Lewati ke konten

Bukan Film Biasa, Good Morning Tomorrow Ajak Generasi Muda Lebih Peduli Lingkungan

| 3 menit baca |Opini dan Cerita Mahasiswa | 7 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Film Good Morning Tomorrow menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami persoalan lingkungan, sungai, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.
  • Pemutaran Good Morning Tomorrow di IFI Surabaya mengajak pelajar dan mahasiswa melihat isu lingkungan melalui cerita film yang dekat dengan kehidupan.
  • Lewat film Good Morning Tomorrow, generasi muda diajak memahami bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar tontonan, tetapi membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.
  • Diskusi usai pemutaran Good Morning Tomorrow mempertemukan aktor, peneliti, dan mahasiswa untuk membicarakan lingkungan serta pentingnya peran generasi muda.
  • Film dokumenter membuka cara baru menyampaikan pesan lingkungan. Good Morning Tomorrow menghadirkan cerita yang mendorong penonton merefleksikan hubungan manusia dengan sungai.

Penulis: Tommy Rizqi Akbar Purnama, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Magang Berdampak (MBKM) di Ecological Conservation and Wetlands Observation (ECOTON) selama periode 1 September–18 Desember 2026.

SUNGAI memegang peranan vital dalam menyokong kehidupan manusia dan menjaga keseimbangan ekosistem. Selain menjadi sumber air baku, sungai juga merupakan habitat bagi beragam organisme air. Namun, keberadaannya kini terus dibayangi ancaman berat, mulai dari penumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga pencemaran industri akibat aktivitas manusia.

Menanggapi persoalan tersebut, agenda Pemutaran dan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Good Morning Tomorrow sukses digelar di Institut Français Indonésie (IFI) AJBS Surabaya pada Kamis (15/10/2026) lalu. Kegiatan yang terbuka bagi umum ini dihadiri secara antusias oleh berbagai kalangan, khususnya kelompok pelajar SMA/SMK dan mahasiswa.

Agenda nobar ini menghadirkan ruang edukasi visual bagi para penonton untuk menyaksikan secara langsung gambaran isu lingkungan sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Lewat tayangan dokumenter, audiens diajak menyadari bahwa krisis lingkungan bukan sekadar persoalan di tempat jauh, melainkan beririsan langsung dengan pola konsumsi dan kebiasaan masyarakat di tingkat tapak.

“Anak-anak muda perlu mendapatkan ruang untuk melihat dan memahami persoalan lingkungan. Dari situ, diharapkan muncul kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan.”

Manajer MOZAIK Kali Tebu Surabaya sekaligus Peneliti ECOTON, Amiruddin Muttaqin, menegaskan pentingnya efektivitas media audio-visual sebagai alat penyampai pesan edukasi ekologis kepada publik.

BACA JUGA:  NYT Soroti “Epidemi Mikroplastik” di Indonesia, dari Asap Pembakaran Sampah hingga Hujan

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Film seperti ini bisa menjadi media untuk menyampaikan persoalan lingkungan kepada masyarakat. Harapannya, setelah menonton, penonton bisa lebih memahami permasalahan yang ada di sekitar mereka,” ujar Amir seusai kegiatan pemutaran.

Menurut Amir, pelibatan generasi muda seperti pelajar dan mahasiswa merupakan langkah kunci dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Generasi muda perlu diberi ruang seluas-luasnya untuk mengenali krisis ekologi sekaligus memahami peran serta tanggung jawab individu dalam masyarakat.

“Anak-anak muda perlu mendapatkan ruang untuk melihat dan memahami persoalan lingkungan. Dari situ, diharapkan muncul kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Kehadiran para pelajar dan mahasiswa dalam gelaran nobar ini tidak sekadar menjadi ajang menonton bersama, tetapi juga memantik ruang diskusi interaktif, pertukaran pandangan, dan pemahaman kritis terkait isu sungai dan lingkungan. Narrasi cerita serta visualisasi yang kuat terbukti mampu menyentuh sisi reflektif penonton agar meninjau kembali hubungan manusia dengan alam.

Melalui gelaran nobar film Good Morning Tomorrow di IFI AJBS Surabaya pekan lalu, film dokumenter terbukti mampu melampaui fungsinya sebagai media hiburan semata. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyampaian pesan-pesan pelestarian alam dapat dikemas secara komunikatif dan inklusif, sehingga mampu mendorong lahirnya aksi serta kepedulian nyata dari generasi muda demi menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *