- PT WINGS Group menebar 18.400 ekor ikan untuk memperkuat populasi ikan Kali Surabaya.
- Sebanyak 33.400 benih ikan ditebar bersama PJT I dan PT WINGS Group.
- Penebaran melibatkan tujuh jenis ikan dari PT WINGS Group dan tiga jenis PJT I.
- Kolaborasi ini diarahkan menjaga keanekaragaman hayati serta keberlanjutan habitat perairan Kali Surabaya.
- PT WINGS Group menyebut penebaran ikan sebagai bagian dari upaya mengadopsi sungai.
SEBANYAK 33.400 benih ikan ditebar di Kali Surabaya melalui kegiatan kolaboratif. Penebaran tersebut melibatkan Perum Jasa Tirta (PJT) I dan PT WINGS Group.
PT WINGS Group menyumbang 18.400 ekor benih ikan dalam kegiatan tersebut. Sementara PJT I menebar sebanyak 15.000 ekor ikan.
Penebaran dilakukan untuk mendukung populasi ikan dan keanekaragaman hayati. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjaga fungsi sungai sebagai habitat perairan.
#WINGS Tebar 18.400 Benih Ikan
Divisi Lingkungan PT WINGS Group, Samuji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap sungai.
“Ini sebagai upaya cara kami, salah satu, mengadopsi sungai,” kata Samuji, saat mengikuti kegiatan tebar benih ikan endemik di Kali Surabaya, Jumat, 11 September 2026. “Ada juga kegiatan lain, kami melakukan kegiatan di sungai. Karena sungai menyangkut kebutuhan orang banyak, “
Dari 18.400 benih, sebanyak 9.000 ekor merupakan ikan nilem. Kemudian terdapat 5.000 ekor gabus dan 3.000 ekor wader.
PT WINGS Group juga menebar 500 ekor bethik dan 400 ekor sepat. Selain itu, terdapat 400 ekor muraganting dan 100 ekor sengkaring.
Sementara itu, PJT I menebar 15.000 ekor benih ikan. Jenis yang ditebar terdiri dari tawes, tombro, dan gabus.
Komposisi tersebut menambah keragaman jenis ikan di kawasan perairan Kali Surabaya. Keberadaan ikan diharapkan dapat mendukung keseimbangan komunitas organisme sungai.

#Menjaga Habitat dan Keanekaragaman Hayati
Koordinator Program Petro-Tirta, Amalia Fibrianty, mengatakan penebaran harus diikuti perlindungan habitat. Menurutnya, ikan membutuhkan kualitas air dan lingkungan yang mendukung kehidupannya.
“Penebaran benih ikan ini menjadi salah satu langkah nyata menjaga keanekaragaman hayati,” kata Amalia.
Ia mengatakan sungai memiliki fungsi sebagai habitat berbagai organisme perairan. Karena itu, kualitas lingkungan sungai perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penebaran benih,” ujarnya.
Menurut Amalia, ikan yang ditebar perlu memiliki habitat yang baik. Kondisi tersebut mencakup kualitas air, ketersediaan habitat, serta pengendalian pencemaran.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelIa menambahkan, keberadaan ikan juga dapat menjadi indikator kondisi ekosistem perairan. Upaya konservasi karena itu perlu berjalan bersama pengurangan sampah dan pencemaran.
Amalia menyebut pemulihan sungai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Perusahaan, pemerintah, pengelola sungai, komunitas, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.

#PJT I Ajak Kolaborasi Bersama BBWS Brantas
Staf Teknis PJT I, Bayu Sasmita, menjelaskan mandat utama lembaganya. Menurutnya, PJT I memiliki tugas dalam pengelolaan sumber daya air.
“Mandat utama kami adalah bagaimana pengelolaan sumber daya air berjalan berkelanjutan,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, pengelolaan sungai tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air. Fungsi ekologis dan keberlanjutan ekosistem juga menjadi bagian penting pengelolaan.
Ia mengatakan kegiatan kolaboratif tersebut sejalan dengan tugas PJT I. Pelaksanaannya juga berkaitan dengan peran bersama BBWS Brantas.
“Acara kolaboratif seperti ini sejalan dengan tugas kami bersama BBWS Brantas,” katanya.
Bayu menilai pengelolaan sungai membutuhkan dukungan lintas sektor. Kolaborasi diperlukan agar upaya perlindungan sungai dapat berjalan lebih luas.
Ia berharap benih yang ditebar mampu beradaptasi di Kali Surabaya. Ikan tersebut juga diharapkan dapat berkembang dan membentuk populasi secara alami.
Penebaran benih menjadi salah satu bagian upaya pemulihan ekosistem Kali Surabaya. Keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi habitat dan kualitas lingkungan perairan.
Karena itu, perlindungan habitat perlu berjalan bersama pengendalian sampah dan pencemaran. Upaya tersebut penting agar populasi ikan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Dengan total 33.400 benih ikan, kegiatan ini memperkuat agenda konservasi Kali Surabaya. Kolaborasi lintas pihak diharapkan berlanjut melalui pemantauan dan perlindungan ekosistem.***