seni daerah akan diperluas secara bertahap. Dukungan sarana dan prasarana latihan terus ditingkatkan pemerintah.
Evaluasi hasil latihan dilakukan secara berkala oleh tim pelatih. Kesiapan teknis peserta terus dimantapkan menuju pementasan Oktober. Pemerintah berharap semangat pelestarian budaya ini terus menyebar.
Kebudayaan daerah menjadi identitas penting yang harus terus dijaga. Kerjasama antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program pelestarian ini. Masyarakat diharapkan memberi apresiasi penuh pada gelaran budaya kelak.***