Lewati ke konten

Tumpahan 768 Juta Nurdle di Sungai Tyne: Apa yang Masih Belum Terjawab?

| 4 menit baca |Sorotan | 0 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Tabrakan dua kapal pada 19 Juli menumpahkan sekitar 18 ton bahan baku plastik ke Sungai Tyne, yang diperkirakan berisi 768 juta hingga 1,2 miliar butir nurdle, menjadikannya salah satu insiden pencemaran plastik terbesar di Eropa.
  • Hingga akhir September, pembersihan intensif baru berhasil mengumpulkan sekitar 28% nurdle. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa mengembalikan seluruh butiran plastik yang tumpah merupakan hal yang mustahil.
  • Pencemaran tidak hanya meluas di sepanjang pesisir timur laut Inggris (Northumberland hingga North Yorkshire), tetapi juga terdeteksi hingga ke pesisir barat Denmark akibat terbawa arus laut.
  • Butiran nurdle berisiko tertelan oleh burung laut dan biota perairan karena dikira makanan. Selain ancaman racun kimia dan penyumbatan pencernaan, proses pelapukan berisiko memecah nurdle menjadi nanoplastik yang jauh lebih berbahaya dan sulit dipantau.
  • Penyelidikan oleh Northumbria Police dan MAIB masih berjalan tanpa ada pihak yang ditangkap. Insiden ini juga memicu desakan kepada International Maritime Organization (IMO) untuk memperketat aturan pengangkutan nurdle di laut.

INSIDEN tumpahan sekitar 18 ton butiran plastik (nurdle) di Sungai Tyn, tercatat sebagai salah satu bencana pencemaran plastik terbesar yang pernah melanda Eropa. Berbulan-bulan, sejak19 Juli lalu setelah kejadian, jutaan butiran bahan baku plastik berukuran mikro tersebut masih terus ditemukan merusak pesisir pantai Inggris hingga melintasi batas negara.

Sebagimana dilansir dari BBC, kecelakaan yang bermula ketika kapal instalasi turbin angin Wind Orca bertabrakan dengan kapal kontainer BG Orange yang tengah bersandar di Pelabuhan Tyne. Benturan keras merobohkan gantry crane dermaga dan menimpa dua kontainer bermuatan nurdle. Tim ilmuwan dari Newcastle University memperkirakan terdapat sekitar 768 juta hingga 1,2 miliar butir plastik yang terlepas dan mencemari perairan.

BACA JUGA:  Kebakaran PT Mega Surya Eratama: Jejak Plastik di Balik Tumpukan Bahan Baku

Meskipun upaya pembersihan skala besar telah dilakukan oleh pemerintah daerah, otoritas lingkungan, dan ribuan relawan, sejumlah pertanyaan krusial hingga kini masih belum terjawab.

Baru 28 Persen Berhasil Dibersihkan

Hingga akhir September, diperkirakan baru 28 persen dari total nurdle yang berhasil dipulihkan dari lingkungan. Lembaga terkait seperti Port of Tyne, Environment Agency, dan North East Mayoral Strategic Authority mengonfirmasi bahwa jumlah butiran di garis pantai mulai menurun. Namun, mereka juga mengakui mustahil untuk mengumpulkan kembali seluruh 18 ton nurdle yang telah hanyut.

Pemodelan menunjukkan setidaknya 96 juta butiran masih terjebak di kawasan muara Sungai Tyne dan berisiko kembali terbawa arus ke hilir saat debit air meningkat.

Dampak Lintas Negara dan Ancaman Satwa

Sebaran pencemaran telah menjangkau wilayah jauh di luar lokasi awal tabrakan. Selain menyapu pesisir dari Northumberland hingga North Yorkshire, Badan Perlindungan Lingkungan Denmark mengonfirmasi ditemukannya nurdle di pesisir barat Denmark yang diduga kuat berasal dari insiden Sungai Tyne.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel
Operasi pembersihan dan pemulihan nurdle di kawasan terdampak kini memasuki fase baru, dengan penanganan yang beralih dari pembersihan skala besar menuju pengumpulan terarah dan pemantauan. | Foto: Newcastle Chronicle

Ancaman terbesar saat ini tertuju pada ekosistem dan satwa liar. Profesor Bhavani Narayanaswamy dari Scottish Association for Marine Science memperingatkan bahwa dampak penuh pencemaran ini baru akan terlihat dalam hitungan bulan atau tahun. Bentuk nurdle yang mirip telur ikan sangat rawan tertelan oleh burung laut dan biota perairan, yang dapat memicu penyumbatan pencernaan serta keracunan zat kimia berbahaya.

Para peneliti juga terus memantau proses pelapukan fisik butiran plastik ini akibat paparan gelombang dan sinar matahari, yang berisiko memecahnya menjadi nanoplastik—partikel mikroskopis yang jauh lebih sulit dipantau dan dikumpulkan.

BACA JUGA:  Spill the Tea: Kali Surabaya Fest 26 Resmi Digelar! WIWO Diluncurkan, Generasi Muda Siap Selamatkan Sungai

Penyelidikan Hukum dan Regulasi Transportasi

Hingga saat ini, pihak berwenang belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab secara hukum atas musibah ini. Penyelidikan masih terus dilakukan oleh Northumbria Police dan Marine Accident Investigation Branch (MAIB).

Sementara itu, pembiayaan pembersihan sementara masih ditanggung bersama oleh pihak asuransi kapal BG Orange, pemerintah daerah, serta otoritas pelabuhan. Insiden ini mendesak Port of Tyne dan berbagai kelompok lingkungan untuk mendorong International Maritime Organization (IMO) agar segera memperketat aturan standar keamanan dalam pengangkutan nurdle skala besar di jalur pelayaran internasional.

para ahli menegaskan bahwa tumpahan di Sungai Tyne menjadi pengingat keras bahwa pencegahan sejak tahap transportasi jauh lebih krusial dibandingkan upaya pengumpulan pasca-bencana yang hampir mustahil dilakukan secara sempurna.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *